Padukan Religius dan Budaya NTT, Hengky Malelak Puji Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Bonipoi

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Hengky Malelak, S.STP., M.Si, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang memuji konsep Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Bonipoi yang memadukan unsur religius (Muslim) dan Budaya NTT (Rabu, 9 September 2026).

Festival Budaya yang mengangkat  thema ; “Merajut Pelangi Dalam Keberagaman Budaya NTT” menilai ini event paling unik dan satu-satunya di Kota Kupang karena bukan hanya mengangkat unsur seni, budaya dan tradisi etnis NTT saja, tapi memadukan dengan seni musik, tradisi dan budaya berunsur religius dan menunjukkan

Festival diawali dengan Parade Busana Tradisional Budaya NTT yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat kelurahan Bonipoi dan penyambutan Asisten 1 Hengky Malelak dan rombongan oleh Grup Rebana Pemuda Masjid Kelurahan Bonipoi dan tarian kreasi baru Multi Etnis dari semua wilayah di NTT baik dalam lagu pengiring maupun gerakan tariannya yang dibawakan oleh siswa-siswi sekolah yang ada di Kelurahan Bonipoi, juga berbagai tarian, seni dan budaya serta lomba-lomba.

Hengky Malelak menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang mengatakan festival budaya memiliki makna besar, karena Kota Kupang menjadi rumah bersama dengan berbagai latar belakang berbeda.

“Dan niat pemkot adalah menjadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang mandiri, sejahtera dan berbudaya. Budaya bukan sekedar musik, tarian dan pakaian makanan trasisional dna elrtujunkan seni saja tapi cara kita menghargai siapa diri kita, menghormati orang lain, menjaga hubungan silaturahmi dengan sesama sebagai warga Kota Kupang tercinta. Saya terkesan sekali tadi saat penyambutan dengan permainan musik bernuansa  religius dan itu sangat luar biasa menunjukkan kekayaan budaya. Saya berharap festival ini jangan hanya dipandang sebagai seremonial belaka, atau hiburan semata tapi mari jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk saling menjalin silaturahmi, saling mengenal, perbedaan dan keberagaman yang ada ditengah masyarakat kita.” Ujar Hengky.

Kepada generasi muda, Hengky menyampaikan pesan Wali Kota Kupang agar bangga, mau mengenal budaya kita. Ditengah kemajuan teknologi yang berlari dengan begitu cepat, maka generasi muda hari mengenal budaya dan tahu dari mana mereka berasal. Mari lestariskan dan promosi budaya NTT.” Ajaknya.

Hengky menyatakan komitmen Pemerintah Kota Kupang yang tidak sekedar menjadikan festival sebagai agenda tahunan, tapi mau menjadikan festival budaya menjadi bagian dari pembanginan Kota Kupang. “Majunya sebuah kota bukan hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur yang pesat, tapi juga dari warga yang memiliki identitas, karakter, dan rasa memiliki terhadap kota itu. Khususnya kelurahan. Kita ingin membangun kota Kupang sebagai tempat yamg nyaman untuk ditinggali, memiliki cerita yang khas dan wajah kota kupang ada diantara kita semua. Khususnya masyarakat Kelurahan Bonipoi. Mari jaga toleransi, dan gotonga royong diantara kita, jangan berbagai perbedaan kita berpisah justeru ditengah perbedaan kita makin bersatu.” Ajaknya.

Festival digelar melaksanakan program pemerintah Kota Kupang dalam rangka mengangkat, memperkenalkan dan mempromosikan budaya multi etnis yang ada di masyarakat kelurahan Bonipoi, selain  etnis budaya, juga nuansa religius di kelurahan Bonipoi dan untuk mengajak masyarakat mencintai budaya NTT.

Berbagai tarian budaya NTT, tarian daerah penyambutan, fashion show anak dan remaja, tarian kreasi, pameran UMKM dan pelayanan pembayaran PBB berlangsung dari 9-11 September 2026.|| jbr