Festival Budaya Kelurahan Pasir Panjang Angkat Etnis Rote Ndao
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Festival Budaya Kelurahan Pasir Panjang mengangkat budaya etnis Rote Ndao dengan thema “Mengikat Keberagaman, Merajut Persatuan” dibuka oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra setda Kota Kupang, Hengky Malelak yang dalam sambutannya mengingatkan bahwa Festival Budaya bukan sekedar merayakan budaya, tapi merayakan keberagaman yang menyatukan perbedaan. “Lewat festival maka perbedaan dan keberagaman etnis dan budaya, menjadi pengikat diantara semua elemen masyarakat.” Ujar Hengky singkat membuka festival.
Festival Budaya Kelurahan Pasir Panjag berlangsung selama tiga hari Kamis-Sabtu (10-12 September 2026) di Lapangan Taman Ria Kupang.
Tarian penyambutan Asisten 1 dan rombongan oleh mama-mama warga Keluraha Pasir Panjang Tarian etnis Rotw Ndao, serta tarian Kebalai dan sajian tarian dan atraksi budaya NTT lainnya.
Festival juga dimeriahkan oleh berbagai lomba dan permainan Solo Sasando Electrict serta persembahan tarian Sekar Jagat oleh sanggar Agung Giri Budaya BTN.
Boot UMKM juga memenuhi arena festival yang terletak di pinggir Pantai ini.
Festival Budaya Kelurahan Pasir Panjang adalah kelurahan ke 20 yang menggelar Festival yang dimulai sejak bulan Mei 2026 lalu.
Festival budaya kelurahan ini dilaksanakan di 51 kelurahan yang ada di Kota Kupang hingga November 2026 dan tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan sejak 2023 lalu
Tujuan program pemkot Kupang lewat Dinas Pariwisata Kota Kupang ini adalah Tujuan utama pelaksanaan festival budaya kelurahan di Kota Kupang adalah untuk merawat warisan leluhur, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Tujuan dari festival budaya kelurahan adalah:
Pelestarian Budaya dan Identitas
Mengenalkan adat istiadat: Memperkenalkan tradisi, seni, tarian, dan nyanyian daerah kepada generasi muda agar tidak punah.
Merawat warisan leluhur: Menjadikan tradisi lokal sebagai identitas diri yang terus diturunkan antargenerasi.
Ruang perjumpaan etnis: Merayakan heterogenitas dan kolaborasi antarberbagai suku serta latar belakang di Kota Kupang.
Peningkatan Ekonomi Lokal
Memberdayakan UMKM: Menyediakan ruang pameran atau mini expo bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal.
Menciptakan perputaran ekonomi: Meningkatkan pendapatan warga dan ekonomi kreatif di tingkat kelurahan.
Promosi wisata: Menarik kunjungan wisatawan ke potensi unik yang ada di setiap kawasan kelurahan.|| jbr