Konjend.RRT Sumbang 1 Unit Mesin Aquair Ke Kelurahan Bakunase 2

  • Bagikan

Bakunase 2, TOPNewsNTT|| Komisaris Jenderal Rakyat Tionghoa di Denpasar sumbang 1 unit meain Aquair ke Warga Kelurahan Bakunase 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang (Jumat, 9/12).

Penyerahan berlangsung di aula kantor Lurah Bakunase 2 dilakukan oleh Dr. Ir. Alfons Theodorus PLT Kepala badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi NTT kepada Asisten 2 kota Kupang Yanuar Dally, dan selanjutnya Yanuar Dally menyerahkan ke Lurah Bakunase 2 Dessyana Lourine Talluta, S.STP, M.Tr.I.P.

Usai ceremonial minum air dari mesin Aquair oleh Dr.Alfon dan Yanuar Dally dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis 1 galon air hasil olahan mesin Aquair ke kk penderita stunting dan gizi buruk. Selanjut akan dilakukan penyerahan ke 43 kk dengan  gizi buruk dan 7 kk dengan stunting.

Consulat General Of The People’s  Republic China in Denpasar Zhu Xinglong melalui virtual zoom mengatakan senang sekali dapat memberikan bantuan mesin Aquair bagi warga masyarakat Bakunase 2.

“Saya peroleh info dari perwakilan di NTT bahwa wilayah Bakunase 2 ditetapkan sebagai wilayah dengan kemiskinan tertinggi, karena tingginya angka warga dengan gizi buruk dan stunting selama 2 tahun sejak 2021-2022 oleh pemerintah NTT.” Ujarnya dalam bahasa Tionghoa dan ditranslate oleh penerjemahnya.

Mesin ini akan menghasilkan air minum yang dapat diambil oleh 60 orang setiap harinya.

Ia berharap mesin ini dapat dimanfaatkan bagi warga masyarakat Bakunase 2 dan warga akan kebutuhan air minum.

Tiongkok sedang mencapai pembangunan negara sosialis secara komprehensif dan Tiongkok dan Indonesia sama-sama merupakan negara berkembang dan ia berharap keberhasilan memberantas kemiskinan pada masyarakat Tingkok kepada pemerintahan NTT.

Di  Indonesia masih ada 70 sampai 80 juta  warga miskin  dan NTT berada pada urutan ke 3 di Indonesia. Presiden Jokowi juga sudah mengunjungi Tiongkok dan setuju akan kerja sama dalam beberapa sektor sebagai negara sepenasib.

Mewakili Gubernur NTT, Dr. Ir. Alfons Theodorus PLT Kepala badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi NTT menyampaikan bahwa kondisi masyarakat miskin 20,44%  ntt stunting 17,71 persen memang butuh kerjasama ddisalm  negara lain.

Semoga pengalaman mengatasi masalah kemiskinan di Tiongkok bisa dilakukan di NTT dari krg 5 persen hny 70 juta yang miskin. 5,3 jt 20,44 miskin di ntt.

Dengan bantuan Aquiar dengan pem tiongkok dimulai dengan rel keret jakarta bandung san bisa sampai ke btt san berharap sksma bantuan biaa dilakukan secara merata di seluruh NTT. Ua berharap menjadi bantuan sslanjutnya akan diberikan ke NTT.

Ia berharap peralatan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan gubernur sedang lakukan koordinasi dsngan ssmua OPD untu dikembangkan di NTT.

Sambutan Penjabat walikota kota disampaikAn oleh Yanuar Dally Asisten 2 kota Kupang mengatakan pemkot Kupang sambut gembira bantuan mesin Aquair AQ 150

16 persen stunting di kota kupang dari 20 perssn dan masih ada pr yang akan diselesaikan bersama semua pimpinan daerah.

Mesin ini akan sajikan air siap minum bagi warga dengan teknology watergen dan dsngan air yang sehat akan atasi kurangi stuntung.

Kerja sama ini semoga jadi langkah awal dan semoga bisa lagi kerja sama lain bisa kolaborasi dalam bidang lain.

Ia berharap Komjen RRT di Denpasar untuk melihat lagi kebutuhan lain yang bisa dilakukan kerja sama dalam penanganannya di Kota Kupang dan NTT

Sementara Petrus de Fretes perwakilan  Pimpinan Wilayah dari PT. GRAPHIC CONTROL dan juga perwakilan dari RRT untuk pengadaan dan penyaluran bantuan alat mengatakan untuk permohonan bantuan ke konjen, akan dikoordinasikan dengan Bapelitbangda.

“Beliau sudah membuat proposal permohonan ke konjen dengan rencana untuk setiap kabupaten dan kota mendapatkan alat yang sama, tinggal kita menunggu balasan dari konjen di denpasar untuk jumlahnya yang di setujui berapa unit.” Jelasnya.

Mesin ini menurut de Fretes menggunakan tekmologi watergen dengan menangkap uap air yang akan diubah dan diposes menjadi air dalam mesin dan dapat langsung diminum.

Meain ini tidak menggunakan air tanah sehingga untuk NTT yang di beberapa wilayah merupakan daeeah dengan musim kemarau panjang dan sumber mata air yang sedikit, mesin ini sangat membantu karena dapat memproses uap air di udara menjadi air yang layak minum.|| juli br

  • Bagikan