Gairahkan Ekonomi Kerakyatan, Bank NTT Sosialisasi KUR Kepada 2.800 Pelaku UMKM NTT

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Bank NTT mengelar Sosialisasi KUR dan penandatangan Akad Kredit KUR bagi 2.800 Pelaku UMKM dan Cipayung Plus yang ingin mengambil kredit saat sosialisasi pada acara “Semarakkan HUT RI ke-81 Bersama Partai Golkar” di Aula DPD Golkar NTT pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Dalam kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang melibatkan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bersama DPD Partai Golkar NTT, Bank NTT sebagai narasumber teknis yang memaparkan mekanisme dan syarat produk perbankan, bukan sebagai alat politik pihak tertentu.

Penekanan materi berfokus pada edukasi pengelolaan keuangan, tabungan, serta pemahaman alur pembiayaan yang produktif bagi pelaku usaha. .

Dalam penjelasan sosialisasi pihak Bank NTT menegaskan bahwa Bank NTT saat ini  menyiapkan plafon awal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar pada tahun 2026.

“Program ini kembali diaktifkan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan dengan Kementerian UMKM untuk memperkuat permodalan dan daya saing pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur.” Jelas Charlie.

Adapun Jenis KUR Bank NTT 2026 yang bisa diakses pelaku UMKM dan masyarakat NTT yang ingin membuka usaha yakni

KUR Mikro: Plafon pinjaman hingga Rp100 juta per akad, ditujukan bagi usaha produktif dengan skema bunga berjenjang.

KUR Kecil: Plafon pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta untuk modal kerja atau investasi.

KUR PMI: Fasilitas pembiayaan bagi Pekerja Migran Indonesia guna menunjang biaya keberangkatan dan pelatihan. [1, 2]

Syarat Pengajuan Umum adalah berusia 21 hingga 65 tahun saat kredit lunas, memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga (suami/istri jika ada), Fotokopi NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta dan Melampirkan dokumen izin usaha atau legalitas yang sah dari instansi berwenang.

Pada tahun 2026, Bank NTT mendapatkan alokasi kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar yang disalurkan kepada pelaku UMKM dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di 22 kabupaten/kota di seluruh wilayah NTT secara bertahap hingga Desember 2026.

Target dan Sasaran Penyaluran KUR Bank NTT 2026 dari alokasi dana total Rp350 miliar pada tahun 2026 ini dibagi ke dalam tiga skema utama pembiayaan:

KUR Mikro: Sebesar Rp100 miliar dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan.

KUR Kecil: Sebesar Rp200 miliar untuk pembiayaan usaha produktif dengan plafon hingga Rp500 juta.

KUR Penempatan PMI: Sebesar Rp50 miliar yang khusus ditargetkan bagi pekerja migran asal NTT.

Penerima dan Wilayah Sasaran adalah Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di 22 kabupaten dan kota dalam wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.

Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI): Ditargetkan menjangkau sedikitnya 1.000 debitur baru untuk biaya pemberangkatan kerja ke luar negeri.

Penyaluran yang sudah berjalan efektif sejak Juni 2026 setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) bersama Kementerian UMKM dan perbaikan integrasi sistem internal. Penyaluran ini dilakukan secara selektif oleh Bank NTT guna memastikan kualitas kredit yang sehat.

Secara keseluruhan (dari seluruh bank penyalur di wilayah Nusa Tenggara Timur), Kanwil DJPb Provinsi NTT mencatat realisasi KUR hingga akhir Juni 2026 telah mencapai Rp1,714 triliun kepada 33.460 debitur.

Bank NTT sendiri baru aktif kembali menyalurkan dana tersebut setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan pada akhir April 2026, dan proses sosialisasi serta penyerapan kuota Rp350 miliar tersebut masih terus berjalan.

Direktur Kredit Alloysius Nggeong kepada media TopNewsNTT.Com mengatakan, “”Hari ini kami sosialisasi saja dari hasil sosialisasi kita sebenarnya harapkan peserta dapat informasi yang memandai lalu dapat mempersiapkan usahanya secara baik untuk nanti ke depannya bisa mengajukan KUR untuk diproses secara ketentuan bank dan Permenko pesertanya melebihi yang kami perkirakan. Dari target 2.500 peserta, ternyata yang ikut 2.800 peserta. Ini gambaran bahwa masyarakat memang sangat membutuhkan informasi terkait KUR. Dan prose literasi keuangan berjalan secara efektif.” Jelas Allo.

Menurutnya, qouta anggaran usaha mikro kecil yang Rp350 milyar lewat Bank NTT, yang sudah cair kurang lebih 20 milyar. Target akhir tahun terserap seluruhnya.

“Syarat kelayakan peroleh KUR adalah bagi usaha yang sudah dan sedang berjalan serta punya tabungan aktif Bank NTT  sebagai dasar penilaian kelayakan.” Sebut Alloysius.|| jbr