Profil Wakil Rektor : Jadi Wajah Baru di Rektorat, Dr. Rudi Rohi Targetkan Pembentukan Ikatan Alumni Nasional Undana

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Pelantikan jajaran wakil rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat pada Senin (29/6/2026) resmi membawa angin segar bagi penataan organisasi internal kampus. Salah satu figur baru yang mencuri perhatian publik adalah pakar administrasi hukum tata negara, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si., yang diberi amanah oleh Rektor Undana untuk menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Hadir sebagai wajah baru di lingkar utama rektorat, Dr. Rudi Rohi langsung membidik dua target taktis jangka pendek untuk membenahi iklim organisasi kampus. Lini kemahasiswaan akan diarahkan untuk menyeimbangkan porsi kecakapan kognitif dan keterampilan nonteknis (soft skill), sementara di lini alumni, ia menargetkan pembentukan wadah organisasi alumni secara menyeluruh guna melacak rekam jejak ribuan lulusan Kampus Undana.

Rancang Formula Ideal 60 Persen Kognitif dan 40 Persen Soft Skill

Menariknya, dinamika tugas baru ini langsung dirasakan Dr. Rudi saat prosesi pelantikan berlangsung. Ia mengaku baru mengetahui kepastian posisi bidang tugas yang diembannya sesaat setelah Surat Keputusan (SK) Rektor dibacakan oleh protokoler. Kendati terhitung mendadak, Dr. Rudi menegaskan dirinya telah mengantongi cetak biru (blueprint) awal dan siap melakukan pemetaan kondisi riil di lapangan.

Fokus pertama yang akan diakselerasi adalah rekonstruksi kegiatan kemahasiswaan agar tidak lagi bertumpu pada capaian nilai akademik di atas kertas semata. Ia berencana merancang formula kegiatan dengan komposisi ideal, yakni 60 persen pengembangan kapasitas kognitif berbasis sains dan 40 persen penguatan soft skill di ruang akademik maupun nonakademik.

“Karena kita adalah universitas, maka fondasinya adalah 60 persen kognitif dan 40 persennya soft skill. Penataan kemahasiswaan ke depan akan didominasi oleh kegiatan-kegiatan yang merepresentasikan kombinasi kedua hal tersebut, sehingga mahasiswa memiliki kesiapan penuh menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” jelas Dr. Rudi saat diwawancarai seusai pelantikan.

Selain masalah internal mahasiswa aktif, Dr. Rudi menyoroti titik lemah komunikasi institusi dengan para lulusan lama. Ia menyayangkan bahwa sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di NTT, Undana belum memiliki pusat basis data organisasi alumni terpadu yang terkonsolidasi secara menyeluruh dari tingkat fakultas hingga universitas.

“Saya kira yang selama ini masih menjadi persoalan laten di kita adalah belum terbentuknya organisasi alumni secara keseluruhan yang solid. Akibatnya, universitas kesulitan mengidentifikasi atau membangun komunikasi interaktif dengan alumni yang jumlahnya sangat banyak. Ke depan, penguatan jejaring ini akan menjadi salah satu fokus utama saya,” tegas Wakil Rektor III tersebut.

Mengikis Pola Aktivisme Jalanan Menuju Diplomasi Gagasan

Masuknya Dr. Rudi Rohi dengan membawa perspektif penataan formula 60:40 serta misi konsolidasi alumni ini membawa dampak perubahan kultural yang sangat signifikan bagi ekosistem kemahasiswaan di NTT. Selama ini, organisasi kemahasiswaan di Undana kerap terjebak dalam dikotomi klasik: kelompok mahasiswa kutu buku (academic-oriented) yang ber-IPK tinggi namun gagap berkomunikasi, versus kelompok aktivis organisasi yang vokal di jalanan namun kerap kedodoran dalam pencapaian prestasi ilmiah nasional.

Ketimpangan porsi ini membuat lulusan Undana sering kali kalah bersaing di tingkat nasional akibat minimnya keterampilan adaptasi dan kepemimpinan modern.

Melalui skema kerja kognitif-soft skill yang ditawarkan Dr. Rudi, Undana secara langsung sedang mengubah wajah gerakan mahasiswa daerah menuju era diplomasi gagasan dan inovasi riset. Dampak jangka panjangnya, mahasiswa tidak hanya cakap berdemonstrasi atau berteori, melainkan mampu memenangi berbagai kompetisi ilmiah internasional.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si., bersama istri

Di sisi lain, pembentukan wadah alumni nasional yang terdata baik akan mempermudah kampus dalam menyerap dana abadi (endowment fund) serta mempercepat penyerapan lulusan baru ke dunia kerja melalui jalur koneksi profesional para alumni senior.(**)

sp.hms.undana

(Audc)