PKK dan Dekranasda NTT luncurkan Mie Instan B’pung Mie Bahan Singkong dan Kelor Untuk Atasi Stunting dan Gizi Buruk

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT|| Dekranasda NTT meluncurkan 4 varian mie berbahan singkong atau ubi kayu dan kelor, serta kecap berbahan gula merah untuk atasi masalah stunting,  sosialisasikan kelor dalam bentuk produk olahan modern.

“PKK dan Dekranasda kolaborasi sama bunda 3 untuk peningkatan sdm atasi gizi buruk dan stunting. Dan hal utama untuk atasi kedua masalah diatas adalah asupan dan kami kedepankan penggunaan kelor. Berupa serbuk dan teh celup kelor selama 2022 umkm binaan sejak Juli-Oktober dengan anggaran Rp20 M. Rp 10 M untuk kacang-kacangan dan lain-kain fan untuk Rp10 M untuk produksi kelor. Kami berdayakan anak muda dan ibu rumah tangga sejak masih produksk mentah dari tanam sampai “koru” sampai buat tepung dengan oenghasilan 2 juta dan pengusaha.” Jelas Juli Laiskodat.

Kami arahkan sekda untuk menggerakkan umkm di NTT dan akan saya perjuangkan lewat jalur DPR RI karena tahun depan sudah tidak ada anggaran bagi kami.

Kami lihat anggaran PMT anggarannya mikyaran rupiah dan di NTT bahan lokal NTT sangat bergizi dan kami ingin PMT bahan lokal NTT (kelor) bisa masuk program PMT Nasional.

Menteri saat ke NTT sudah singgung kelor NTT dan akan saya dorong.

Di perpustakaan ada dana untuk ibu hamil dan menyusui dengan pemberian makanan tambahan dengan pangan lokal kami minta serbuk kelor dari NTT jangan dari provinsi lain. Itu jatingan yang kami buka agar substine.

Kami mau launcging hari ini produk untuk persiapkan masyarakat NTT hadapi masa gelap resesi pangan 2023 untuk abtasipasi jika terjadi kekosongan distribusi dari luar negeri.

Salah satu bahan dasar mie yakni gandum yang terbanyak datang dari Ukraina dan saat ini Ukraina sedang terlibat perang. Dan otomatis rantai distribusi gandum sebagai bahan utama mie akan terganggu bahkan terputus. Sehingga Bunda 2 Fransidca Djogo menginisiasi pembuatan mie berbahan singkong yang berlimpah di NTT menjadi bahan pangan lokal.

Jadi Bunda 2 sudah membina dan membuka lahan puluhan hektar untuk tanam singkong sehingga stok  singkong keringa sebagai bahan pembuatan mie tersedia dari NTT. Walau madih diproduksi di luar NTT tapi dipastikan bahan dasarnya singkong dan kelor.

Hal ini dinyatakan Bunda 1 Julie Laiskodat didampingi Bunda 2 Fransisca Djogo kepada Media di Aula Dekranasds NTT (Jumat, 30/12) saat melaunching produk mie instan berbahan singkong dan kelor.

Berbahan singkong dan kelor mie goreng spesial dan mie kuah soto berbahan singkong dan kecap berbahan gula murah dengan nama B’pung Mie untuk cegah stunting.

Ada 4 macam mie yakni original ayam bawang dan oroginal mie soto, original mie kuah kari dan mie goreng spesial yang keduanya berbahan singkong dan kelor, serta kecap dibuat dari gula merah.

Bunda 2 Fransisca Djogo sebagai pembina UMKM ini  menjelaskan mie berbahan singkong dan kelor serta kecap gula merah ini glutten free dan bebas msg.

Bahan lokal.singkong dan Kelor di NTT sangat melimpah dan terbaik di dunia sangat bagus untuk PMT. Dan sudah mencukupi kalori dan protein.

Aman untuk orang dengan maag, diebetes dna stunting tapi baik untuk ibu hamil menyusui KEK, kurang gizi dan stunting.

Dengan program ini diharapkan dapat memberdayakan perempuan NTT dan juga memberdayakan bahan pangan lokal.

Tujuannya ada pemberdyaaan di masyarakat sehingga ekonomi petani NTT meningkat.

Produksi mie singkong kelor sudah dimulai sejak sebulan lalu dsn diproduksi oleh CV RAHARDJO INDOKARYA Indonesia dan di distribusi oleh PT Sahabat Mitra Strategis Jakarta Selatan dan sudah terdaftar pada Dinkes Pirt no 2053314010116-27.

Mie dengan kemasan premium dan dibandrol harga Rp.8.000 perbungkus dengan berat 85 gram ini diberi label B’pung Mir “Asli Orang NTT Pung” di Kupang baru dijual di Autlet Dekranasda NTT di jalan Jenderal Sudirman Fontein.

Promosi bisa dilihat di Instagram @bpungmie dan toko pedia dengan link www.tokopedua.com/bpungmie.

Produk mie yang diklaim sebagai produksi mie pertama asal NTT dan berbahan tepung singkong dan kelor asli NTT ini punya kelebihan Loe MSG, Low Gluttrn, tinggi serat dan bebas minyak trans.

Diawal produksinya, menurut Bunda 2 Fransisca Djogo B’pung Mie diproduksi sebanyak 1 juta bungkus per bulannya.

Ia berharap B’pung Mie Asli Orang NTT Pung akan menempati hati dan selera semua kalangan pecinta mie instan.|| juli br

  • Bagikan