Anak Agung Putera Optimis Kelurahan Fatubesi Layak Masuk Dalam Kalender Tetap Festival Budaya

Birokrasi Pariwisata Budaya UMKM Warta Kota

FATUBESI-KUPANG, TOPNewsNTT|| Kelurahan Fatubesi, menurut Lurah Fatubesi
Anak Agung G. S. M. Putra, SE punya berbagai potensi wisata yang membuat kelurahan yang berbatasan dengan pinggiran laut ini layak dicatat oleh Dinas Pariwisata dalam kalender tetap Festival Budaya.

Hal ini diungkapkan Lurah Fatubesi disela persiapan pembukaan Festival Budaya (Jumat, 24/8).

“Potensi Kelurahan Fatubesi yang pertama adalah kita punya beragam etnis dan menjadi pilot project Kelurahan Pertama Kerukunan di NTT. Dan di setiap sekolah baik yang berciri agama maupun negeri ada pendidikan inklusi keberagaman keimanan. Sekolah-sekolah melaksanakan sistem pembelajaran lintas agama. Maksudnya siswa-siswi TK yang agama Hindu misalnya diberi kesempatan menimba ilmu di TK GMIT Jemaat Ebenhaezer, dan siswa-siswi TK Kristen pergi menimba ilmu di TK Saraswati sebagai upaya menjalin kerukunan sejak usia dini. Mengajarkan kepada mereka bahwa perbedaan itu tidak boleh menimbulkan sekat tapi perbedaan itu merupakan anugerah Tuhan agar kita bisa hidup bersama.” Ungkapnya.

Jika kelurahan Fatibesi diberi kesempatan menyelenggarakan Festival di tahun akan datang, Lurah Fatubesi merencanakan akan menampilkan thema Budaya Memperkuat Pluralits Beragama.

“Karena agama yang dikuatkan dengan budaya akan semakin berakar ditengaj masyarakat yang beragam Karena walaupun agama kita berbeda tapi dalak budaya memiliki cita rasa yang sama. Karena budaya tidak ada sekat. Pemaham ini yamg ingin kita bangun. Sekat yang sudah ada ingin kita cairkan lewat pentas seni dan budaya sejak anak usia dini. Kami ingin generasi penerus menjadi agen perubahan bahwa berbeda itu keren, berbeda itu kekayaan dan bukan konflik dan bida bekerja sama dan membangun budaya yang sama. Kita ingin menjadikan kota Kupang sebagai kota Kupang yang nyaman agar orang melakukan aktivitas kehidupan dalam berbagai sektor dengan aman dan nyaman. Aman bisa terbentuk jika kita rukun, kerukunan bisa terjsdi ketika.kita saling memahami. Dan lewat penyas budaya ini kita akan saling mengenal beragam etnis dan budaya dan bisa saling sayang.” Uajrnya.

Di Kelurahan Fatubesi, tambah Anak Agung Putera, terdapat berbagai potensi wisata.

“Kita punya beberapa potensi yang layak dicatat sebagai kelurahan wisata yakni pertama pasar tradisonal,  sentra perikanan, bangunan rumah ibadah Kristen, Hindu dan Muslim (gereja, masjid dan pura) sebagai obyek wisata religi dalam satu kelurahan. Kita sudah sering mengadakan event bersama yang menjadi hal  biasa di kelurahan ini sebagai bukti bahwa perbedaan adalah kekayaan dan potensi yang mempersatukan. Makanya kita terpilih sebagai Kampung Kerukunan Pertama di NTT. Dan potensi inilah yang akan kita angkat untuk dicatat bahwa kelurahan Fatubesi layak menjadi kalender tetap Festival Budaya.” Tandasnya.

Hari ini Kelurahan Fatubesi, kecamatan Kota Lama menggelar Festival Budaya dengan thema “Etnis Flobamora : Keberagaman Dalam Persatuan” di halaman kantor lurah yang terletak di dalam areal pasar tradisional Oeba.

Terkait Fetsival Budaya ini, Lurah Fatubesi Anak Agung Putera menjelaskan bahwa Festival ini selain melaksanakan Program Pemkot untuk mengangkat budaya sebagai potensi pariwisata, juga dalam rangka memeriahkan perayaan HUT RI KE 78.

