Guru SMK Pelayaran Kupang Diduga Ditikam Siswa Saat Tidur
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Soleman Malo alias Eman (27), guru SMK Pelayaran, Kota Kupang mengalami sejumlah luka di kepala.Warga Desa: Limbu Watu,, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya ini ditikam dalam kamar tidur saat tidur pada Rabu (12/8/2026) tengah malam.
Ia diduga ditikam salah satu siswa SMK Pelayaran. Saat datang, pelaku menutup wajahnya dengan kaos SMK Pelayaran. Dugaan ini diperkuat karena ada teriakan ^pak pak^ sebelum pelaku menggedor pintu dan masuk menikam korban.
Peristiwa ini terjadi di asrama SMK Pelayaran Lasiana Kupang, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Nelson F. Quintas melalui Kapolsek Kota Lama, AKP Zainal Arifin Abdurahman membenarkan kejadian ini.
“Kasusnya dilaporkan ke Polsek pada Kamis, 13 Agustus 2026 subuh sekitar pukul 01.35 Wita,” ujar Kapolsek pada Kamis (13/8/2026).
Kasus penganiayaan ini dilaporkan Juvriano Daniel Laga (49) dengan laporan polisi nomor: LP/B/178/VIII/2026/SPKT/Polsek Kota Lama/Polresta Kupang Kota/Polda NTT, tanggal 13 Agustus 2026, Umbu Henci Hama Duna Nahak (15), salah satu pelajar kelas 1 SMK Pelayaran Lasiana Kupang yang juga tinggal di asrama SMK Pelayaran Kupang saat itu sedang beristrahat dengan rekan-rekannya.
Rekannya Sandara Kota datang menggedor pintu kamar asrama sambil berteriak memanggil untuk membantu melihat korban. Umbu bersama teman-temannya langsung keluar kamar ke kamar korban. Korban langsung meminta tolong untuk membuka pintu kamarnya.
Anak asrama langsung membuka pintu kamar korban dan melihat korban berlumuran darah sambil menutup kepala. Umbu bersama teman-teman lainnya membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik Kota Kupang menggunakan mobil warga sekitar untuk dilakukan tindakan medis.
Pengakuan yang sama disampaikan Wihelmus Woga (29), salah satu guru di SMK Pelayaran KupangĀ mengaku kalau beberapa saat sebelum kejadian, korban mengirim pesan whatsapp ke handphone Wihelmus Korban mengabarkan kalau ada orang masuk ke sekolah dengan membawa pisau.
Polisi Turun Tangan
Wihelmus sempat membalas bertanya siapa yang datang. Korban membalas kalau yang datang adalah orang luar. Wihelmus meminta korban memanggil Iksan, namun tidak ada lagi balasan dari korban. Wihelmus kemudian ke SMK Pelayaran Lasiana Kupang untuk mengecek korban.
Saat tiba di lokasi tersebut, ia melihat percikan darah di depan pintu kamar dan dalam kamar korban serta di lapangan asrama SMK Pelayaran Kupang.
Ia juga mendapat Informasi dari anak-anak SMK Pelayaran lasiana Kupang bahwa korban sudah dibawa ke rumah sakit. Di RSUD SK Lerik Kota Kupang, tim medis melakukan tindakan medis terhadap luka korban di kepala.
Korban mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan mendapat 11 jahitan serta luka robek pada kepala sebelah kiri sebanyak 13 jahitan.
Korban sendiri mengaku kalau saat itu ia sedang Istarahat malam di kamar tidurnya. Kemudian pelaku menggedor pintu kamar mes sambil memanggil korban dengan sebuta “Pak Pak”.
Pelaku langsung mendobrak pintu kamar dan langsung menikam korban pada kepala bagian atas, kepala sebelah kiri serta pada tangan kiri.Diduga pelaku dari kasus tersebut adalah salah satu siswa SMK Pelayaran Lasiana karena sebelum kejadian tersebut pelaku sempat memanggil korban dengan sebutan Pak.Korban menanyakan kamu siapa namun pelaku hanya diam.
Korban juga menjelaskan kalau korban mengenali suara serta ciri fisik korban. Namun pasca kejadian, pelaku kabur dengan wajah ditutup menggunakan kaos Latsar (loreng) SMK pelayaran Kupang.Korban saat ini masih dirawat di RSUD SK Lerik Kota Kupang sehingga belum dimintai keterangan oleh penyidik.(**)
Sp.humas.polrestakpgkota