Fanik Aprilyani : “Cuaca Ekstrim dan Belum Panen Sebabkan Beras Mahal dan Langka di NTT”

Perdagangan Regional

NTT, TOPNewsNTT|| “Langka dan mahalnya beras Bulog di pasaran karena “Pasar Sedang Haus”diakibatkan oleh pertama kurangnya pasokan dari wilayah sentra pangan akibat belum panen dan kondisi cuaca.” Demikian pernyataan Fanik Apriliyani (Asisten Manager Sektetariat Umum dan Humas Bulog NTT) kepada awak media (Rabu, 8/2).

“Tapi yang pasti di Bulog tidak ada kenaikan beras. Beras Bulog ada dua type medium dan premium. Beras Medium harga tebus ke pedagang mitra dan masyarakat adalah Rp.8.600 per kg @gudang. Dan pada saat pedagang mitra menjual ke masyarakat tidak boleh diatas HET Bulog Rp.9.950 per kg.” Jelas Fanik.

“Pedagang mitra yang membeli beras ke Bulog sudah dibuatkan surat pernyataan diatas meterai agar tidak menjual diatas HET. HET di NTT sesuai Permendag adalah Rp9.950 per kg dan beras premium per kg HET Rp11.600. Hingga kini belum ada kenaikan.”  Jelas Fanik.

Fanik menambahkan, kalau dikemudian hari teman-media dan masyarakat menemui pedagang mitra Bulog menjual diatas harga HET, itu sudah salah mereka akan diblack list sebagai mitra Bulog.

Untuk mengawasi ketaatan para pedagang mitra dalam menjual beras sesuai HET, lanjut Fanik, maka Bulog NTT menggandeng Satgas Pangan, TPID dan Disperindag untuk sama-sama mengawasi.

“Yang jelas belum ada kenaikan harga beras bulog hingga kini.” Tegas Fanik.

Kenaikan harga beras dinyatakan Fanik bahwa NTT bukan sentra pangan. Kita masih bergantung pada provinsi lain. Wilayah penghasil beras di NTT hanya di Lembor, Mbay, sedikit di Waikabubak dan Kabupaten Kupang. NTT masih bergantung beras dari luas NTT yakni Sulawesi Selatan, NTB dan Jawa Timur.

Menurut Fanik, kenaikan harga beras juga diakibatkan “pasar sedang haus.” Ia memberi alasan beras yang ada pada pedagang di pasar di Kupang bukan hanya berasal dari Bulog saja tapi juga dari daerah lain di luar Kupang dan NTT. Dan karena masalah transportasi akibat cuaca ekstrim sejak Januari kemarin, pedagang-pedagang tersebut tidak bisa mengambil dari luar, misalnya dari Sulsel, NTB dan Jatim.

“Karenanya, “pasar sangat haus” sehingga berapapun banyaknya Bulog menggelontorkan beras ke pasar tetap tidak akan cukup. Karena selama ini mereka para pedagang juga mengambil dari wilayah lain, dan karena situasi cuaca, maka saat ini hanya Bulog saja yang punya beras dan ini sudah sejak masuk Januari 2023.” Jelas Fanik lagi.

Fanik mengungkapkan berdasarkan rilis BMKG terhadap kondisi cuaca ekstrim di wilayah NTT dan Indonesia umumnya, kondisi kelangkaan  akibat beberapa wilayah sentra pangan belum panen.

“Tapi Maret ini kayaknya Jatim, Sulsel dan NTB mulai panen. Dan sebenarnya beras dari 3 wilayah ini sudah bisa masuk ke NTT, tapi kembali lagi apakah transportasi laut sudah jalan belum. Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi setiap awal tahun yang diakibatkan “musim barat” jadi bukan tahun ini saja.” Tandas Fanik.

Pedagang yang jadi mitra Bulog berjumlah 195 dan sudah 15 pedagang yang diblacklist akibat “nakal” sebut Fanik.

Bulog juga tidak menjual ke distributor tapi hanya kepada mitra pedagang saja karena mencegah penyalah gunaan.

195 mitra pedagang bulog yakni di pasar Naikoten 1, Pasar Oebobo, Pasar Oesapa, Pasar Oeba.

Kuota beras yang disalurkan ke pedagang mitra adalah 1 ton per pedagang setiap hari. Dalam bulan Februari hingga hari ini sudah 9.500 ton untuk seluruh NTT yang sudah digelontorkan. Dan untuk kota Kupang saja per hari 40 ton.

Fanik berharap fungsi pwngawasan oleh satgas akan mencek setiap sore ke pasar, dan ada juga satgas pangan gabungan turun ke pasar pada periode tertentu.

Bulog baru bongkan 250 ton di gusang Alak dan di Kalabahi 300 ton. Dan kondisi akan normal diharapkan pada akhir Maret atau awal April cuaca mulai  tenang, juga karena beberapa wilayah sentra padi sudah mulai panen seperti di NTB dan Jatim. Sedangkan Sulsel belum. Kita juga sedang tunggu 19 ribu ton beras ke NTT.

“Kita kan mau membantu masyarakat, kita berharap para pedagang yang sudah diberi kepercayaan tolong jangan jual beras medium diatas HET. Bagaimanapun kepentingan masyarakat diatas segakanya. Toh pedagang sudah dapat keuntungan daru selisih harga yang Rp8.600 itu ke Rp9.950. Jadi jangan mencari keuntungan dibalik kesusahan masyarakat.” Harap Fanik.

Ia berharap jika ada pedagang yang jual diatas HET maka laporkan saja ke Bulog dan Satgas Polda.

“Pedagang ada 200 lebih tapi karena nakal maka sudah 15 di black list oleh Bulog. Dan yang jadi mitra Bulog ada tanda khusus di toko atau kiosnya yakni stiker atau spanduk tulisan SPHP hatga Bulog Rp.9.950 atau gambar karung beras bulog. Saat ini Stok 2000 ton di 5 gudang Bulog di Alak dengan kapasitas per gudang 250 ton dan itu mencukupi.” Jelasnya.

Untuk atasi kelangkaan beras maka Bulog menggelar pasar murah di setiap kelurahan dan unit-unit khusus sesuai permohonan.|| jbr