Bawa Angin Segar Ekonomi, Warga Ponggeok Sepakati Ganti Kerugian Access Road PLTP Ulumbu Cair Awal Juni

Satar Mese-Manggarai, TopNewsN– Pembangunan jalan akses (Access Road) PLTP Ulumbu Unit 5-6 (STA 0+000 – 7+200 Penlok I dan II) membawa angin segar bagi warga Desa Ponggeok, Kecamatan Satar Mese. Sebanyak 16 warga yang tanahnya terdampak proyek strategis tersebut menyambut antusias tahapan Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian yang digelar pada Selasa (26/5/2026).

Musyawarah ini mencetak preseden sangat baik karena dikawal penuh oleh kekuatan lintas sektor. Tak tanggung-tanggung, proses tatap muka dengan warga ini disaksikan langsung oleh Asisten 2 Setda Kabupaten Manggarai, Kaban Kesbangpol, Sekretaris Dinas Pertanian, Kasdim 1612/Manggarai, Kasi Datun dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai, Camat dan Kapolsek Satar Mese, Sekdes Ponggeok, hingga jajaran PT PLN (Persero) UIP Nusra.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T), Eduward Meteo Yamasita Tuka, S.SiT., menyampaikan rasa bangganya atas kedewasaan dan sikap kooperatif masyarakat Ponggeok. Menurutnya, partisipasi warga adalah kunci utama mulusnya proyek negara ini.

“Pelaksanaan pengadaan tanah bisa sampai pada tahapan krusial ini semata-mata karena dukungan luar biasa masyarakat Ponggeok. Kami menargetkan, dengan disepakatinya bentuk ganti kerugian hari ini, tahapan pelepasan hak dan pencairan dana langsung ke rekening warga dapat kita eksekusi pada awal Juni. Kita kerja maraton untuk itu,” tegas Eduward di hadapan warga.

Pendekatan dialogis yang mengedepankan kearifan lokal berhasil mematahkan stigma rumitnya pembebasan lahan. Hal ini diamini oleh Asisten 2 Setda Kabupaten Manggarai. Dalam arahannya, ia memproyeksikan bahwa pembukaan akses jalan PLTP Ulumbu tidak hanya melancarkan logistik kelistrikan, tetapi akan memicu multiplier effect (efek ganda) bagi ekonomi lokal.

“Pelebaran dan akses jalan baru ini akan mengubah wajah desa. Akses hasil pertanian lebih mudah, mobilitas warga lebih cepat. Ini adalah lompatan ekonomi. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi masyarakat sangat menentukan seberapa cepat kemajuan ini bisa kita nikmati bersama,” tuturnya.

Di sisi lain, kehadiran aparat penegak hukum dari Kejari Manggarai dan jajaran TNI (Kasdim 1612) menjadi benteng transparansi. Warga diberikan kepastian bahwa tidak ada satu rupiah pun hak mereka yang akan dipotong.

Kesiapan itu juga dikonfirmasi langsung oleh pihak PT PLN (Persero) UIP Nusra. Agusta, perwakilan PLN yang hadir dalam forum tersebut menyatakan, ketersediaan anggaran sudah terjamin dan siap disalurkan.

“PLN komitmen hadir untuk masyarakat. Kami mengakomodir sepenuhnya hasil perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Angka penilaian tersebut bersifat independen, objektif, dan tentunya mengedepankan prinsip kelayakan bagi warga,” jelas Agusta.

Musyawarah ditutup dengan penandatanganan kesepakatan oleh warga Pihak yang Berhak. Suasana kekeluargaan di Ponggeok hari ini membuktikan bahwa dengan sinergi kelembagaan yang kuat dan pendekatan komunikasi yang tepat, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan tanpa hambatan.(**)

Rls.hma.kantahkabmanggarai