Tarian dan Tradisi Tutur Etnis Alor Meriahkan Pembukaan Festival Budaya Kelurahan Naikolan

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Tarian dan tradisi tutur berbahasa etnis Alor serta busana tenun Ikat etnis Alor bernuansa warna merah putih, hitam dan biru meriahkan pembukaan Festival Budaya Kelurahan Naikolan yang dibuka oleh Asisten 1 Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Kota Kupang Ignas R.Lega yang digela diareal jalan masuk kompleks lama Kantor Gubernur NTT jln.Bougenvil (Senin, 28 September 2026).

Festival Budaya Kelurahan Naikolan tahun 2026 mengangkat Thema “Satu Budaya, Satu Kreasi, Satu Kebersamaan.”

Selain dimeriahkan oleh Paduan suara San Jose Choir, tarian massal Bosan Halla dan Lego-Lego, juga pementasan drama pemuda-pemudi Kelurahan Naikolan tentang Gempa Flores.

Panitia juga menyisipkan penggalangan dana bagi Gempa Flores dengan Title “Naikolan Untuk Flore” dengan iringan tiga lagu oleh San Jose Choir yakni lagi “Jamila”, “Tabola-Bale”  dan “Ikan Nae di Pantai.”

Festival yang akan berlangsung selama tiga hari (28-30 September 2026) akan berisi berbagai persembahan seni dan budaya etnis NTT, berbagai lomba seni dan Fashion Show dan pameran UMKM baik kuliner maupun tenun ikat, pelayanan SIM Gratis dari Samsat Kupang.

Ignas Lega dalam sambutannya menyampaikan bahwa

Asisten 2 Ignas Lega dalam sambutan membuka festival budaya kelurahan Naikolan mengingatkan agar jangan menjadikan event budaya sekedar agenda tahunan tapi menjadi bagian dari gerakan untuk merawat budaya, memperkuat persaudaran, membuka peluang ekonomi, dan menyiapkan generasi yang berakar pada nilai budaya tapi tetap mampu mengikuti perkembangan jaman.

“Mari kita bangun kota Kupang bukan hanya menjadi kota yang maju, tetapi juga menjadi kota yang tahu dari mana ia berasal tahu kemana ia akan pergi dan tidak meninggalkan warganya dalam perjalanan menuju masa depan.” Ajak Asisten 2 Ignas Lega akhiri sambutannya.

Festival  budaya tahun 2026 merupakan tahun  keempat digelar dan merupakan program Pemerintah Kota Kupang tahunan lewat Dinas Pariwisata Kota Kupang dengan tujuan mengangkat seni, budaya dan tradisi sesuai kearifan lokal yang ada di masing-masing kelurahan. Fetsival Budaya yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang dengan latar belakang agar budaya yang ada di masyarakat tidak akan hilang dan dilanjutkan sebagai warisan oleh generasi muda.

Dalam penyampaian suara hati perwakilan masyarakat menyampaikan permintaan agar jalan Bougenvil tempat penyelenggaraan festival budaya menjadi pusat UMKM bagi masyarakat Kelurahan Naikolan.

Hadir Anggota DPRD Kota Kupang Roy Riwu Kaho dan undangan lainnya.|| jbr