Cetak Guru Berjiwa Saudagar, Prodi Pendidikan Ekonomi Undana Genjot Keterampilan Bisnis Digital Mahasiswa
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) bergerak cepat membekali mahasiswanya dengan mentalitas kemandirian ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran pelatihan kewirausahaan intensif bertajuk “Entrepreneurship Skill for Future Generation” yang berpusat di lingkungan kampus Undana, Kupang, pada Rabu (24/6/2026).
Langkah taktis ini sengaja diambil otoritas prodi untuk mempercepat transformasi lulusan agar tidak lagi terjebak pada paradigma lama yang sekadar menjadi pencari kerja (job seeker). Melalui forum ini, ratusan calon pendidik tersebut diajarkan cara mengonversi teori ruang kelas menjadi aksi nyata di lapangan, serta didorong memanfaatkan ceruk ekonomi kreatif berbasis digital untuk membuka lapangan kerja baru (job creator).
Pemilik usaha Kupang Bucket, Erika Fajartianingsih, S.Tr.I.P.Pembicara sekaligus kreator konten, Hilmiyatillah Mokshen, M.I.Kom.
Gandeng Kreator Konten dan Pengusaha Muda Kupang
Pelatihan ini menghadirkan dua praktisi yang telah sukses mengarungi ekosistem bisnis modern, yakni pembicara sekaligus kreator konten, Hilmiyatillah Mokshen, M.I.Kom., serta pemilik usaha Kupang Bucket, Erika Fajartianingsih, S.Tr.I.P. Kehadiran kedua narasumber ini memberikan injeksi strategi praktis kepada mahasiswa mengenai cara membaca peluang pasar, mengemas inovasi, hingga teknik pemasaran digital.
Koordinator Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana, Dr. Ari Data, S.Pd., M.M., saat membuka acara menegaskan bahwa pemahaman teoretis yang selama ini diberikan dosen di ruang kuliah tidak akan cukup tanpa adanya benturan pengalaman langsung dari pelaku industri. Menurutnya, tantangan zaman menuntut guru masa depan untuk memiliki ketahanan hidup yang tinggi dan tidak boleh hanya menggantungkan nasib pada peluang menjadi tenaga pendidik di sekolah formal.
“Jika kita memiliki banyak keterampilan dan kemampuan, maka kita dapat terus berkreasi dan menciptakan berbagai peluang. Jangan hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mulailah belajar menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain,” tegas Dr. Ari Data.
Koordinator Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana, Dr. Ari Data, S.Pd., M.M.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital telah meruntuhkan batasan modal fisik dalam memulai bisnis. Generasi muda saat ini memiliki modal utama berupa kreativitas yang bisa langsung diuangkan jika dikelola dengan pola pikir (mindset) yang tepat. Kendati demikian, Dr. Ari mengingatkan agar setiap aktivitas bisnis mahasiswa tetap memegang teguh rambu-rambu etika, mengutamakan kejujuran, serta berjalan di koridor usaha yang baik dan halal.
Mengikis Ketergantungan Kuota PNS dan Guru Honorer di NTT
Suntikan jiwa kewirausahaan yang masif bagi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Undana ini membawa dampak perubahan sosiologis yang sangat krusial bagi masa depan penyerapan tenaga kerja di NTT. Selama bertahun-tahun, daerah ini dihadapkan pada persoalan menumpuknya sarjana pendidikan yang terjebak menjadi guru honorer dengan upah di bawah standar kelayakan, akibat ketergantungan yang terlalu tinggi pada seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau PPPK yang kuotanya sangat terbatas.
Dengan mengubah cetak biru (blueprint) berpikir mahasiswa sejak dini, Undana sedang memutus mata rantai pengangguran intelektual tersebut.
Dampaknya, saat lulus nanti, para sarjana Pendidikan Ekonomi ini tidak lagi datang ke sekolah-sekolah sebagai pelamar kerja yang pasrah. Sebaliknya, mereka keluar sebagai pelaku ekonomi kreatif yang mandiri secara finansial. Bahkan, ketika mereka nantinya tetap memilih menjadi guru di ruang kelas, mereka akan menjelma sebagai guru yang inspiratif karena mampu menularkan keterampilan bisnis riil dan menggerakkan ekosistem UMKM di lingkungan tempat mereka mengajar.(**)
Sp.hms.undana(Alk)