Usaman Husin: “Politik Adalah Amanah Agar Bermanfaat Seluas-Luasnya Untuk Masyarakat”
RoteNdao-NTT, TopNewsNTT.Com||Ditengah pandangan sebagian orang yang memaknai politik sebagai perebutan kekuasaan, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, justru memilih jalan yang berbeda.
Baginya, politik bukan sekadar soal jabatan atau kekuasaan, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Prinsip itu tidak hanya menjadi semboyan, tetapi terlihat dalam berbagai langkah nyata yang ia lakukan selama menjadi wakil rakyat.
Mulai dari memperjuangkan bantuan alat dan mesin pertanian, benih unggul, bibit hortikultura, pembangunan irigasi, penguatan hutan adat, hingga pelestarian budaya lokal, seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Di hadapan ratusan petani saat menyerahkan bibit durian Monthong di Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Usman menyampaikan filosofi yang selalu menjadi pegangan hidupnya.
“Bagi saya, politik adalah amal. Petani tidak mungkin menjadi pilot, tidak mungkin menjadi nelayan. Petani akan terus berusaha menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita membantu mereka agar kehidupannya semakin baik,” ujar Usman.
Ucapan tersebut tercermin dalam rekam jejak perjuangannya. Di Rote Ndao, misalnya, Usman berhasil memperjuangkan ribuan bibit durian Monthong yang menjadi bantuan terbesar sejenis yang pernah diterima daerah itu.
Tidak berhenti di sana, ia juga membawa belasan traktor roda empat, combine harvester, serta berkomitmen memperjuangkan sekitar 15 ribu bibit kopi dan pembangunan irigasi buatan guna memperkuat sektor pertanian.
Perjuangan serupa juga dirasakan petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dua unit traktor roda empat hasil aspirasi Usman telah tiba di Soe untuk disalurkan kepada kelompok tani di Desa Hoi, Kecamatan Oenino, dan Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan.
Sementara itu, di Kabupaten Kupang, lima unit traktor roda empat hasil perjuangannya juga telah tiba dan siap diserahkan kepada kelompok-kelompok tani penerima sebagai upaya mempercepat modernisasi pertanian serta meningkatkan produktivitas petani di daerah tersebut.
Perhatian Usman tidak hanya tertuju pada sektor pertanian. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, ia juga aktif mendorong percepatan pengakuan hutan adat di NTT, menerima aspirasi Pengawas Benih Tanaman (PBT) terkait penguatan sistem perbenihan, hingga memperjuangkan berbagai kebutuhan nelayan dan masyarakat pesisir.
Di sisi lain, Usman juga meyakini bahwa membangun daerah tidak cukup hanya melalui sektor ekonomi.
Pelestarian budaya juga harus menjadi bagian dari pembangunan. Karena itu, ia menginisiasi Hus Kuda Usman Husin Cup II, festival budaya yang menghadirkan sekitar 450 ekor kuda dan ribuan masyarakat di Rote Ndao. Festival tersebut bukan hanya menjaga warisan leluhur tetap hidup, tetapi juga menggerakkan UMKM, menarik wisatawan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Di sisi lain, Usman juga meyakini bahwa membangun daerah tidak cukup hanya melalui sektor ekonomi. Pelestarian budaya juga harus menjadi bagian dari pembangunan. Karena itu, ia menginisiasi Hus Kuda Usman Husin Cup II, festival budaya yang menghadirkan sekitar 450 ekor kuda dan ribuan masyarakat di Rote Ndao. Festival tersebut bukan hanya menjaga warisan leluhur tetap hidup, tetapi juga menggerakkan UMKM, menarik wisatawan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Baca Juga Empat Pilar Kehidupan Bangsa: Pijakan Hidup Berbangsa, Bernegara, dan Bermasyarakat dalam Bingkai NKRI Nyesal Berobat Mahal untuk Diabetes, karena Telat Tau Ini (Baca) Bagi Usman, keberhasilan seorang wakil rakyat bukan diukur dari banyaknya pidato atau besarnya jabatan yang diemban, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. ADVERTISEMENT “Kalau kehadiran kita bisa membuat petani lebih mudah mengolah lahannya, anak-anak bisa tetap sekolah karena ekonomi keluarga membaik, budaya daerah tetap lestari, dan masyarakat merasa diperhatikan, maka itulah makna politik yang sebenarnya. Politik harus menjadi amal yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” tegasnya.
“Politik adalah Amal” itulah yang terus menjadi benang merah dalam perjalanan politik Usman Husin. Dari ruang rapat di Senayan hingga pelosok desa di Nusa Tenggara Timur, ia berupaya memastikan bahwa setiap perjuangan di tingkat pusat diterjemahkan menjadi program nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Bagi Usman, jabatan hanyalah titipan, sedangkan pengabdian kepada rakyat adalah warisan yang akan terus dikenang.(**)