Wagub Johni Asadoma Buka Kejuaraan Karate Shoto-Kai Open Piala Gubernur NTT 2026
Kupang, TopNewsNTT.Com||Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, secara resmi membuka Kejuaraan Karate Shoto-kai NTT Open Piala Gubernur NTT Tahun 2026 di GOR Flobamora Kupang, Jumat (26/6/2026). Kejuaraan tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet karate terbaik NTT dalam menghadapi berbagai kejuaraan nasional maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Kejuaraan ini berlangsung sejak 26-28 Juni 2026 dengan mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari usia dini hingga senior, baik pada nomor kata maupun kumite. Sebanyak 698 atlet dari 16 kontingen yang mewakili 9 perguruan karate ambil bagian dalam kejuaraan ini dan bersaing pada 76 kelas pertandingan. Para peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Membuka kejuaraan tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa setiap kejuaraan merupakan kesempatan bagi atlet untuk menguji hasil latihan sekaligus membangun mental juara. “Kalau sudah memilih menjadi atlet, maka berlatihlah dengan tekun, disiplin, dan sepenuh hati. Kunci menjadi juara adalah latihan yang konsisten serta menjaga disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Wagub mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi nilai-nilai karate, seperti disiplin, sportivitas, kejujuran, persaudaraan, dan saling menghormati. Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antar-karateka di Nusa Tenggara Timur.
Ia mengingatkan para atlet untuk menjauhi berbagai kebiasaan yang dapat menghambat prestasi, seperti mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, begadang, maupun pergaulan negatif.
Dalam kesempatan tersebut, Johni Asadoma membagikan pengalaman pribadinya sebagai mantan atlet tinju nasional yang mengantarkannya meraih medali emas SEA Games, serta tampil mewakili Indonesia pada Olimpiade Los Angeles 1984. Menurutnya, semua prestasi tersebut lahir dari latihan yang keras, disiplin, konsistensi, dan keberanian.
Wakil Gubernur menggambarkan bahwa seorang olahraga bela diri memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda dari orang lain. Hal tersebut dilihat dari proses latihan dengan melatih kemampuan pengambilan keputusan secara cepat untuk bertahan atau menyerang.” Di atas matras nanti yang menentukan kemenangan bukan hanya kemampuan teknik, tetapi juga keberanian mengambil keputusan,” ujarnya.
Wakil Gubernur memberikan apresiasi kepada Presiden Shoto-kai Indonesia beserta seluruh jajaran pengurus, pembina, pelatih, dan panitia atas dedikasi mereka dalam membangun olahraga karate di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Johni Asadoma, cabang olahraga bela diri merupakan salah satu kekuatan NTT yang harus mampu menyumbangkan medali emas pada PON 2028. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. “Target kita bukan sekadar ikut PON, tetapi harus meraih medali emas. Cabang olahraga bela diri menjadi andalan NTT sejauh ini,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur mengingatkan seluruh atlet agar tetap menyeimbangkan prestasi olahraga dengan pendidikan. “Berlatih keras, tetapi sekolah juga jangan dilupakan. Atlet harus cerdas sehingga memiliki masa depan yang baik. Jadilah juara, tetapi juga sukses dalam pendidikan dan kehidupan,” pesannya.(**)
Rilis