Bank NTT Segera Salurkan KUR, Kabar Baik Untuk Pelaku UMKM di NTT

NTT, TopNewsNTT.Com|| Kabar menggembirakan datang dari Bank NTT. Setelah vakum sejak 2019, bank daerah kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur itu dipastikan segera kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026.

Saat ini, Bank NTT tengah menuntaskan tahap akhir persiapan sebelum program KUR resmi dijalankan kembali, yakni penyelesaian integrasi sistem pelaporan secara daring dengan Kementerian Keuangan.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus mengatakan, seluruh persiapan internal di tubuh PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT sejatinya telah rampung dan kini tinggal menyelesaikan proses koneksi sistem dengan pemerintah pusat.

“Untuk saat ini kami masih menyelesaikan sistem pelaporan KUR dengan Kementerian Keuangan. Targetnya bulan ini seluruh proses sudah tuntas, sebab dari sisi Bank NTT semua persiapan internal sebenarnya telah selesai,” ujar Charlie, (17/5/2026).

Menurut Charlie, posisi Bank NTT saat ini sudah berada pada tahap final sebelum kembali menjadi bank penyalur KUR bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di NTT.

“Kita sedang di tahap akhir. Tinggal online dengan Kementerian Keuangan, karena setiap bank pelaksana KUR mendapat subsidi bunga dari pemerintah,” ungkapnya.

Charlie mengakui, proses persiapan kali ini membutuhkan waktu lebih panjang karena sejak 2019 Bank NTT tidak lagi menjalankan program KUR, sehingga berbagai prosedur dan persyaratan harus dipenuhi kembali dari awal.

“Baru mulai tahun 2026 ini kembali salurkan KUR, sehingga banyak prosedur yang harus dipenuhi kembali,” katanya.

Kembalinya program KUR melalui Bank NTT menjadi harapan baru bagi ribuan pelaku UMKM di NTT yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha mereka.

Dengan jaringan yang menjangkau hingga berbagai pelosok daerah, kehadiran kembali KUR diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, membuka peluang usaha baru, serta membantu masyarakat kecil bangkit dan berkembang bersama pertumbuhan ekonomi daerah.***