Festival akan diisi oleh permainan anak khusus untuk anak-anak sekolah dan pentas budaya dan warga etnis Timor, Rote, Sabu Raijua dirangkai dengan kegiatan-kegiatan mengasah keterampilan yang nanti akan dilombakan per usia dari siswa SDN, SMP dan SMA.

“Kita jadwalkan acara pada hari ini untuk selesai, tapi jika tidak selesai hari ini maka kita kita lanjutkan Sabtu, 25/8 karena antusiasme dari warga dalam merayakan bulan Kemerdekaan RI ini dengan berbagai kegiatan berbagai lomba dan kegiatan tari-tarian adat yang nanti akan ditampilkan sepanjang pentas budaya dua hari ini.” Jelasnya.

Makna Thema “Etnis Flobamora : Kebersatuan Dalam Keberagaman” menurutnya untuk menunjukkan bahwa di Kelurahan ini walau beragam etnis tapi tetap bersatu

“Artinya walau di kelurahan ini punya keberagaman dengan multi etnis atau beragam suku dan agamanya tapi bisa hidup rukun dan harmonis. Maka kita mengangkat themanya keberagaman Dalam Persatuan.” Ujar Anak Agung Putera.

Festival Budaya yang melibatkan seluruh warga yang mau berpartisipasi dari 18 RT di 4 RW dan 15 orang Kader Posyandu Balita, Remaja dan Lansia yang juga menjadi panitia kegiatan.

Dalam rangka mewujudkan thema Keberagaman Dalam Persatuan digelar tarian massal Foti, Ofa Langga dan tarian dari daerah lainnya presembahan siswa-siswi SDN Oeba 2 dan Oeba 3 dan beberapa sekolah di kelurahan Fatubesi.

Sedangkan yang dilombakan adalah permainan tradisional anak-anak NTT yang biasa dilaksanakan di bulan Agustus. Sedangkan untuk menark kita akan memilih penari terbaik dan favorit.

UMKM yang terlibat adalah dua kelompok UMKM Penenun Tenun Ikat NTT yang menjadi Binaan Dinas Perindustrian Kota Kupang.

Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Festival ini adalah kekayaan tenun ikat NTT dan tarian-tarian tradisional dari kelurahan Fatubesi menjadi item yang utama ditampilkan disetiap event pemerintahan mau masyarakat.

“Karena potensi tenun NTT sangat beragam dan mempunyai corak dan makna sangat mendalam. Sehingga kami mengangkatnya karena beberapa sentra tenun di Kelurahan Fatubesi telah mendapat pembinaan dan juga menjadi pengajar mata pelajaran keterampilan atau jurusan menenun di SMAN 1 Kupang. Mereka dipaket oleh sekolah SMAN 1 Kupang untuk mengajarkan bagaimana cara-cara menenun kain tenun ikat Timor, Sabu dan Rote besert arti-arti atau makna budaya dan seninya. Disini ada tiga kelompok penenun, dan mereka sudah dipakai oleh instansi pendidikan untuk membagi ilmu tentang tenun ikat NTT baik corak dan ragam serta cara menenun.” Jelasnya.

Ia menilai penyelenggaraan festival sangat bagus karena menampilkan kepada masyarakat luas bahwa budaya kita begitu beragam, mempunyai nilai dan corak yang membantu kita untuk menampilkan siapa identitas kita sebenarnya.

“Jadi dengan adanya festival budaya, keragaman tenun dan tarian yang beragam kita ingin menampilkan inilah NTT yang beragam dan memberikan sesuatu hal yang berharga untuk orang luar yang datang ke kota Kupang bahwa walau kita beragam tapi kita bersatu.” Tandansya.

Anak Agung Putera menjanjikan berpendapat karena festival ini project pertama pemkot dan dipersiapkan dengan waktu yang mepet dan bugdet terbatas sehingga pelaksanaannya hanya dua hari, “Tapi kita berharap di tahun depan kaminsudah menghubungo tokoh masyarakat kita buat lebih bagus lagi dan menampilam hasil kriya kita dengan melibatkan banyak unsur dan sanggar-sanggar serta masyarakat yang punya bakat seni sehingga Fatubesi tidak hanya dikenal sebagai daerah perdagangan karena ada pasar dan wilayah perikanan, tapi juga dikenal karena memiliki seni budaya yang tinggi.” Ungkapnya berharap.|| jbr