Karnaval Budaya 2026 Meriahkan HUT Kota Kupang Ke-30 Tahun Perdana Digelar, Dimeriahkan Atraksi Budaya dari 50 Etnis Di Kota Kupang

Kupang, TopNewsNTT.Com||Sebanyak 2.500 peserta dari puluhan paguyuban etnis dan sanggar seni, yang ada di Kota Kupang ikut meriahkan Karnaval Budaya dengan thema “Harmoni Dalam Keberagaman” dalam Rangka HUT 140 Tahun, dan HUT Daerah Otonom Ke-30 Kota Kupang yang jatuh pada setiap tanggal 25 April digelar di Bundaran Tirosa Kelurahan Fatululi Kota Kupang. (Sabtu, 26 April 2026).

Karnaval Budaya tahun 2026 ini dihadiri oleh Walikota Kupang dr.Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang Serena C.Francis, Forkopimda se-Kota Kupang, Komut  PT TASPEN Farry J.Francis, Tokoh Agama dll.

Karnaval juga dimeriahkan dengan hadirnya puluhan tenda pelaku UMKM  dengan kuliner pangan lokal dan produk lain berbahan lokal NTT.

Walikota Kupang dr.Christian Widodo yang datang didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang dr.Widya berbusana Nagekeo, sementara Wakil Wali Kota Kupang didampingi kedua orangtua tampil mengenakan busana etnis Bugis.

Seluruh Forkopimda Kota Kupang berbusana adat NTT, dan provinsi lain seketika Bundaran Tirosa berubah menjadi lautan manusia berbusana adat berbagai ernis dan suku. Turut berpartisipasi Paguyuban Etnis Tionghoa, Jawa, Manado, dan seluruh Etnis dari NTT dan sanggar seni dan budaya, bahkan etnis Tionghoa mempersembahkan tarian dan Barongshai, serta etnis Manado hadir dengan tarian budayanya.

Wali Kota dr.Christian Widodo dalam sambutan melepas Karnaval Budaya 2026 menyampaikan  Karnaval budaya tahun 2026 ini merupakan event perdana sejak pemerintahan Kota Kupang terbentuk 30 tahun sebagai Daerah Otonom (tahun 1996).

“Kota Kupang adalah NTT Mini karena di dalam kota Kupang hidup berbagai suku dan etnis. Tapi warganya hidup dalam toleransi dan damai tanpa melihat perbedaan. Perbedaan adalah keberagaman yang memberikan harmoni yang indah.  Makanya karnaval budaya ini kami beri thema “Harmoni dalam Keberagaman”. Harmoni bukan karena sama atau setara, tapi seimbang. Kita tidak bisa menyamakan semua orang, kita tidak bisa menyeragamkan semua orang. Orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Tapi kita hidup bersaka.dalam keseimbangan. Harmoni itu seimbang, bukan sama.” Ujarnya.

Wali Kota jug mengingatkan bahwa Kota Kupang adalah miniaturnya Imdonesia, kota Kupang Miniaturnya  NTT, “kita punya semua suku disini, semua etnis dan agama. Dan kita bisa hidup puluhan tahun dalam harmoni yang begitu indah. Oleh karena itu, hari ini saya dan ibu wakil ingin merayakan harmoni itu dalam sebuah karnaval budaya. Ini pertama kalinya dalam sejarah sejak Kota Kupang ada 140 tahun. Kota-kota lain sudah punya parade budaya seperti ini. Saya dapat banyak masukan dari komunitas etnis, pak wali kami punya baju adat yang bagus-bagus dan kami mau tampil tapi tidak ada tempatnya. Mau atraksi budaya kami, kami mau kasi tunjuk atraksi dan tarian dari daerah kami tapi kami belum ada wadah yang pas agar bisa disaksikan oleh seluruh warga kota Kupang. Oleh karena itu, malam ini kami menyediakan tempat ini menjadi ajang Karnaval Budaya.” Kata Wali Kota Kupang.

Ia berharap Karnaval Budaya ini bisa menjadi warisan untuk generasi mendatang.

“Mimpi saya nanti, kedepan, siapapun pemimpinnya, mungkin bukan lagi di jaman saya dan ibu wakil, tapi ini jadi warisan yang paling indah dari kami berdua. Kami berharap dari tahun ke tahun akan semakin ramai. Malam ini diikuti hampir 50 etnis lebih. Tahun depan saya yakin pasti akan bilang kita jangan kalah dengan yang lain, tahun lalu baju kurang heboh, dan tahun depan kita lebih heboh lagi. Saya yakin tahun depan akan lebih ramai lagi. Bahkan kami punya mimpi kedepan event ini akan ditunggu warga, bahkan tiga hari sebelumnya hotel penuh. Warga dari kota,  kabupaten dan provinsi lain akan datang menyaksikan event malam budaya ini.” Kata Wali Kota bersemangat.

