Tarian “Foti” dan “Kebalai” Meriahkan Pembukaan Festival Budaya Kelurahan Batuplat 2026
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak menggelar Festival Budaya dengan Thema “Batuplat Berkarya dalam Symphoni Keberagaman Budaya Menggapai Masa Depan di Lapangan Batuplat, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, (Kamis,16 Juli 2026).
Sajian atraksi budaya NTT meriahkan pembukaan Festival Budaya Kelurahan Batuplat yakni dimulai dari penyambutan rombongan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hengky Malelak dan rombongan dengan dua tarian asal Rote Nda’o, pertama tarian “Foti” asal Rote Nda’o oleh seorang bocak usia 5 tahun yanfh dengan berani dan percaya diri berpakaian adat Rote Nda’o dengan topi Ti’i Langganta menari “Foti” serta dan tarian “Kebalai” oleh gadis-gadis usia SMP.
Membuka Festival, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Hengky Malelak menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang dr Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk kerjasama dan dukungan pemerintah kelurahan, panitia, masyarakat dan semua elemen, yang menyelenggarakan evemt ini.
“Sebuah wilayah menjadi besar bukan karena pemerintahnyya saja yang bekerja, tapi jika masyarakat mau bekerja bersama.” Kata Wali Kota.
Wali Kota mengingtakan bahwa thema yang diusung bukan sekedar kata yang indah tapi merupakan sebuah ajakan bagi masyarakat. ‘Batuplat berkarya’ berarti kita tidak hanya berhenti pada potensi yang ada tapi berani berbuat dan menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kelurahani ini dan kota Kupang.
‘Berkarya’ tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang besar; menjaga budaya, mengembangkan UMKM, mendidik anak-anak dalam nilai-nilai luhur, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menciptakan kerukunaj antar sesama semuanta adalah karya yang memberi dampak, bagi masa depan.
Sedangkan symphoni keberagaman budaya mengingatkan kita bahwa kota Kupang dibangun atas keberagaman. Kita berasal dari berbagai suku, budaya, bahasa dan agama. Tetapi kita memiliki satu tujuan yang sama yaitu membangun kota Kupang menjadi rumah yang nyaman bagi semua.
Seperti sebuah orkestra, tidak semua alat memainkan nada yang sama menjadi melodi ada yang mengisi harmoni, ada yang menjaga irama. Dan ketika semua dimainkan dengan benar maka lahirlah symphoni yang indah yang bisa kita nikmati.
Demikian juga dalam kota Kupang, kita tidak perlu menjadi sama dan senada tapi dalam perbedaan dan keberagaman lahirlah symphoni yang indah.
“Mari membangun kota Kupang dengan semangat kolaborasi antara dan dengan semua pihak. Festival budaya bukan sekedar even budaya tapi jadikan ruang mengerakkan ekonomi masyarakat dengan semua unsur yang ada sebagai bukti bahwa budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Ujar Walikota.
Wali Kota meminta anak muda kelurahan Batuplat agar jangan pernah malu dengan budaya tapi jadikan teknologi sebagai media memperkenalkan dan mempromosi budaya lokal NTT.
Festival budaya kelurahan Batuplat akan berlangsung selama 3 hari yamg akan menampilkan berbagai atrsksi seni budaya dan lomba-lomba seni.
Latar belakang digelarnya Festival kelurahan Batuplat karena kelurahan Batuplat merupakan salah satu kelurahan yang kaya akan nilai budaya, tradisi dan semangat kebudayaan, dan memiliki potensi dan ingin memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas dan secara khususnya bagi generasi muda.
Terutama ditengah tantangan jaman dan arus globalisasi, pelestarian budaya lokal punya tantangan yang berat, maka keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan agar nilai budaya tidak tergerus, maka pemerintah menginisiasi penyelenggaraan festival budaya.
Tujuannya adalah dalam rangka mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa bangga kepada budaya lokal dan untuk meningkatkan partisipasi aktif generasi muda dalam pelestarian budaya lokal.
Festival Budaya juga diharapkan dapat meningkatkan potensi pariwisata, memperkuat menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat dan membangun citra Kelurahan Batuplat sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keragaman, kreativitss dan inovasi.
Festival akan berisi berbagai Jmjenis perlombaan pertama lomba fadhion show anak, lansia, lomba karaike lagu nasional dan daerah dan lomba tarian daerah NTT. Fetsival berlangsung dari tanggal 16-18 juli 2026, peserta merupakan masyarakat kelurahan Batuplat dengan angaran berasal dari DIPA kecamatan sebesar Rp20 juta rupiah.
Kegiatan didukung oleh berbagai sponsor dari masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.
Dalam kegiatan ini disertai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dari puskesmas Batuplat.|| jbr