Jembatan Benenain Terancam Putus Akibat Hujan Sepekan, Dr.Simon Nahak Minta Dinas PUPR Malaka Segera Bertindak

  • Bagikan

BETUN-MALAKA, TOPNewsNTT||Hujan mengguyur bumi Malaka hampir sepekan mengakibatkan jembatan Benenain nyaris putus dan penghubung jalan beberapa Kecamatan di Kabupaten Malaka terancam macet.

Bencana alam ini menyita banyak perhatian publik termasuk Bupati Malaka terpilih, Dr. Simon Nahak, SH, MH yang berpasangan dengan Wakil Bupati (Wabup), Louise Lucky Taolin, S. Sos dengan tagline SN-KT turut memberi atensi terhadap kemiringan Jembatan Sungai Benenain akibat luapan banjir.

“Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka segera membuat laporan karena jembatan tersebut terletak pada ruas jalan strategis negara,”demikian disampaikan Bupati Malaka terpilih, Doktor Simon ketika dihubungi wartawan via telpon seluler Jumat (2/4/2021) siang.

Kemiringan jembatan, kata Doktor Simon, segera disikapi agar mengantisipasi terjadinya kondisi buruk yang berdampak pada lumpuhnya akses transportasi arus lalulintas. “Kami belum dilantik. Tapi saya sarankan kemiringan jembatan dilaporkan untuk segera diperbaiki,”tegas Simon Nahak

Doktor Simon memberi saran, agar Dinas teknis segera membuat laporan untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan Pemerintah Pusat (Pempus). Pasalnya, letak jembatan itu terdapat pada jalan negara ruas Betun-Besikama.

Terkait banjir, Doktor Simon menyarankan agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka dapat memobilisasi mesin penyedot genangan air untuk disalurkan ke alur-alur sungai agar tidak menimbulkan dampak ikutan yang mengganggu sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Atas kondisi banjir ini, ujar Doktor Simon, perlu perhatian semua elemen masyarakat dan instansi-instansi terÄ·ait dari sisi kemanusiaan. “Kita saling memperhatikan. Perhatian dari sisi kemanusiaan,” tandas Doktor Simon.

Terpisah, Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak, ST saat meninjau kondisi kemiringan Jembatan Benenain, Jumat (2/4/2021) pagi.

Yohanes mengatakan bahwa kemiringan Jembatan Benenain diperkirakan mencapai 5 sampai 10 derajat itu terjadi karena luapan banjir akibat hujan yang turun selama sepekan ini.

Menurut Yohanes, kemiringan jembatan terjadi karena abutment jembatan pada gelagar empat dan lima tergerus banjir akibat turunnya hujan yang berlangsung hampir sepekan.

“Kondisi jembatan tersebut, kata Yohanes Dinas segera membuat laporan untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat. Laporan segera kita buat karena ini kewenangan pusat,”ujar Yohanes.|| juli br

Sumber : (Jho Kapitan/SI)

  • Bagikan