Efektifkan Pelayanan Publik, Pemkot.Kupang Sosialisasikan Aplikasi SODA MOLEK dan SIPEJUANG

  • Bagikan

KUPANG, TOPNewsNTT||Pemkot Kupang  sosialisasikan 2 aplikasi untuk memudahkan pelayanan publik yakni SIPEJUANG & Pengembangan SODA MOLEK di Ruang Garuda kantor walikota Kupang (Selasa, 6/12).

Dalam penjelasan IgnasR.Lega Asisten 2 bidang pemerintahan, peluncuran kedua Aplikasi ini  dikembangkan kominfo setelah lakukan pelatihan dan perbincangan dengan didampingi mentor yakni sekda kota Kuoang Fahrensy Funay saat di Denpasar.

Peluncuran kedua aplikasi sebagai implementasi dari perpres no : 95 tahun 2018 dan turunannya Perwali 22 tahun 2021 tentang rencana induk SPBE.

Sebagai Proyek perubahan diambillah aplikasi yang akan menjadi platform layanan perijinan di kota Kupang (SIPEJUANG dan SODAMOLEK) sebagai teknologi informasi dan organisasi serta pengetahuan pelayanan publik yang kekinian.

Ignas menjelaskan Launching proyek prubahan adalah puncak pembelajaran bagi kadis kominfo dan asisten dengan hasil kegiatan dengan pembuatan aplikasi sebagai proyek perubahan selama 4 bulan mengikuti pelatihan PIM di Denpasar yang akan dilakukan didaerah masing-masing. Ia berharap dua aplikasi akan terintegrasi dengan semua platform pelayanan publik.

Sedangkan Andre Otta, menambahkan bahwa project perubahan dengan nama SIPEJUANG (Sistem Informasi Persetujuan Ruang) dan SODA MOLEK) yang merupakan kolaborasi kerja penthahelix yakni keterlibatan semua  komponen dalam birokrasi demi pelayanan publik. Aplikasi ini dikerjakan dengan dukungan mitra enterpreneur seperti PLAN dan UYELINDO dalam pengerjaannya.

Latar belakang pembuatan Aplikasi SIPEJUANG adalah karena fakta dan keluhan selama ini banyak orang alami kesulitan dalam pengurusan perijinan PKPR, persetujuan ruang dan outputnya sampai pada PBD sesuai dengan tata ruang di kota Kupang.

Andre menjelaskan terkait prosedur mulai dari user dan pengisian registrasi dan melihat dokumen-dokumen yang sudah dan belum didownload dan diterima atau ditolak misalnya lokasi yang bukan diperunrukkan.

Di fitur Tools atau aturan yang harus diisi pemohon, aplikasi SIPEJUANG bahwa setelah masuk ke aplikasi maka pengguna dapat membaca petunjuk penggunaan fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi untuk memilih sesuai kebutuhan perijinan.

Andre mengatakan akan diusulkan perbaikan pada Aplikasi sesuai dengan perkembangan sesuai perkembangan tata ruang. Bekerja sama dengan PLAN Internasional dalam pengembangan kedua aplikasi.

User dalam aplikasi terdiri dari BPN, PUPR, BPS dan DPSP sebagai pemberi perijinan.

Aplikasi ini pada tahun 2017 sudah meraih kompetesi pelayanan publik dan 2019 dalam indonesia 5th Award.

SODA MOLEK sendiri berasal dari Bahasa Rote yang berarti salam sejahtera yang menjadi transformasi budaya terkait dengan keinginan untuk memberikan pelayanan yang mensejahterakan masyarakat.

Soda Molek sudah dipakai di sistem informasi di puskesmas untuk atasi keterbatasan data. Dan Bapeda juga memakai aplikasi ini untuk mendata dan memantau harga pasar demi pengendalian inflasi. Juga pemantauan stunting dsmi pemberian pmt. dan tersedia fitur laporan 15 menit sebelum dan setelah lakukan kegiatan di kantor pemerintah, 15 menit kebersihan sebelum aktivitas pelayanan administrasi dan birokrasi dan 15 menit sebelum mengakhiri pelayanan publik.

Lewat fitur ini juga konsumen dapat mengetahui harga pasar, imflasi dan sudah kerja sama dengan pos kupang yang menyiapkan qr code di harian pos kupang dan media-media online yang kerjasama dengan pemkot Kupang.

Didalam aplikasi ini masyarakat bisa tahu data stunting, inflasi pasar, dan damkar.

Penataan ruang dan infrastruktur pasar dll bisa didapat data lewat aplikasi Soda Molek. Yakni sampah misalnya bisa masuk laporan ke wa kadis kebersihan. Bahkan masalah gangguan kamtibmas akan masuk laporan ke polresta dan polda NTT. Data lain yakni dari user Damkar,  brigade kupang sehat dan kepolisian.

“Kedua aplikasi dalam rencana induk perwali 22 / 2021 merujuk ke perpres 95/2018 pemkot Kupang sudah miliki arsitektur SPBE. Bahkan sistem ini juga dapat mengatur pada data pns bagi open biding pimpinan opd lengkap dengan data prestasi asn di pemkot Kupang.” Jelas Andre.

“Soda molek adalah front officenya pemkot dalam penyajian informasi terkait kesehatan, inflasi dan harga pasar, damkar, bahkan akses ke perbankkan yakni Bank NTT masyarakat bisa mengaksesnya dengan seperti  memesan lewat aplikasi seperti ojek online.” Jelas Andre.

Semua ini butuh ruang besar dengan dana besar tapi melalui kominfo akan dibangun 3 titik satu data dengan server yang siap memberikan data yang akurat. Sistem pelayanan aplikasi ini terkonek  dengan data server pusat.

Dalam ruang diskusi, BPS kota minta harga sembako bisa dimasukkan agar masyarakat dan BPS dapat peroleh data harga lewat aplikasi.

Sementara Kadis kesehatan minta ditambahkan beberapa penyakit berbahaya seperti HIV AIDS, DBD dan COVID dalam aplikasi kesehatan.

Penjabat Walikota sarankan jangan dilaunching dulu aplikasi ini tapi harus direvisi dengan ide usul saran yang masuk, maka harus direvisi, uji publik baru diluncurkan.|| juli br

 

 

 

 

  • Bagikan