Angkat Budaya Helong, Festival Budaya Kelurahan Kolhua Berlangsung Meriah
Kupang, TopNewsNTT.Com||Festival Budaya Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang berlangsung meriah dengan berbagai atraksi seni budaya dan tradisi etnis Helong. Berbagai tarian etnis Helong antara lain Tradisi penyambutan tamu dengan tutur adar Helong atau Natoni oleh anak-anak dan tua adat etnis Helong, Tarian Massal “Lufut” etnis Helong dan Tarian Sisit Le Muti suku Helong dari Sanggar Latsaga.
Festival yang digelar di Lapangan Paroki Santu Frasiskus Asisi BTN Kolhua pada Sabtu, 15 Agustus 2026 malam ini merupakan program Pemkot Kupang yang digelar sejak tahun 2023 dengan tujuan mengangkat, memperkenalkan, dan mempromosikan budaya sebagai kekayaan bangsa, dan menumbuhkan rasa cinta akan budaya kepada generasi muda. Dengannya diharapkan nilai budaya NTT diamalkan dan jadi jati diri bangsa.
Selain mengangkat budaya Helong, festival juga menampilkan budaya multi etnis dari daerah lain di NTT seperti Tarian massal “Bosan Hala” dari etnis Adonara (Flores Timur). Traian Bosan Halla merupakan tarian massal pergaulan yang bersifat riang gembira untuk mempererat kebersamaan.
Thema festival budaya Kelurahan Kolhua sebenarnya adalah Multi Etnis, namun lebih ditonjokan Etnis Helong sebagai etnis Timor yang mendiami Kelurahan Kolhua sejak dulu.
Festival budaya digelar dengan latar belakang bahwa kini Kelurahan Kolhua makin berkembang dengan penduduk multi etnis, sehingga perlu digelar festival yang mengangkat, memperkenalkan berbagai sajian budaya berbagai etnis yang hidup di kelurahan Kolhua. Namun dalam festival ini diperkenalkan budaya Helong agar masyarakat mengetahui suku Helong yang mendiami keluraha Kolhua sejak dulu. Dalam kegiatan ini berbagai budaya etnis Helong lebih ditonjolkan.
Selain atraksi seni budaya etnis Helong, event festival budaya juga dimeriahkan dengan tarian “Taramiti Tominukue” dari etnis Alor persembahan para Mahasiswa KKN IAKN, tarian “Kapitan Pulo” dari Etnis Flores Timur dan tarian “Panyembrama” oleh Sanggar Agung Giri.
Ada juga Tarian “Kosu” dari Amarasi, Tarian dan Gong dari Etnis Helomg, dan tarian Campuran dri Daerah Gawi Deolima, Weta Labu Mera Meko, Sabu Raijua, Malaka dan tarian Sisit Le Muti suku Helong dari Sanggar Latsaga.
Sebelum pembukaan, festival dimeriahkan dengan karnaval budaya, lomba-lomba, pentas budaya dan pameran pelaku UMKM dan dua hari sebelumya sudah digelar pertandingan bola voly, futsal dan jalan santai.
Ignas Lega Asisten II Setda Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang mewakili Wali Kota Kupang membuka kegiatan menyampaikan bahwa tujuan fetsival budaya bukan sekedar seremonial pementasan budaya semata, tapi juga untuk menjalin dan mempererat kekerabatan antar warga masyarakat di kelurahan Kolhua dan warga sekitar.
Dirinya mengapressiasi penyelenggaraan fetsival budaya yang menampilkan atraksi budaya yang indah dan beragam serta agar semua warga menjaga ketertiban dan keamanan selama festival. Kepada leserta lomba, Ignas berpesan agar memgikuti dengan sportif dan tertib.
Pembukaan Festival ditandai dengan pemukulan Gong etnis Helomg dan tarian massal “Bosan Hala” daerah Etnis Adonara dan berbagai a dari daerah Flotim dari Mahasiswa STAI Kupang, atraksi pencak silat, serta berbagai tarian lainnya. Festival budaya berkangsung selama 3 hari hingga 17 Agustus 2026. || jbr