Yusak Ola Sebut Penerapan Seni Budaya di Sekolah Penting Dalam Pembentukan Karakter Siswa

Kupang, TopNewsNTT.Com||Penerapan Seni Budaya di sekolah sangat penting dalam pembentukan karakter para siswa. Apalagi jika dilaksanakan mulai usia dini sejak jenjang pendidikan dasar. Hal ini dinyatakan oleh Yusak Ola,S.Pd, Kepala SMPN 4 Kupang, kepada media ini pada (Kamis, 4/6/2026).

Karena dampak positif tersebut, maka di SMPN 4 Kupang, mata pelajaran Seni Budaya diterapkan dalam bentuk teori dan praktek yang dikemas berbagai kegiatan.

“Bagi para siswa kelas 9 pelaksaannya saat ujian sekolah secara bersama untuk 6 matpel tujuannya untuk pemetaan di tingkat kota, tapi untuk 4 empat matpel yakni Seni Budaya, Prakarya, Agama dan Olah Raga, sekolah diberikan kewenangan untuk pelaksaannya di sekolah. Maka kami sepakat khusus untuk SenBud dan Prakarya dilaksanakan dalam bentuk ujian praktek seperti tarian tradisional NTT sesuai dengan daerah masing-masing.” Jelas Yusak yang sebelumnya menjabat Kepala SMPN 13 Kupang.

Untuk kelas 7 dan 8 sekolah memilih kegiatan Ko Kurikuler yang dilaksanakan pada akhir semester. Dan saat ini sudah dilakukan  kegiatan sumatik pada akhir semester pada tanggal 18-25 dan disepakati isi kegiatan dengan menampilkan budaya NTT. Ini hari kedua bagi SMPN 4 Kupang, tampilkan tarian massal dari salah satu daerah misalnya Tebbe atau Ja’i yang ditampilkan secara kolaborasi.

“Prinsip yang kami tanamkan ke siswa disaat mempraktekkan kegiatan seni budaya NTT berupa apapun harus dilaksanakan dengan mengutamakan rasa agar indah dan itu bagian dari pembentukan karakter siswa juga. Ketika kita memerankannya dengan rasa, maka karakter siswa akan terbentuk lewat rasa cinta dan keindahan seni tersebut. Itu nilai-nilai yang kami harapkan dapat diserap oleh siswa. Jadi seni dan budaya penting dipelajari dan dipraktekkan di sekolah karena banyak nilai positif.” Ujarnya.

Yusak menekankan pentingnya seni budaya diterapkan di sekolah salah satunya juga untuk menimbulkan kecintaan terhadap seni budaya ditengah pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan dasar negara Indonesia. Seni dan budaya akan memberi dampak postif bagi kepribadian anak bangsa.

Selain itu juga dalam rangka mendukung program pemerintah lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dalam hal peleatarian dan promosi budaya.

“Dengan teori dan praktek matpel Seni Budaya siswa akan sejak dini mengenal, timbul rasa cinta akan seni budaya tradisional asli NTT. Kegiatan praktek di sekolah atau  dalam mendukung acara-acara di luar sekolah misal pada Festival Budaya Kelurahan sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemkot.Kupang, itu juga sebagai ajang promosi. Karena diajarkan, dilatih dan dipraktekkan sejak kecil maka secara  otomatis mewariskan ke generasi muda. Praktek seni budaya juga dapat membentuk karakter anak menjadi lebih baik, sesuai nilai yang terkandung dalam seni dan budaya NTT ” jelasnya lagi.

Selain itu, pembentukan karaktel dna mental siswa menjadi lebih baik juga dilakukan lewat penerapan  budaya sambut, senyum sapa setiap pagi yang wajib dilakukan oleh para guru terhadap seluruh siswa dimulai dari pintu gerbang.

Budaya pungut sampah demi menjaga kebersihan lingkungan sekolah setiap saat bukan hanya oleh petugas piket.

“Kami memulai dari kepala sekolah dan para guru sebagai teladan utama, dan otomatis para siswa ikut melakukannya.” Jelasnya.

Selain itu dalam rangka pembinaan karakter juga ada kegiatan pramuka.

Yusak yang belum sebulan menjabat kepala SMPN 4 Kupang mengatakan buku pelajaran Seni Budaya tentang Budaya NTT diakuinya belum mendalam tapi sekolah diberikan kewenangan mencari materi tambahan terkait seni budaya NTT sebagai buku pendamping matpel Seni Budaya.|| jbr