Festival Budaya Kelurahan Solor Angkat Budaya Lamaholot, Wisman Portugal Ikut Menari Dolo-Dolo

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Festival Budaya Kelurahan Solor Seni Tarian Dolo-Dolo Lintas Generasi” dengan thema “Melestrikan Warisan Budaya Lamaholot untuk generasi Masa Depan Dalam Lingkar Tradisi Kita Bersaudara” dihadiri oleh sekelompok wisman asal Negara Protugal dan ikut menarikan Tarian Dolo-Dolo.

Festival berlangsung meriah dipadati bukan hanya warga kelurahan Solor dan sekitarnya, tapi uniknya oleh Wisman Portugal yang sedang transit untuk berwisata di Daratan Flores ini berlangsung di Lapangan IVOS Kampung Solor, Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupamg (Rabu, 22 Juli 2026(.

Dalam kegiatan festival yang juga diikuti oleh pelaku UMKM kelurahan Solor, makin menarik karena menampilkann banyak atraksi seni, Budaya dan olahraga bela diri asli Indonesia seperti Pencak Silat dan taekwondo, Fashion Show anak busana NTT, atraksi budaya etnis Lamaholot dan yang paling meriah adalah Tarian Dolo-Dolo, Pameran Tenun Ikat Lamaholot (Solor dan Lembata).

Tarian tradisional Penyambutan etnis Lamaholot

Ignasius Repelita Lega, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang membacakan sambutan Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo menyatakan, dengan thema festival budaya Dolo-Dolo Lintas Generasi ini menunjukkan bahwa sebuah kota bukan hanya dibangun dengan gedung tapi oleh nilai-nilai seni, budaya, tradisi dan karakter masyarakatnya.

Dengan seni dan budaya yang ditampilkan malam ini menunjukkan benar bahwa Kota Kupang sebagai Rumah Bersama bagi berbagai suku, bahasa dan tradisi. Yang berbeda latar belakang tapi memiliki tujuan yang sama yaitu menjaga kerukunan, dan membangun kota Kupang dengan semangat persaudaraan.

Featival ini memiliki arti yang sangat besar, karena saat tarian Dolo-Dolo ditampilkan bukan sekedar sebuah pertunjukan seni, tapi sebuah identitas, sejarah dan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Lewat thema yang diangkat tidak hanya mengajar masyarakat untuk bangga akan budaya sendiri tapi juga nemastikan bahwa warisan itu tetap hidup di dalam generasi muda. Karena budaya yang tidak dipelajari dan tidak diteruskan lambat laun akan hilang.

Festival lintas generasi melibatkan semua lapisan masyarakat di kelurahan Solo adalah budaya mempersatukan berbagai perbedaan, yang tua mewariskan dan yang muda melanjutkan. Pemerintah Kota Kupang akan mendukung setiap komunitas budaya untuk berkarya san berkreasi. Kemajuan Kota harus berjalan beriringan dengan pembangunan. Modernisasi tidak boleh menjadi pemutus perkembangan budaya tapi harus mendukung.

Latar belakang Festival Kelurahan Solor mengangjat Budaya Lamaholot dan Tarian Dolo-Dolo karena Kelurahan ini 80% penduduk didominasi oleh Suku Lamaholot yang berasal dari Pulau Flores, Adonara, Solor, Lembata dan Alor yang disebut Solor Watan Lemma.

Festival ini sebagai bentuk komitmen pemerintah Kelurahan Solor dan Panitia Pelaksana dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang dikemas dalam bentuk pertunjukkan seni dan budaya.

Melalui festival ini diharapkan akan menumbuhkan budaya dan etnis yang harus dijaga dan dilestrikan, bahkan mendoring agar generasi muda lebih mencintai adat dan budaya serta  menjadi daya tarik bagi pariwisata di Kota Kupang, khususnya di kelurahan Solor. Tujuan melestarikan dan mempromosikan adat budaya Lamaholot yang ada di Kelurahan Solor. Mengajak masyarakat mencintai adat dan budaya Lamaholot dan meningkatkan ekonomi masyarakat di kelurahàn Solor dengan melibatkan UMKM yang menjajakan jajanan Lamaholot.

Sasaran kegiatan adalah menarik minat wislok maupun wisman  serta meningkatkan pendapatan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kelurahan Solor.

Fetival berlangsung tiga hari ( Rabu-Jumat, 22-24 Juli 2026)..

Hari pertama : tarian Dolo-Dolo secara massal,  Tarian Lamaholot (Sanggar Tari Delisha), Musik Gambus,  atraksi Tekwondo, silat kampung, lomba tarian Dolo-Dolo Lintas Generasi kategori dewasa dan kategori anak-anak.

Wisman asal Port7gal yang lupa ditanyakan namanya oleh media ini dan ikut menarikan Tarian Dolo-Dolo mengatakan “Kami berasal dari Portugal kami datang ke Kupang untuk menikmati hidangan ikan yang lezat, lalu kami melihat ada acara budaya ini dan ingin melihat seperti apa acara ini, bagaimana adat istiadat dan apa saja yang dilakukan di festival ini. Dan ternyata sangat menarik dan luar biasa. Kami melihat keunikan, keindahan dan sesuatu yang sangat berbeda mulai dari tarian, pakaian, musik, lagu semuanya indah, unik dan hanya ada di sini. Ini akan jadi sebuah tawaran menarik bagi wisatawan karena hanya ada di kota ini. Sangat berbeda dari negara manapun. Kami sangat tertarik, dan besok kami akan berangkat ke daratan Flores untuk menikmati berbagai hal disana.”  Ujarnya singkat dengan wajah penasaran.

Pelaku UMKM Tenun Ikat Lamaholot dan Kuliner Lamaholot Jagung Bose, ibu Nurdiah Jumadi kepada media menjelaskan dirinya sangat senang dengan kegiatan festival budaya seperti ini karena bisa memperkenalkan budaya NTT, pakaian tradisional, kuliner dll.

Boot tenun ikat dan Kuliner Lamaholot

“Harus ditingkatkan bila perlu lebih dari sekali setahun. Karena lewat event-event ini memberikan kesempatan masyarakat menunjukkan budaya masing-masing, tumbuhkan rasa cinta dan bangga serta sebagai promosi pariwisata. Juga ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan ” ujarnya.

Festival budaya Kelurahan Solor ini merupakan event ke 18 yang telah dilaksanakan tahun 2026.|| jbr