Camat Kota Raja, Muh.Yanto Djalil Sebut Festival Budaya Layak Jadi Event Tetap

Birokrasi Seni Budaya UMKM Warta Kota

Kota Raja-Kupang, TopNewsNTT||Delapan kelurahan di wilayah kecamatan Kota Raja sudah selesai menggwlar Event Festival Seni dan Budaya yang menjadi program Pwmkot Kupang lewat Dinas Pariwisata Kota Kupang dengan tujuan menggali, memperkenalkan dan melestarikan budaya sebagai potensi pariwisata Kota Kupang.

Kelurahan Bakunase sebagai kelurahan terakhir yang melaksanakan Festival Budaya yang dikemas dalam Thema Etnis Timor yang digelar di Lapangan Bola Mini Bakunass (Kamis, 24/8).

Camat Kota Raja Mohamad Adriyanto Abdul Jalil  kepada media menjelaskan bahwa dengan digelarnya Festival Budaya di Kelurahan Bakunasen maka selesai sudah Kecamatan Kota Raja menggelar Event Budaya ini.

Anggaran yang digulirkan dari DPA Dinas Pariwisata melalui Kecamatan sebesar Rp15 juta per kelurahan akan dicairkan usai seluruh ke 8 kelurahan menggelar kegiatan.

“Semuanya anggaran di Kecamatan menggunakan sistem GU (Ganti Uang). Strategi kami yaitu gunakan anggaran GU untuk biaya event dan setelah selesai spjkan untuk di GUkan kita kembali.” Jelas Muh.Djalil.

Muh.Djalil juga menilai Event Festival Budaya ini sangat bagus dan bermanfaat,  “Dimana dengan festival ini masyarakat lebih mengenal adat dari etnis budaya mulai dari pakaian, bahasa, acara adatnya dll,  terutama bagi anak-anak bisa lebih kenal adat istiadat setiap etnis.” Ungkapnya.

Ia mengatakan, dari aspek ekonomi UMKM memberi dampak positif di setiap kelurahan bagi pelaku UMKM masing-masing kelurahan, “Yang paling menarik lagi sambil berjalan kegiatan festival ini, saya melihat ada pergerakan perekonomian,  dimana para pedagang UMKM turut serta dalam Festival tersebut dengan menjual hasil produknya masing-masing.” Katanya.

Ia menambahkan bahwa setelah pelaksanaan Festival Budaya baru terungkap betapa kayanya budaya dari setiap etnis dan budaya yang ada  di kecamatan Kota Raja.

“Di Kecamatan Kota Raja banyak etnis dan berbaur di setiap kelurahan-kelurahan misalnya di Kelurahan Nunleu terbanyak etnis timor, di Kelurahan Airnona : etnis Sabu, di Kelurahan Fontein : etnis Sabu, di Kelurahan Naikoten Dua : etnis Flores, Kelurahan Kuanino : etnis Alor, di Kelurahan Naikoten Satu : etnis Rote, Kelurahan Bakunase 2 : Multi Etnis, Kelurahan Bakunase : etnis Timor.” Jelasnya bangga.

Mohamad Adriyanto Abdul Jalil menyatakan animo masyarakat sangat luar biasa selama pelaksanaan Festival di 8 kelurahan di wilayah Kecamatan Kota Raja.

“Semuanya dapat dilihat di tempat penyelenggaraan,  terlihat banyak orang dan semua masyarakat keluar rumah untuk menyaksikan festival budaya tersebut. Dan untuk dampak ekonominya, untuk pelaku UMKM, semuanya masyarakat yang mempunyai usaha sangat berantusias untuk bergabung serta mau berjuang dalam festival tersebut. Perputaran uang sangat besar selama festival diselenggarakan yang dapat dilihat dari barang jualan sampai habis terjual dan ada keuntungan walaupun hanyalah dalam 2 atau 3 hari.” Umgkapnya.

Ia menilai semua kelurahan di Kecamatan Kota Raja  layak di catat sebagai event kelurahan,  “karena masing-masing kelurahan memiliki perbedaan-perbedaan etnis dan memberikan pertunjukannya.” Cetusnya yakin.|| jbr