Bupati Sumbar : “Milikilah Kerendahan Hati dan Etika Berkomunikasi”

Birokrasi Daerah

WAIKABUBAK, TOPNewsNTT||Demikian pesan bupati Sumba Barat Drs.Yoanes Dade pada peserta Apel Pagi Senin, 7/6,

“Milikilah kerendahan hati dan etika berkomunikasi.” Ujar Yohanes.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan,

“Percuma jika pintar, berpendidikan tapi tidak tahu beretika dan berkomunikasi yang baik dengan pimpinan, staf dan sesama, maka hal itu tidak berguna.” Ujarnya tegas.

“Kita harus tahu menempatkan diri, punya kerendahan hati dan tahu etika berkomunikasi. Percuma pintar kalau tidak punya kerendahan hati. Jangan merasa hebat jika dekat pimpinanĀ  sedikit-sedikitĀ  omong lapor bapak. Yang bupati itu John Dade, Wakil Bupati John Lado dan Sekda.Daniel Pabala.” Kata Bupati John Dade tegas ingatkan.

Ia juga mengatakan pada Sabtu, 5/6 lalu, pemkab.Sumba Barat mendapat kunjungan Menteri PPN/BAPPENAS dan rombongan dan kunker Gubernur NTT. Menurut Bupati hal ini tentu menunjukkan adanya perhatian bagi pemkab.Sumba Barat.

“Saya berterima kasih kepada bapak penjabat Sekda, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, staf yang sudah berjerih lelah untuk mengusulkan DAK melalui Aplikasi Krisna. Hal ini tentunya dilakukan demi Sumba Barat.” Ujar Bupati periode 2020-2025.

Terkait evaluasiĀ  disiplin kehadiran, Bupati Dade menyatakan rasa kecewanya karena masih ada yang belum disiplin dan malas masuk kantor.

“Saya sangat kecewa, saya lihat masih belum ada kejujuran dalam diri masing-masing, masih banyak yang belum ikut apel. Masih banyak yang malas masuk kantor dan bahkan pulang duluan. Ini akan menjadi evaluasi kami. Kami tidak mau TKD tidak disiplin. Hormati pimpinanmu, jangan ASN yang bekerja, dan TKD ada enak-enak saja. Saya lihat saat kerja bakti banyak TKD tidak ada.” Kata Bupati lagi.

Bupati juga mengingatkan agar pimpinan OPD harus tegas dan tidak boleh takut memberi sanksi sesuai kewenangan yang ada, bahkan jika harus mencopot atau memberhentikan jika ada yang tidak becus bekerja.

“Pimpinan yang tidak bisa bekerja, salah satunya adalah sering menyalahkan orang lain dan sering terlambat memasukkan laporan. Saya ingatkan jabatan itu bukan hak tapi sebuah kepercayaan, karena dianggap mampu sebagai pejabat struktural makanya dianggap dalam jabatan tersebut. Masih ingat peringatan Gubernur kemaren, kalau ada yang tidak mampu, berhentikan saja, ganti plt. Harusnya malu terhadap rakyat, suami isteri dirumah, malu terhadap dirimu dan malu terhadap Tuham!” Tandas Bupati tegas mengingatkan.

Hal lain yang jadi fokus perhatian Bupati untuk diperhatikan adalah masih banyak yang malas dan sering terlambat tapi pintar menilai orang lain.

Karena itu ia menegaskan komitkmen pribadinya sebagai bupati,

“Sebagai bupati saya berkomitmen akan bekerja dengan baik, bekerja jujur dan adil, dan harus menjadi contoh. Karena saya adalah pemimpin. Saya juga dulu dari staf, dari pesuruh, saya tidak membayangkan akan menjadi seperti sekarang ini. Mari kita belerka dengan baik, satukan perbedaan untuk membangun Sumba Barat ke arah lebih baik.” Katanya.

“Saya minta apel berikut esalon 3 yang menjadi pembina Apel. Kaeena esalon 3 nantinya akan menjadi penerima tongkat estafet kepemimpinan. Supaya terbiasa. Nanti saya akan tunjuk langsung. Ini salah satu barometer kakau ditunjuk dan dipromosi ke jabatan lebih tinggi. Sudah teruji.” Tegas Bupati Jon Dade.

Turut hadir penjabat sekda, staf ahli bupati, para asisten, pimpinan OPD, pejabat esalon 3 dan 4, para ASN dan TKD lingkup Setda Pemkab.Sumba Barat.|| juli br

sumber : protokol dan humas.setda sumba barat