Tahun 2026, Berbagai Event Budaya Siap Digelar Dispar.Kota Kupang

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Berbagai Event Budaya sudah dan akan digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang tahun 2026 dalam rangka mengangkat, mempromosikan serta melestrikan budaya yang ada di warga Kota Kupang yang Multi etnis.

Lebih rinci, Kadis Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D. Gheta, ST, M.M menjelaskan (Senin, 8 Juni 2026) di ruang kerjanya,

“Kita punya Festival Budaya Kelurahan, Festival dan Karnaval Budaya Kota Kupang, Festival Koepan, Saboek, Car Free Nigth.” Jelas Josefine mengawali wawancara.

Josefine menjelaskan Festival Budaya Kelurahan sudah dilaksanakan sejak 2023 yang diselemggarakan di 51 kelurahan yang ada dalam kota Kupang.

“Dengan event ini pemerintah kelurahan diharapkan dapat mengerahkan seluruh elemen masyarakat, sanggar seni budaya, dunia pendidikan dan unsur ASN ikut berpartisipasi menyajikan berbagai sajian dan lomba bernuansa seni dan busaya NTT berupa atraksi budaya, sajian seni budaya, tari-tarian, lagu, bertutur adat, cerita legenda, fashion show kain tenun ikat budaya, serta pelibatan pelaku UMKM di kelurahan bersangkutan untuk menyajikan jajanan kuliner berbahan lokal NTT atau disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelurahan. Setiap keluarahan akan diberikan keleluasaan mengangkat thema budaya sesuai ciri khas masing-masing kelurahan.” Jelas Josefina.

Josefine menjelaskan tujuan utama Festival Budaya Keluarahan adalah untuk melestarikan tradisi lokal, memperkuat toleransi dan keberagaman, serta menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan.

Pelestarian Budaya, yakni untuk  menyelamatkan seni, budaya, dan adat istiadat etnis lokal di NTT agar tidak punah dan tetap diwariskan dari generasi ke generasi.  Penguatan keberagaman,  festival sebagai ajang perayaan toleransi dan mempererat persatuan masyarakat di tengah kemajemukan suku dan agama di Kota Kupang serta pemberdayaan ekonomi: Membuka ruang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mempromosikan produk dan meningkatkan pendapatan.” Jelasnya.

Sasaran event Festival Budaya Kelurahan  ditujukan bagi Generasi Muda (Milenial/Gen Z), untuk mendorong kaum muda agar lebih mengenal, mencintai, dan mau terlibat aktif dalam melestarikan budaya lokal.

Bagi masyarakat luas, event ini diharapkan dapat menjangkau warga tingkat kelurahan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong.

Dapat menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk menikmati kekayaan seni dan budaya khas Kota Kupang.

“Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kupang dan HUT Kota Administratif  pemkot Kupang juga menggelar event tetap setahun sekali yang diinisiasi dan baru ditetapkan pada masa pemerintahan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo dan Serena Francis yakni Festival dan Carnaval Budaya setiap tanggal 25 April. Dan pelaksanaan perdana pada 25 April 2026. Event tahunan ini digelar untuk menampilkan harmoni dari berbagai etnis yang ada di Kota Kupang.” Jelas Josefine.

Selain karnaval utama yang berpusat di Bundaran Tirosa, rangkaian acara pendukung seperti Festival Koepan juga sering digelar di area publik seperti Gong Perdamaian pada pertengahan hingga akhir bulan April.
Festival dan Karnaval Budaya Kota Kupang bertujuan untuk merayakan keberagaman etnis, melestarikan warisan leluhur, dan menggerakkan ekonomi kreatif. Karnaval ini menyasar seluruh elemen masyarakat sebagai ajang kolaborasi, ruang ekspresi budaya bagi puluhan paguyuban etnis, serta mempromosikan sektor pariwisata daerah.
Tujuan utama Karnaval dan Festival Budaya Kota Kupang adalah dalam rangka;
Merawat Keberagaman: Menjadikan keberagaman suku dan etnis di Kota Kupang sebagai kekuatan utama persatuan dalam bingkai NKRI, sekaligus mewujudkan Kupang sebagai “Rumah Bersama”.
Pelestarian Budaya: Menjadi wadah untuk melestarikan dan memperkenalkan warisan leluhur, termasuk busana adat dan tarian tradisional kepada generasi muda.
Pertumbuhan Ekonomi: Menggerakkan roda ekonomi lokal dengan memberikan ruang bagi pelaku industri kreatif, seperti perias, penyedia busana adat, perajin tenun, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Daya Tarik Wisata: Menciptakan agenda tahunan ikonik yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sasaran yang ingin dicapai yakni :
Komunitas dan Paguyuban: Hampir 50 komunitas etnis dan sanggar seni yang ada di Kota Kupang, yang diberikan ruang untuk menampilkan identitas budaya mereka secara langsung.
Masyarakat Luas: Warga Kota Kupang dari berbagai kalangan untuk meningkatkan rasa kebersamaan, rasa cinta tanah air, dan semangat gotong royong.
Pelaku Usaha: UMKM, pedagang, dan penyedia jasa pariwisata yang pasarnya dapat berkembang seiring meningkatnya jumlah pengunjung festival.
Program kerja utama Dinas Pariwisata Kota Kupang pada tahun 2026 berpusat pada perayaan budaya daerah yang diwujudkan melalui Koepan Festival dan aktivasi Saboak (Arena Taman Nostalgia). Berbagai kegiatan ini dirancang khusus untuk melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Berikut adalah rincian program kerja khusus budaya:
Koepan Festival: Berlangsung dengan tema besar “Youth In Action, Culture In Motion”. Festival ini menampilkan pameran budaya, pertunjukan musik, dan perlombaan tradisional seperti Lomba Tarian Naro yang mengangkat warisan budaya Suku Ende dengan tema “Cintai Budaya, Warisi Pancasila”.
Aktivasi Budaya di Arena Saboak: Terletak di Taman Nostalgia, kawasan ini menjadi pusat kegiatan wisata dan budaya mingguan.
“Melalui program Car Free Night dan pagelaran rutin di arena Saboak, Dinas Pariwisata menampilkan berbagai pentas seni tari, musik, dan kerajinan tradisional warga Kupang dan Nusa Tenggara Timur. [1, 2]Pengembangan Ekowisata Berbasis Komunitas: Berfokus pada penguatan kapasitas UMKM dengan menggali potensi wisata tematik serta wisata budaya yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal.” Tutup Josefine.|| jbr