Wali bahkan menyebutkan dapat laporan banyak industri kreatif yang bertumbuh, mulai dari make up artis, “tadi ibu wakil bilang pak wali saya antri orang yang ke 16. Belum lagi yang sewa busana adat, jual kain tenun. Jadi bukan hanya UMKM yang hidup, tapi juga industri kreatif bertumbuh, artinya ekonomi kota Kupang juga bertumbuh.” Tambah Wali kota Kupang.

Wali Kota Kupang juga menyebutkan bahwa hari ini kita merayakan 140 tahun kota ini berdiri, dan 30 tahun kota ini menjadi otonom.

“140 Tahun bukan waktu yang singkat, tentu banyak cerita, tantangan, hambatan, tapi juga banyak harapan bagi kita semua yang pernah tinggal di kota Kupang. Oleh karena itu tidak hanya merayakan usia, tetapi merayakan sebuah perjalanan panjang,  perjuangan, keringat, airmata, kesabaran dan kebersamaan yang tiada hentinya. Oleh karena itu dari lubuk hati saya yang paling dalam saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi untuk seluruh warga Kota Kupang.” Ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga mengungkapkan malam ini Kota Kupang sebagai satu-satunya Kota di Indonesia yang menerima Penghargaan Strategic Leadership karena objektif dinilai resmi oleh Ombudsman, Mendagri dan Metro TV, ” Dilihat dari tiga indikator yakni tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka dan indeks pembangunan manusia. Ini adalah indikator yang penting untuk menggambarkan kota kita, dan kita menjadi kota terbaik di seluruh Indonesia yang bertumbuh. Ini bukan hebat kami, tapi tentu karena seijin Tuhan dan karena doa semua warga kota Kupang.” Kata Wali Kota.

Malam ini kita merayakan Otonomi Daerah yang bagi dirinya Otonomi bukan berarti kekuasaan dan kewenangan.

“Bagi kami otonomi adalah tentang menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Itulah otonomi sesungguhnya. Oleh karena itu marilah kita terus mengingat janji motto kita bersama sejak awal ‘Memerintah adalah Melayani’. Pemerintah Kota Kupang lima tahun kedepan bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tapi orang yang melayani.” Ujar Wali Kota.

Wali Kota pada akhir sambutan mengajak seluruh warga kota Kupang menjaga kota ini karena kota ini bukan saja warisan dari leluhur saja, tapi pinjaman dari anak cucu kita.

“Karena kalau barang warisan akan dipakai sekehendak hati, tapi jika pinjaman maka akan menjaga kota dengan sepenuh hati karena suatu waktu akan diminta oleh pemiliknya yakni anak cucu, generasi penerus. Kota ini bukan sekedar warisan dari leluhur kita, tapi pinjaman dari anak  cucu kita.” Tegas Wali Kota mengingatkan.

Ia juga menegaskan bahwa jika kota Kupang bercahaya hari ini maka itu bukan karena obor ditangan peminpin kota ini tapi karena nyala lilin, lampu dll di rumah tangga warga kota Kupang, lilin di lapak jualan UMKM.

“Mari kita bangun kota ini dengan semangat yang sama, karena kota ini sudah banyak yang berkorban, banyak tenaga dan keringat yang lelah bekerja, banyak cinta yang tak pernah lelah, banyak semangat yang tak pernah padam. Oleh karena itu mari kita bangun kota ini dengan satu semangat yang sama. Kita tidak hanya hidup di kota Kupang, tapi kita hidup untuk kota Kupang.” Tutup Wali Kota.

Karnaval Budaya ini merupakan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dan ditetap sebagai event tahunan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kupang  dan HUT Otonom Daerah Kota Kupang.

Dengan Karnaval Budaya ini Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang  ingin menjadikam kota Kupang sebagai Rumah Bersama yang mandiri, sejahtera, berkelanjutan dengan semboyan “Kupang Kota Kasih.”

Lewat Karnaval Budaya ini Pemkot memberikan kesempatan kepada paguyuban etnis dan budaya serta sanggar seni di Kota Kupang tetap menjaga keberagaman menjadi warna baru yang mempersatukan sebagai Bangsa Indonesia.