Sanggar Ansisi SMPN 16 Kupang, Persembahkan Tarian Penyambutan Maumere “Soka Papa” di Festival Budaya Kelurahan Nefonaek
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Sanggar Tari Ansisi SMPN 16 Kupang mempersembahkan tarian penyambutan “Soka Papa” dari daerah Maumere dengan pakaian tradisional berwarna merah menebarkan semangat budaya dalam Pembukaan Festival Budaya Kelurahan Nefonaek pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Pelatih dan pendamping siswi penari Sangar Tari Ansisi Maria Silvista mengatakan tarian ini biasanya dipersembahkan guna menyambut tamu terhormat pada acara-acara adat maupun pemerintahan di masyarakat Sikka.
Sementara itu Kepala SMPN 16 Kupang, Syaloomince Watuwaya,S.Pd menjelaskan bahwa siswa yang menari ini sebagian siswa kelas 7 dan 8.
“Mereka dilatih oleh ibu Maria Silvista dalam waktu yang singkat untuk menarikan tarian Penyambutan “Soka Papa” khususnya untuk kegiatan festival ini.” Jelas Kepsek SMPN 16 Kupang bangga.
Dalam pandangannya, kegiatan Festival Budaya ini merupakan ajang yang positif untuk menampilkan dan mengekspresikan bakat anak-anak yang bisa dilihat orang banyak atau masyarakat umum.
Selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan juga mendukung program pemerintah kota Kupang lewat Dinas Pariwisata untuk pelestarian budaya. Dari sektor pendidikan, Dinas P dan K Kota Kupang juga sudah mempunyai agenda rutin. Sementara untuk masyarakat di lingkungan kehidupan masyarakat, sangat bagus jika promosi dan pelestarian budaya dilakukan seperti saat ini melalui kegiatan Festival Budaya yang bertepatan dengan momen menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81
“Kegiatan ini menjadi spesial karena menampilkan juga tradisi dari masyarakat tertentu seperti yang ditarikan oleh anak-anak kami hari ini, merupakan wadah untuk melestarikan budaya lokal NTT yang ada di masyarakat Kelurahan Nefonaek yang saat ini mulai tenggelam oleh kemajuan jaman. Jadi dengan kegiatan ini pemerintah ingin mengembalikan budaya NTT sebagai tradisi dan kebiasaan hidup generasi muda, karena budaya NTT kaya akan nilai-nilai dan pandangan hidup positif bangsa Indonesia yang berkiblat pada wawasan kebangsaan dan adat ketimuran yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Jadi Festival Budaya sangat-sangat positif dan patut didukung.” Ungkapnya.|| jbr