Bagi Prosesi dalam Dua Sesi, Undana Siap Lantik 1.421 Wisudawan pada 30 Juni 2026
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Universitas Nusa Cendana (Undana) memastikan sebanyak 1.421 lulusan siap dikukuhkan pada prosesi Wisuda Periode II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026. Kepastian pelaksanaan upacara akademik tertinggi ini diperoleh setelah panitia merampungkan rapat koordinasi final di Ruang 202 Gedung Rektorat Undana, Kupang, pada Rabu (24/6/2026).
Guna menjamin kelancaran, ketertiban, serta kekhidmatan acara, Sekretariat Panitia Pelaksana Wisuda – Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Undana memutuskan untuk membagi jalannya prosesi dalam dua sesi. Sesi pertama pada pagi hari akan melantik 800 wisudawan, disusul sesi kedua pada siang hari yang diikuti oleh 621 wisudawan. Sebagai persiapan akhir di lapangan, seluruh calon wisudawan diwajibkan menghadiri gelaran gladi resik pada Kamis, 25 Juni 2026.
Matangkan Logistik Lintas Sektoral dan Penomoran Ijazah
Dari sisi administrasi kelulusan, panitia melaporkan bahwa penarikan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dari pangkalan data PDDikti telah sukses dilakukan secara massal. Saat ini, kesekretariatan BAK Undana tinggal merampungkan beberapa kasus minor yang sedang menunggu persetujuan akhir dari pemerintah pusat.
Selain dokumen kelulusan, aspek logistik dan koordinasi lintas instansi vertikal juga telah dimatangkan oleh otoritas Undana. Panitia telah mengirimkan undangan resmi kepada Gubernur NTT, menyurati PT PLN (Persero) dan PT Telkom untuk menjamin stabilitas pasokan listrik serta jaringan internet, hingga menyiagakan tim medis dari Rumah Sakit Umum (RSU) Undana di lokasi acara guna mengantisipasi kebutuhan darurat.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menegaskan bahwa momen wisuda ini bukan sekadar upacara pelepasan formalitas, melainkan puncak dari penempaan mutu kurikulum. Undana berkomitmen penuh untuk menjawab tantangan Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terutama terkait pemangkasan masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan.
“Berbicara soal lama terserap ke dunia kerja bukan semata-mata dititikberatkan pada saat wisuda, tetapi bagaimana proses studi itu sendiri berjalan. Kami menempa mereka melalui kurikulum berbasis kompetensi, program magang di semester IV, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak pada peralihan semester VI ke VII,” jelas Prof. Annytha.
Ia menambahkan, keterpaparan mahasiswa dengan dunia profesi melalui kuliah umum yang melibatkan praktisi luar industri menjadi modal penting. Ruang-ruang praktis inilah yang mempercepat penyesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan riil pasar kerja.
Agresif Kejar Tracer Study Lewat Ikatan Alumni
Kesiapan Undana dalam melepas 1.421 lulusan baru yang dibarengi dengan komitmen pemenuhan IKU Kemdiktisaintek ini membawa dampak perubahan yang signifikan bagi ekosistem ketenagakerjaan di NTT. Selama ini, tingginya angka pengangguran intelektual di daerah sering kali disebabkan oleh fenomena ketidaksesuaian antara kompetensi sarjana baru dengan dinamika industri modern.
Melalui strategi penempaan kurikulum berbasis praktisi sejak dini, Undana tidak lagi sekadar menjadi “pabrik” pencetak ijazah, melainkan berperan sebagai pemasok SDM siap pakai.
Dampak jangka panjangnya, pasca-wisuda 30 Juni mendatang, Undana secara agresif mengoptimalkan skema Tracer Study (pelacakan alumni) berkala yang disinergikan dengan Ikatan Alumni Undana. Langkah pelacakan digital ini mewajibkan para lulusan baru untuk aktif mengisi instrumen survei kerja. Pola ini tidak hanya menguntungkan universitas dalam mendongkrak peringkat akreditasi nasional, tetapi secara rill membuka akses informasi lowongan kerja eksklusif bagi sesama alumni, sehingga masa tunggu pengangguran lulusan Undana di NTT dapat ditekan serendah mungkin.(**)
Sp.hms.undana
(FnT)