Funan Banunaek: “Budaya Bukan Sekedar Seni, Tapi Berperan Dalam Pembentukan Karakter Siswa dan Peluang Income Di Masa Depan
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Kepala SMPN 13 Kupang, Funan Banunaek, S.Pd kepada media menyatakan bahwa Pembelajaran Budaya NTT di Sekolah sangat penting bagi para siswa.
Budaya, ungkap Funan, bukan hanya soal seni, bukan hanya soal sejarah sebuah suku bangsa, tapi dalam budaya ada banyak nilai positif terkandung.
“Menerapkan budaya NTT tidak lepas dari unsur seni, tapi budaya juga merupakan kebiasaan hidup, cara berpikir, pola hidup dalam mengolah alam, hubungan sosial dan kepercayaan suku bangsa di suatu daerah yang diwujudkan dalam bentuk aturan tertulis dan tidak tertulis, faham, mitos, cerita, legenda, dalam bentuk pakaian, kerajinan, dalam bentuk gerakan seni tari, seni suara dan adat kebiasaan atau tradisi bahkan jenis kuliner. Budaya dalam kehidupan manusia menjadi ciri suatu daerah yang akan diwariskannsecara turun temurun.” Terangnya.
Di dunia pendidikan, lanjutnya, Seni dan Budaya dipelajari dalam bentuk mata pelajaran yamg dipraktekkan dalam bentuk kegiatan wajib atau ko kurikuler dan pilihan atau ekstra kurikuler.
Khusus seni budaya, para siswa SMPN 13 Kupang, sesuai kurikulum sekolah, untuk kegiatan wajib atau ko kurikuler diwujudkan dalam bentuk praktilum seni dan budaya (tarian, seni suara, fashion show tenun ikat NTT, dll).
Sementara kegiatan pilihan ekstra kurikuler siswa diberikan kebebasan memilih jenis kegiatan seni budaya yang ingin dilakukan.
Menurut Funan, tujuannya sejalan dengan program pemerintah untuk mengangkat, mengembangkan, mempromosikan dan melestarikan Budaya NTT.
“Tujuannya adalah agar siswa lebih mengenal dan mencintai budaya NTT, serta mempromosikannya, serta memberi ruang berkreasi bagi siswa.” Terangnya.
Selain itu, menurutnya, Budaya juga berperan penting dalam pembentukan karakter para siswa. “Karena dalam budaya terkandung banyak nilai positif yang dapat membentuk karakter siswa.”cetusnya tersenyum.
Lebih jauh, menurutnya, budaya yang diwujudkan dalam praktikum ko kurikuler dan ekstra kurikuler juga dapat menjadi pilihan profesi di masa depan yang bernilai ekonomi.
“Pihak sekolah tentu sangat mendukung program pemkot.Kupang dalam promosi Budaya NTT yakni event tahunan Karnaval dan Festival Budaya Kota Kupang, Festival Budaya Kelurahan, Koepan Fwstival, Saboak, dll dengan mempersiapkan anak sesuai bakat dan kemampuan di bidang seni dan budaya untuk mengisi acara di event-event budaya tersebut.” Sebutnya pasti.
Sekolah juga mempersiapkan siswa mengikuti program mempromosikan Budaya NTT yang digelar oleh Pemkot.Kupang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yaitu Lomba Paduan Suara dan Lomba Menari. “Namun untuk program Lomba Paduan Suara pada Juli 2026 ini SMPN 13 Kupang tidak ikut karena kendala internal.” Imbuhnya.
Sebagai kepala sekolah, Funan melihat pentingnya pembelajaran seni budaya lokal bagi para siswa karena memberi dampak bagi promosi budaya serta pembentukan karakter para siswa sejak dini dari dunia pendidikan.
Dalam masa kepemimpinannya, Funan bahkan memprogramkan budaya NTT bisa diperkenalkan dan dipromosikan lewat literasi atau Cerita Rakyat dengan menggunakan teknologi AI sehingga lebih menjangkau masyarakat luas.
“Jika kita ingin budaya NTT lebih dikenal, kita harus membuat terobosan baru sesuai perkembangan jaman yakni menggunakan teknologi AI yaitu Cerita Rakyat NTT dengan AI. Tujuan dan harapannya, kekayaan budaya NTT akan makin menarik, mudah dan cepat diakses dan dicerna lewat sebuah cerita.” Jelasnya
Diakhir wawancara, Funan Banunaek berharap pemerintah memberikan ruang lebih bagi sekolah untuk mengembangkan budaya, lebih dari sekedar penerapan mata pelajaran, “Karena terbukti budaya bukan sekedar hiburan dengan menikmati nilai seninya saja, tapi bisa membentuk karakter manusianya, bahkan dapat menjadi profesi entertainment dan bisnis di masa depan.|| jbr