Sabet Juara di Malaysia, PSM Bella Cantare Undana Boyong Tiga Piala Internasional

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Halaman Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) dipenuhi suasana sukacita saat Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran pimpinan universitas menyambut kepulangan Kontingen Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Bella Cantare pada Senin (29/6/2026). Kelompok paduan suara kampus ini baru saja kembali setelah sukses mengukir prestasi gemilang di kancah internasional pada ajang The Sarawak International Choir Festival and Symposium 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Kontingen yang berkekuatan 29 mahasiswa lintas fakultas tersebut berkompetisi pada 18–22 Juni 2026 dan berhasil membawa pulang tiga penghargaan bergengsi serta satu sertifikat Grand Prix sebagai finalis terbaik. Raihan internasional ini mencakup Juara 1 (Gold 1) Kategori Mixed Voice (Champion) yang berhadiah uang pembinaan senilai 1.000 Dolar AS, Gold 3 Kategori Folklore, dan Gold 4 Kategori Musica Sacra.

Hadiah Istimewa Dies Natalis ke-64 dan Buah Latihan Militan

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyampaikan rasa bangga dan menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan kado terindah bagi Dies Natalis ke-64 Undana. Rektor berkomitmen untuk terus mendukung penuh kegiatan kemahasiswaan karena ajang kompetitif seperti ini terbukti ampuh mengasah kecakapan nonteknis (soft skills) mahasiswa, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, hingga mentalitas kepemimpinan.

“Jika mahasiswa memiliki kemampuan akademik yang baik sekaligus soft skills yang kuat, maka mereka akan menjadi generasi unggul yang dibutuhkan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia di panggung dunia,” ujar Prof. Jefri Bale.

Pembina sekaligus Pelatih PSM Bella Cantare, Dr. Theodore Y. K. Lulan, S.Si., M.Sc., mengungkapkan bahwa kemenangan manis di Malaysia ini merupakan buah dari perjuangan militan selama lima bulan terakhir. Selepas jam kuliah, para mahasiswa rutin menjalani latihan fisik dan olah vokal dari pukul 18.00 hingga menjelang pukul 23.00 WITA.

Ketua Bella Cantare, Umbu Awang Marturia Kulandima, menambahkan bahwa kunci utama keberhasilan timnya terletak pada komitmen dan konsistensi proses, bukan sekadar bakat suara alami. Mahasiswa Ilmu Politik semester VI ini menjelaskan bahwa kebersamaan berlatih enam hari seminggu dengan durasi empat hingga lima jam per hari akhirnya terbayar lunas ketika mereka mampu menembus babak final dan menyisihkan total 33 peserta dari berbagai negara.

Mendobrak Stigma Inferioritas Akademisi Daerah di Panggung Global

Keberhasilan PSM Bella Cantare Undana merajai kompetisi paduan suara internasional di Malaysia ini membawa dampak psikologis dan sosiologis yang sangat krusial bagi eksistensi pemuda di NTT. Selama ini, terdapat stigma kolektif yang melekat bahwa mahasiswa dari Indonesia Timur—khususnya NTT—sering kali dipandang inferior, tertinggal, dan sulit bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di Pulau Jawa maupun luar negeri akibat keterbatasan fasilitas pendukung di daerah.

Kemenangan mutlak atas puluhan kontingen internasional ini secara instan meruntuhkan mentalitas inferior (inferiority complex) tersebut.

Dampaknya bagi internal kampus, prestasi ini menjadi bukti konkret bahwa pembinaan minat dan bakat yang dikelola secara profesional mampu melahirkan talenta kelas dunia dari bumi Flobamora. Di level makro, keberhasilan ini menaikkan posisi tawar (bargaining position) Undana sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada teori menara gading, melainkan subur dalam mencetak lulusan berkarakter tangguh. Profil internasional ini diproyeksikan akan meningkatkan daya tarik investasi kemitraan global serta memicu gelombang kepercayaan diri bagi generasi muda NTT untuk berani tampil, bersaing, dan menang di ceruk kompetisi global mana pun.(**)

sp.hms.undana

(Alk)