Kelurahan LLBK Gelar Festival Budaya Pecinan, Penyambutan Sekda Pakai Adat Helong : Natoni, Tarian Gong dan Oko Mama SMAN 1 Nekamese

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Unik, Kelurahan LLBK menggelar Festival Budaya Pecinan Kupang namun penyambutan Sekda Kota Kupang Jefry Pelt dan rombongan tetap disambut Natoni, Tarian Gong dan Tarian Oko Mama oleh Penari Siswa/i SMAN 1 Nekamese.

Suku atau etnis Helong adalah merupakan penduduk asli wilayah yang dulu dikenal dengan nama Kopan (sekarang disebut Kupang) yang merupakan kota tua dimana sebuah wilayah perkotaan dimulai sejak jaman dulu dan masuk ke wilayah LLBK (Lai Lai Besi Kopan), kecamatan Kota Lama.

Festival Budaya merupakan program  pemerintah Kota Kupang yang dilaksanakan sejak tahun 2023 dan dibiayai melaluo DPA Kecamatan setiap kecamatan Rp20 juta dengan tujuan mengangkat, memperkenalkan, membudayakan, mempromosikan serta meleatarikan budaya, serta menggerakkan ekonomi masyarakat (pelaku UMKM).

Festival ini digelar di Pantai Kopang (Jumat 4 September 2026) atau arena pusat Kuliner Terminal Kupang dengan thema “Kelurahan Lai Lai Besi Kopan Merajut Budaya Dalam Harmoni.”

Festival di buka oleh Sekda Kota Kupang Jefry Pelt menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang mengatakan bahwa ini kelurahan ke 29 yang melaksanakan festival budaya.

“Ini bukan sekedar ruang untuk melaksanakan festival budaya tapi juga menjadi ruang untuk saling mengenal dan mempererat persaudaraan antar warga yang majemuk dan multi etnis. Festibal ini akan menadi golden gate untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda bahwa budaya tidak boleh lekang dari kehidupan masyaraka.” Ujar Jefry.

Menurutnya, dari thema yang diangkat yakni merajut budaya dalam harmoni, hal ini sangat tepat untuk merajut kekerabatan masyarakat kota Kupang seperti sebuah konser yang menghasilkan harmoni yang indah ditengah perbedaan.

“Karena kota Kupang adalah rumah bersama harus memelihara dan sikap saling menghargai dan merajut kebersamaan. Karena toleransi jika dijalankan dengan baik maka akan menghasilkan hal yang baik.” Tutupnya.

Ketua panitia kegiatan, Antoni Niti Susanto, melaporkan bahwa kawasan LLBK memegang peranan palimg krusial sebagai titik awal lahirnya Kota Kupang.

Pantai LLBK yang populer dengan sebutan Pantai Kopan adalah saksi bisu sejarah pertemuan berbagai bangsa di Pulau Timor. Awalnya wilayah pesisir Pantai Kopan ini dikuasai oleh suku asli yaitu Suku Helong dan dipimpin oleh Raja Nai Kopan atau Lai Kopan. Nama Kopan inilah yang kemudian kita kenal sebagai Kupang. Karena letaknya yang strategis di Teluk Kupang, wilayah pesisir LLBK menjadi pintu masuk utama bagi tiga bangsa asing yang datang ke Pulau Timor yakni Portugis yang membangun beberapa tiang pancang pelabuhan di sepanjang pantai, bangsa Belanda yang mendirikan benteng Forth Concordia.

Belanda menjadikan Kopan sebagai kawasan pemerintahan dan pemukiman yang kita kenal dengan nama Kota Tua. Kemudian masyarakat Tionghoa, Arab dan daerah sekitar Kupang datang sebagai pedagang dan membentuk komunitas serta pertokoan di sepanjang kawasan LLBK.

Festival Budaya Kelurahan LLBK menggelar Festival Budaya LLBK Pecinan Kupang, Kelurahan LLBK Merajut Budaya Dalam Harmoni.

Dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya yang ada di Kelurahan LLBK, mengajak masyarakat untuk mencintai adat dan budaya daerah di Kelurahan LLBK, meningkatkan ekonomi masyarakat kelurahan LLBK dengan melibatkan UMKM.

Sasaran kegiatan untuk menarik minat warga Kupang agar datang berkunjung ke Kelurahan LLBK serta meningkatkan pendapatan bagi para pelaku ekonomi kreativ di kota Kupang khususnya kelurahan LLBK.

Festival berisi karnaval budaya multi etnis masyarakat LLBK, Natoni, Tarian Helong “Gong” dan “Oko Mama” oleh siswa SMAN 1 Nekamese, Barong Say, Stand Up Komedi dan Live Musik, Tarian Tradisional.

Fashion show busana tradisonal oleh peserta taman kanak-kanak, tarian dan lagu oleh siswa TK, Stand Up Komedi, Puisi, Tari Tebe bersama serta live musik.

Festival ini terselenggara berkat dukungan pemerintah kota Kupang, LPM LLBK dan 21 sponsor dunia usaha serta unsur masyarakat.|| jbr