Sampah dan Pengendalian Harga Pasar Jadi Topik Utama Coffee Morning antara Pemkot Kupang dan Media

  • Bagikan

KOTA KUPANG, TOPNewsNTT||Penanganan Sampah dan Pengendalian Harga Pasar jelang Nataru jadi materi diskusi antara Pemkot Kupang dan awak media dalam coffee morning bersama pimpinan OPD dan media di aula rujab walikota Kupang (Jumat, 2/12).

Diakui  Pj Walikota Kupang Geroge Hadjoh, untuk mencapai pembangunan maksimal di kota Kupang dalam semua sektor butuh kolaborasi semua pihak.

Awali coffee morning, Pj.Walikota menyebutkan bahwa pelaksanaan beberapa agenda kerja di berbagai sektor di pemerintahan termasuk selesainya masa sidang penetapan RAPD Kota Kupang tahun 2023 berkat dukungan semua pihak, terutama media yang sudah mengedukasi masyarakat lewat penyebaran informasi timbal balik dari masyarakat ke pemerintah dan sebaliknya maka pertemuan dengan media harus dilaksanakan sebulan sekali.

Pj.Walkot  menyebutkan TPID Kota Kupang berhasil kendalikan laju inflasi di kota Kupang yang sempat naik 7,03 persen di Oktober 2022, tapi pada November ini turun jadi 6,74 persen.

“Jelang Nataru hari ini kita lakukan sidak harga sembako di beberapa pasar dan gudang distributor di kota Kupang. Tapi selama ini kita sudah lakukan operasi pasar sembako dan minyak tanah untuk kendalikan harga.” Jelasnya.

Agar jangan terjadi lonjakan harga telur dan ayam akibat stop terbatas, pemkot sudah lakukan kerja sama dengan pemda Jatim dalam hal ini Kediri, Blitar dan Surabaya sebagai produsen dan pemasok telur dan ayam.

Pemkot juga sudah mengirim orang muda berpendidilan S1 peternakan dan pemuda beberapa lembaga agama Kristen, Katholik dan  Muslim ke tiga wilayah di Jatim yakni Surabaya, Kediri dan Blitar untuk belajar bagaimana mamagemen disana agar jangan terjadi kelangkaan di Kota Kupang.

Keberhasilan yang sedang berproses dalam upaya mewujudkan Kota Kupang yang bebas sampah lewat Gerakan Masuk Got, Gerakan Pungut Sampah, Lomba Kebersihan dan penataan managemen penanganan sampah dari hulu hingga hilir yakni merubah fungsi Tempat Pembuangan Akhir menjadi Tempat Pengolahan Sampah berkat dukungan media yang tiada lelah edukasi masyarakat lewat pemberitaan.

“Saya minta semua pihak yakni ASN, masyarakat, termasuk media, bisa menjadi  fasilitator kebersihan dan  agen perubahan untuk memotivasi masyarakat menjaga kebersihan. Upaya edukasi dan penyadaran akan pentingnya penanganan sampah kami lakukan dengan gelar berbagai lomba baik di tingkat pemerintahan dari rt, rw, kelurahan, kecamatan dan instansi. Bahkan saat ini restoran dan hotel juga ingin diadakan lomba antar mereka. Kita akan terus lakukan penyadaran bagi semua pihak. Saya minta ASN, birokrasi  dan media jadi fasilitator dan agen kebersihan agar kota jadi bersih.” Tukasnya mengajak.

Ia menegaskan gerakan turun pungut sampah akan terus dilaksanakan bagi ASN bahkan seminggu akan 4 x turun ke titik-titik locus sampah yakni Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu.

Dukungan media juga diapresiasi Pj.Walkot terhadap suksesnya penyelenggaraan sidang pembahasan dan penetapan anggaran murni 2022/23 publikasi dan ikut mengawasi jalannya sidang sehingga sudah selesai dengan baik.

“Saya berterima kasih atas semua informasi oleh media dari semua sektor baik regulasi, infrstruktur, kebutuhan masyarakat, sehingga bisa diangkat ke media dan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang memberi solusi. Keberhasilan di kota ini berkat kerja kolaborasi, dan penyebaran informasi menjadi penting.”cetusnya.

Lewat coffee morning ini pj walkot masih terus berharap buah pikiran, usul, saran, ide, kritik yang membangun kota Kupang dari segala sektor.

Dalam ruang diskusi dan tanya jawab  media mengungkap beberapa kondisi di masyarakat yang masih belum berjalan sesuai dengan target baik sampah dan menyorot kantor-kantor pemerintah yang masih banyak sampah teritama sampah plastik, jalan yang rusak, lampu jalan.

Pj info sebut terkait ganti rugi SPAM Kali Dendeng yang belum dibuat oleh pemkot dan ia menyesalkan belum peroleh info sebelum sidang penetapan anggaran murni 2022/2023 tapi akan jadi catatan ke depan.

Untuk keluhan jalan dan drainase yang belum sempurna kembali George  minta informasi disertai  foto, serta data status jalan rusak tersebut apakah jadi kewenangan pemerintah kota, provinsi atau jalan negara. Agar dicari solusi yang tepat sasaran dalam penangangannya.

“PAD kita Rp197 m dan banyak hal yang dibiayai karena itu kebutuhan yang diangkat  akan di usulkan dalam penganggaran berikut atau daftar tunggu. Untuk membangun kota Kupang butuh kerja kolaborasi.” Ujar Geroge.|| juli br

  • Bagikan