Tarian Massal Ja’i Meriahkan Festival Seni Dan Budaya Kelurahan Liliba

Seni Budaya Warta Kota

Liliba-Kupang, TopNewsNTT|| Tarian yang diikuti secara massal oleh Penjabat Wali Kota Kupang George M.Hadjoh, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pariwisata, para Camat, para lurah, ASN kecamatan, kelurahan, peserta lomba dan UMKM serta masyarakat meriahkan Festival Seni danĀ  Budaya bertajuk “Flobamora” yang digelar oleh panitia Festival Kelurahan Liliba di Lapangan Sabaat di RT 3 dan 10 pada pukul 18.55 wita sore (Senin, 14/8).

Ket video : Penjabat Wali Kota Kupang George.M.Hadjoh bersama para pimpinan OPD, Camat dan Lurah larut bersama masyarakat kelurahan Liliba menarikan Tarian Massal Ja’i pada Pembukaan Festival Seni dan Budaya Kelurahan Liliba (Senin, 14/8) di Lapangan Sabaat.

Barisan Ja’i mengelilingi lapangan bertanah merah ini sambil meliukkan tubuh, kaki dan tangan dengan ceria dengan iringan musik Ja’i dari speaker-speaker besar yang ditata di depan samping kiri dan kanan podium.

Lurah Liliba Victor Makoni,S.Sos kepada media menjelaskan alasan memilih Ja’i sebagai tarian bersama karena tarian ini selain sudah menjadi tarian wajib di acara-acara adat, seremonial budaya dan masyarakat, tarian ini melibatkan banyak orang yang bisa berasal dari etnis beragam di NTT yang bersatu dalam gerakan yang sama dan iringan lagu tradisional yang menyemangati. Banyak orang dari berbagai suku, agama, ras bersatu dalam gerakan yang bersama yang seragam seperti persatuan Indonesia dalam beragam perbedaan menjadi NKRI.

“Dan ini sesuai dengan fakta multi etnis masyarakat di kelurahan Liliba yang menjadi konsep Festival seni dan budaya tahun 2023 yakni “Flobamora. Kita berbeda dalam banyak tapi satu dalam cita-cita dan tujuan yakni membangun Indonesia, membangun NTT, membangun kota Kupang. ” Jelas Lurah Viktor.

Nampak dalam pantauan media, rombongan penari massal Ja’i ini berupa warna pakian, dan beragam etnis. Namun tenun ikat Alor mendominasi, mengular mengelilingi lapangan walau bertanah merah dan tidak benar-benar rata, masih ada nampak batu-batu kecil dan pokok pohon yang dipotong rendah di tanah dna suasana mulai malam tidak mengurangi keceriaan mereka mengikuti gerakan pemandu tari.

Suara musik pun tak kalah membangkitkan semangat dari sound sistem yang terpampang mega menggetarkan tenda utama dan jantung setiap orang yang ada di sekitar lapangan.|| jbr