RUPS dan RUPS LB Bank NTT Putuskan: Penambahan Penyertaan Modal Pemprov.NTT Rp30 M, Juni Penyaluran KUR dan Perubahan Struktur Direksi dan Komisaris
Kupang, TopNewsNTT.Com|| PERSERODA Bank NTT memggelar Rapat Umum Pemegang Saham dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS dan RUPS LB) di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Minggu, 24 Mei 2025 yang dimulai dari siang pukul 13.00 wita dan selesai pada pukul 22.00 wita malam.
Kepada awak media, Gubernur NTT, Emanuel Melkiedes Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali usai mempimpin RUPS dan RUPS LB tahun 2026, didampingi para pemegang saham, komisaris dan direksi baik dari Bank NTT dan Bank Jatim menjelaskan hasil RUPS dan RUPS LB yakni selain menerima laporan pertanggungjawaban dari direksi dan komisaris, tapi juga memutuskan beberapa point untuk memajukan PERSERODA Bank NTT ke depan.
Adapun keputusan RUPS antara lain, besaran deviden sama dengan tahun 2025 yakni sebesar Rp151 Milyar yang akan dibagi kepada seluruh pemegang saham sesuai porsi penyertaan modal yang diberikan.
RUPS menyepakati baik Bank NTT maupun Bank Jatim harus bersama ikut mendukung program prioritas provinsi dan kabupaten kota se-NTT.
“Jadi direksi Bank NTT, para Komisris dan direksi sudah sepakat untuk minimal mendukung program pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota minimal melaksanakan satu program kerja pemprov dan kabupaten kota. Dan secara umum RUPS Tahunan berlangsung dengan konsultif dan dialognya sangat bagus dan kita mengecek satu-satu parameter di Bank NTT baik dari segi aset, pengembangan bisnis dari berbagai aspek dan diskusinya berlangsung baik dan sangat memahami isi perut perbankkan ini dan sebagai pemegang saham kami masing-masing bisa memahami peran dan tanggungjawab kami masing-masing.” Jelas Melky.
Sementara RUPS LB memutuskan perubahan komposisi 7 direksi dan 5 komis, bahwa sesuai dengan konsultasi dan hasil rekomendasi OJK, maka AD/ART disesuaikan komposisinya dari yang sebelumnya 7 direksi dan 5 komisaris, menjadi 5 direksi dan 3 komisaris.
RUPS LB memutuskan berdasarkan hasil rekomendasi OJK, maka jabatan Direktur Kepatuhan yang selama ini dipegang oleh Chris Adu, telah diberhentikan dengan hormat dalam RUPS LB tersebut. Dan sesuai surat rekomendasi OJK yang menyatakan bahwa yang lulus tes OJK adalah ibu Reti dari Bank Jatim, maka sudah disetujui dalam RUPS LB bahwa ibu Reti menjadi Direktur Kepatuhan menggantikan Chris Adu dan akan dilatik Selasa, 27 Mei 2026 pukul 17.30 wita.
RUPS LB juga mengusulkan komisaris karena satu calon komisaris yang diusulkan ke OJK tidak diterima, karena satu dan lain hal sudah sepakat mengajukan Rita Wuisan sebagai calon Komisaris Independen untuk melengkapi Komisaris dari Bank NTT.
Selain itu RUPS LB menyepakati perubahan status badan hukum Bank NTT menjadi PERSERODA sesuai dengan rekomendasi dan aturan Kemendagri dan sesuai hasil konsultasi Pemprov, DPRD Provinsi dan Kemendagri.
RUPS LBÂ sepakat penambahan dana penyertaan modal yakni dari Kabupaten Malaka sebesar Rp5 Milyar, Kabupaten Alor Rp3 Milyar dan Pemerintah Provinsi sebesar Rp30 Milyar.
RUPS LB juga sepakat penggunaan Imbran atau penggunaan diluar uang yaitu tanah dan lain sebagainya, yang terkaitan dengan kebutuhan bank pun bisa masuk sebagai bagian dari penyertaan modal Bank NTT.
Prinsipnya diskusi berjalan sangat baik dan sangat senang karena dengan diskusi yang terbuka membuat kami yakin perkembangan bank NTT kedepan akan jauh lebih baik.
“Kami juga mencek rencana bisnisnya dan pencapaian keuntingan di tahun ini dan tahun-tahun ke depan dipaparkan juga dengan terbuka oleh direksi, komisaris Bank NTT dan semua kepala daerah sudah bersepakat untuk bersama-sama membesarkan Bank NTT dan semakin berkontribusi untuk menyiap Rp350 Milyar dana KUR yang terbagi untuk pekerja migran Indonesia Rp50 Milyar dan Rp300 Milyar untuk Ultra Mikro dan UMKM.Jadi silahkan bagi Pekerja Migran dan seluruh masyarakat NTT yang nemiliki usaha-usaha produktif silahkan berkonsultasi dengan Bank NTT.” Jelas Gubernur Melki.
Gubernur NTT menyakinkan bahwa Dirkep yang baru Reti adalah bankir yang sudah 30 tahun berkarir di Bank Jatim sehingga dipastikan bisa diharapkan memajukan PERSERODA Bank NTT.
Sementara itu Dirut Bank NTT Charlie Paulus kepada media menjelaskan bahwa dengan keputusan tersebut, ia berharap kinerja Bank NTT makin baik.
Pembagian deviden tahun 2026, jelas Charlie besaran yang dibagi kepada para pemegang saham sama seperti tahun 2025 yakni Rp151 Milyar sesuai porsi atau besaran sahamnya.
Laba Bank NTT tahun 2025 diakui Charlie berada di bawah target, tapi akan dijaga berada pada Rp49 Milyar.
Selentara untuk penyaluran KUR dipastikam akan dikucurkan pada awal Juni 2026.
“Kita sudah ready semua, tinggal konek sama Kemenkeu saja. Karena Bank NTT sejak 2019 tidak menyalurkan KUR maka sekarang ini kita harus start dari awal lagi yakni register lagi dan konek sistemnya dan lain-lain. Plafon pinjaman bagi Ultra Mikro Maksimal hingga Rp500 juta dan Rp100 juta bagi UMKM. Sementara jenis usaha yang produktif.” Jelas Charlie.