Akhirnya Yeskiel Loude Nyatakan Permintaan Maaf Terhadap umat Katholik dan Etnis Flores

Legislatif Politik Warta Kota

Kupang, TopNewsNTT|| Terhadap rekaman suara yang beredar di beberapa media online dan media sosial youtube,.yang diduga mirip suara Ketua DPRD kota Kupang Yeskiel Loude,  yang menyatakan keenam pendemo tanpa identitas jelas warga mana dan tanpa ijin dan mereka adalah sebagai warga Flores dan beragama Katholik, akhirnya diklarifikasi olehnya dalam jumpa pers di Kantor DPD PDI Perjuangan di kelurahan Liliba pada Minggu, 30/5.

Kepada Media Yes yang didampingi ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kupang Adrianus Tally dan Gusty Seran, menyampaikan

“Saya sebagai ketua DPRD Kota Kupang menyatakan  klarifikasi atas ungkapan saya yang dipublikasi oleh seseorang di medsos.”ujarnya awali jumpa pers.

“Hal yang utama dan terutama apa yang terpublikasi di media dalam bentuk foto saya dan rekaman saya, itu adalah percakapan saya dan teman-teman media, dalam menjawab pertanyaan tentang pendemo yang datang tapi tidak memiliki KTP identitas yang jelas dan tidak ada ijin dari kepolisisan.” Ujar Yes melanjutkan.

“Hal yang disayangkan, rekaman suara itu terkesan diedit oleh orang yang mempunyai indikasi menciptakan suasana menjadi kisruh di kota Kupang.” Tandasnya lagi.

“Saya pribadi tidak mempunyai niat melecehkan agama Katholik karena saya Yehezkiel Loude adalah bagian dari umat Katholik.” Ungkapnya mengakui.

“Dan perlu saya sampaikan kepada teman-teman wartawan bahwa sebagian keluarga Loude adalah umat Katholik. Sikahkan cek dari Ende sampai kota Kupang, di Bakunase, di Tingkat Satu. Jadi saya tidak punya niat melecehkan.” Ungkapnya membuka.

“Untuk itu saya mengklarifikasinya bahwa apa yang saya katakan adalah khusus identitas keenam pendemo yang datang berdemo diruang DPRD untuk menyatakan sikapnya menuntut saya turun dari jabatan ketua DPRD.”  Jelasnya.

“Dalam kesempatan ini sebagai pimpinan, ketua DPRD kota Kupang saya menyatakan secara pribadi dan sebagai ketua DPRD Kota Kupang dan keluarga menyampaikan permohonan maaf  kepada pimpinan umat Katholik, mulai dari bapak Uskup, bapak pastor para tokoh etnik suku Flores dan segenap umat Katholik apabila yang telah dipublikasikan oleh seseorang di Medsos adalah sebuah kekeliruan. Demikian klarifikasi yang saya nyatakan hari ini.” Ujar Yes akhiri klarifikasi dan permohonan maafnya.

Adi Tali menyatakan seperti ini klarifikasi dari pak ketua dan tulislah sesuai pernyataan yang ada jangan ditambah atau dilebih-lebihkan untuk disampaikan ke masyarakat.

“Kemudian ada permohonan maaf yang tulus dari lubuk hati terdalam secara pribadi dan keluarga dan ketua DPRD mungkin setelah menyampaikan pernohonan maaf untuk teman-teman dan saudara-saudara yang beragama Katholik dan beretnis Flores ini permohonan maaf dari lubuk hati terdalam.” Anjur AdinTally.

“Saya tidak membuka sesi tanya jawab ini sudah jelas agar jangan membias. Ini yang disampaikan adalah menjadi bagian yang perlu dipublikasikan..” Ucap Adi Tali memohon akhiri jumpa pers.|| juli br