Anita Jacoba Gah Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Dalam Bentuk Diskusi Kelompok dan Kuis Berhadiah
Kupang, TopNewsNTT Com||MPR dan DPR RI kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di seluruh Indonesia. Dan di NTT melalui anggota DPR RI Anita Jacoba Gah Dapil NTT, Komisi X, Fraksi Partai Demokrat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika bertempat di Gedung Aula Jemaat GMIT Kota Kupang (Sabtu, 25 April 2026). Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta berasal dari pemuda/i Jemaat GMIT Kota Kupang, Kader Posyandu dan jemaat.
Anita Jacoba Gah adalah Anggota DPR RI Komisi X mewakili provinsi NTT dan saat ini masa jabatan periode ke-5 (25 Tahun sejak 2004-2029).
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kali ini lebih menarik karena dibuat dalam bentuk penggalian materi empat pilar dengan diskusi kelompok dan tanya jawab berhadiah (kuis) yang hadiahnya Rp1 juta per kelompok. Terbentuk 4 kelompok peserta yang semuanya pemuda-pemuda gereja.
Dalam penjelasan materi Empat Pilar Kebangsaan, Anita menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Dan ia memilih kelompok muda karena mereka adalah tiang negara, generasi penerus bangsa.
“Saya lebih memilih pemuda sebagai sasaran sosialisasi karena pemuda adalah generasi muda yang butuh harus diberi pengetahuan, pengenalan akan Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD’45, NKRI dah Bhineka Tunggal Ika. Apalagi gereja GMIT Kota Kupang adalah jemaat yang tertua di Nusa Tenggara Timur, dan pasti akan menjadi perhatian.” Ujar Anita
Anita mengatakan kaum muda sangat penting memahami dan mengenal Empat Pilar Kebangsaan karena kondisi di negeri ini sudah makin tidak benar. Korupsi merajalela, hukum yang dipermainkan, diperjualbelikan.
“Empat Pilar Kebangsaan yang sesungguhnya apabila empat pilar tersebut menopang bangsa kita. Apalagi bagi kalian sebagai pemuda-pemudi sebagai pemuda hidup Kristen hidup di dalam iman Kristen. Jadi menjadi pemuda Kristen, jadilah pemuda Kristen yang bertanggung jawab bukan hanya asal bertumbuh, bergaul tapi tidak pernah memikirkan mengapa bangsa ini semakin aman dan nyaman sampai saat ini.? Karena Empat Pilar Kebangsaan menjaga bangsa ini. Jika seluruh masyarakat memahami dan melaksanakan nilai dari Empat Pillar Kebangsaan maka negara ini akan aman.” Tegas Anita.
Anita mengingatkan bagi dirinya generasi muda adalah pewaris masa depan bangsa dan negara.
“Kaum muda akan mewarisi tanah air, tetapi juga harus bertugas menjaga, memperkuat dan mengembangkan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, jika sosialisasi ini nanti diabaikan atau sifatnya hanya formalitas saja kalian hanya datang untuk ikut ramai maka saya pastikan kalian akan beresiko kehilangan pegangan Ideologi Negara, akan lebih mudah dipengaruhi oleh paham yang tidak sesuai dengan Empat Pillar Kebangsaan.” Tegas Anita mengingatkan.
Anita juga mengingatkan kondisi jaman ini karena perkembangan teknologi, digital sering terjadi hal yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar, yang jauh dari dekat, yang dekat dari jauh.
“Nah empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD’46, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika memberikan kerangka yang jelas bagi kaum muda untuk memahami isi empat Pilar Kebangsaan bagi dirinya sebagai warga negara Indonesia. Pancasila ada hubungannya dengan nilai ke-Tuhanan yang ada hubungannya dengan iman Kristen. Jangan hanya jadi Kristen, tapi imannya enggak bertumbuh, jangan jadi orang Indonesia tapi tidak pernah mau mengembangkan atau melaksanakan empat pilar kebangsaan. Contohnya Pancasila, sebagai panglima tertingga Empat Pilar Kebangsaan memberikan kerangka yang jelas sebagai pemuda untuk memahami siapa dirinya sebagai warga negara Indonesia. Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang sosial bukan alasan untuk saling bertentangan, tetapi justru menjadi sumber kekayaan dan kekuatan.” Ujar Anita.
Melalui sosialisasi ini, Anita berharap kaum muda bisa belajar untuk menghargai keberagaman. ” Tidak menjadi pemuda yang fanatik serta tidak menjadi pengguna media sosial dan teknologi yang mudah terprovokasi oleh konten-konten media sosial yang bisa memecah belah persatuan dan rasa cinta kebangsaan.
Anita mengingatkan bahwa Undang-Undang 1945 menjadi acuan penting bagi kaum muda untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. “Jadi jangan hanya sekedar tahu ada Undang-Undang Dasar tapi tidak pernah tahu isinya apa dan tidak pernah tahu kalian apa hak dan kewajibannya atas pendidikan yang layak. Hanya dengan undang-undang kita punya hak dapat perlindungan hukum dan juga kebebasan berekspresi, tetapi sekaligus Pemuda pun memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan menghormati aturan aturannya.” Tegas Anita.
Anita mengingatkan semua warga negara Indonesia bertanggung jawab dan harus memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan bangsa serta menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.
Ia berharap sosialisasi ini memberikan informasi yang benar dan tepat tentang Pancasila, UUD’45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika danengamakkan nilai-nilainya dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa.
Hal ini sangat penting untuk mencegah masuknya hal-hal yang akan memecah belah kesatuan Indonesia. Anita berpesan jika didalam kehidupan bersosialisasi menemukan hal-hal yang menyimpang dapat berbicara.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia MPR RI dengan tujuan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai dengan semangat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.
Untuk menggali nilai-nilai yang terkandung didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara.
Melalui sosialisasi diharapkan peserta dapat memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Majelis GMIT Kota Kupang Pdt Olvi Mata Mooy, S Th dalam sambutannya berharap lewat sosialisasi ini dapat memperkuat pondasi berbangsa dan bernegara
“Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekedar slogan tapi merupakan rumah bersama yang memungkinkan untuk salah satunya kita bisa hidup dengan damai, hidup beribadah dengan benar, melayani dengan bebas, tapi juga hidup berbangsa dalam kasih dengan sesama, hidup berdampingan dalam kasih dengan sesama yang berbeda-beda agama Apalagi kita di bagian kota Kupang kita hidup berdampingan dengan berbagai-bagai agama, tapi.kita mampu untuk menjaga ketentraman dan kenyamanan.
Pendeta Olvi berharap semua pengetahuan hari ini dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Anita Jacoba Gah juga menyerahkan langsung sumbangan Rp10 juta rupiah bagi pelayanan Jemaat GMIT Kota Kupang.|| jbr