Undana Terjunkan 1.515 Mahasiswa KKN Tematik ke 7 Daerah, Luncurkan Aplikasi Presensi SI-PEKKA
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi merampungkan pembekalan intensif bagi 1.515 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Periode Alih Semester Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tatap muka yang digelar di Grha Auditorium Undana, Kupang, pada Selasa (23/6/2026) tersebut menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mengimplementasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam KKN periode ini, LPPM Undana menerapkan pendekatan khusus yang dirancang berbasis tematik sesuai dengan potensi dan peta kerentanan wilayah strategis. Dengan berpedoman pada buku panduan teranyar, ribuan mahasiswa yang diterjunkan tidak lagi sekadar berorientasi pada penyelesaian program kerja formalitas, melainkan diwajibkan membawa perubahan dan dampak konkret yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat desa.
Fakultas Sains dan Teknik Dominasi Barisan Pengabdian
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., dalam sambutannya menekankan agar mahasiswa mampu mengubah paradigma berpikir saat turun ke lokasi pengabdian. Mahasiswa diminta untuk melihat dan membedah setiap persoalan dari sudut pandang dan kacamata masyarakat setempat, bukan berdasarkan ego teoretis dari dalam ruang kelas kampus.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si.,
“Kontribusi dari tiap-tiap program studi yang berbeda akan melengkapi segala kebutuhan yang ada di masyarakat. Kelompok KKN sengaja dirancang multisektoral agar latar belakang pendidikan yang beragam ini bisa saling mengisi dan menjawab kebutuhan riil di daerah tersebut,” pesan Prof. Annytha.
Secara demografis, total 1.515 peserta KKN Alih Semester ini berasal dari delapan fakultas di Undana. Fakultas Sains dan Teknik (FST) menempati urutan tertinggi dengan mengirimkan 413 mahasiswa, disusul Fakultas Pertanian (246 mahasiswa), Fakultas Kesehatan Masyarakat (236 mahasiswa), serta Fakultas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan (234 mahasiswa). Selanjutnya, kontribusi disokong oleh Fakultas Hukum (182 mahasiswa), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (157 mahasiswa), Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (42 mahasiswa), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (5 mahasiswa).
Gunakan Aplikasi SI-PEKKA dan Proteksi Penuh BPJS Ketenagakerjaan
Untuk mengoptimalkan jangkauan program, ribuan mahasiswa tersebut didistribusikan ke dalam beberapa skema KKN tematik khusus dan reguler. Sebanyak 60 mahasiswa masuk dalam Program KKN Tematik Kolaborasi Pemprov NTT, 30 mahasiswa bergabung dalam Tim KKN Kolaborasi UGM di perbatasan, 100 mahasiswa memperkuat KKN Tematik Infrastruktur Kementerian PUPR, dan 410 mahasiswa diterjunkan pada KKN Tematik Gentaskin LLDIKTI. Sementara itu, 915 mahasiswa lainnya tergabung dalam KKN Berdampak Reguler yang disebar di tujuh wilayah strategis, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Ngada.
Kepala LPPM Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D.,
Selama pembekalan, para peserta dibekali materi taktis dari para pakar. Kepala LPPM Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., membawakan materi seputar strategi pemanfaatan potensi wilayah untuk menggenjot perekonomian warga desa. Sementara itu, metode pemetaan masalah dan pencarian solusi desa dibedah oleh Prof. Dr. Yantus Aristarkus B. Neolaka, S.Pd., M.Si.
Aspek kedisiplinan dan keselamatan kerja juga menjadi prioritas baru dalam KKN periode ini. Pihak universitas resmi memperkenalkan SI-PEKKA (Sistem Presensi Peserta KKN Berdampak), sebuah aplikasi presensi digital berbasis lokasi yang dipaparkan oleh Hawu Yogia Pradana Uly, S.Kom., M.Kom. Selain itu, guna mengantisipasi risiko kecelakaan di lapangan, Undana menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan proteksi asuransi penuh bagi seluruh mahasiswa selama menjalankan masa bakti di pelosok NTT.
Ir. Markus Sinlae, M.Sc. Ag. (kiri) dan Kepala LPPM Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., (Kanan)
KKN Tematik demi Memotong Praktik Proker Formalitas di Desa
Revolusi format KKN Undana menjadi “KKN Berdampak” yang diintegrasikan dengan aplikasi SI-PEKKA dan proteksi asuransi ketenagakerjaan membawa dampak perubahan yang signifikan bagi pola pengabdian masyarakat di NTT. Selama bertahun-tahun, program KKN mahasiswa sering kali dicap miring oleh warga desa sebagai agenda “liburan berkedok pengabdian” yang hanya menghasilkan luaran fisik superfisial, seperti pembuatan pagar pembatas atau tugu selamat datang desa.
Melalui pendekatan tematik yang disinkronkan dengan instansi vertikal (PUPR, LLDIKTI, dan Pemprov), Undana menggeser program kerja mahasiswa ke arah penyelesaian isu struktural regional, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, stunting, dan pembenahan infrastruktur sanitasi.
Para peserta KKN mengikuti kegiatan pembukaan pembekalan KKN
Penggunaan aplikasi SI-PEKKA memastikan mahasiswa benar-benar hadir secara fisik dan disiplin di lokasi. Imbasnya, desa-desa di tujuh kabupaten/kota sasaran tidak lagi sekadar menjadi objek penelitian yang ditinggalkan setelah nilai akademik keluar, melainkan mendapatkan injeksi teknologi, pemikiran ahli, dan solusi ekonomi berkelanjutan dari kampus terbesar di NTT ini. (**)
sp.hms.undana
(Hec)