Festival Budaya Kelurahan Fontein Multi Etnis Dimeriahkan Tarian Etnis Helong dan Sabu Raijua
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Tarian penyambutan “Oko Mama” etnis Helong dan Tarian “Ledo Hawu” etnis Sabu Raijua menjadi sajian atraksi seni budaya melambangkan multi etnis pada pembukaan Festival Budaya Kelurahan Fontein yang digelar di Lapangan Cak Ma Lada Kelurahan Fontein (Selasa, 15 September 2026). Festval budaya kelurahan Fontein mengangkat thema “Cintai Budaya Lokal, Merajut Asa, Kuatkan Identitas dalam Keberagaman dan Menyatukan Perbedaan” dan Sub Thema “Budaya Lestari, Masyarakat Fontein Maju dan Berbudaya” yang berlangsung selama 3 hari (15-17 September 2026).
Ketua panitia menyatakan pelaksanaan festival budaya kelurahan Fontein dengan mengingat latar belakang sejarah Kota Kupang sejak sebelum jaman penjajahan Belanda yang sudah menjadi Kota Provinsi dan Kelurahan Fontein juga menjadi Kelurahan dimana banyak tersimpan sejarah pembentukan kota Kupang dengan lemerintahan raja-raja Timor, tempat dimana titik nol daratan Tmor dimulai.
Kelurahan Fontein menjadi salah satu kelurahan dimana sejarah pembentukan kota Kupang dimulai, dan Kota Kupang akan berjalan di atas budaya.
Sejarah titik nol dumulai untuk Daratan Timor sampai ke Kabupaten Malaka dimulai dari Kelurahan Fontein yang dalam bahasa Alkitab: “Alfa dan Omega” atau yang awal dan yang akhir. Ia menyentil bahwa di Kelurahan Fontein terdapat situs sejarah antra lain makam Raja yakni Sonaf Nai Me yang menjadi lokasi ditemukannya makam Raja Sobe Sonba’i III, Raja Isak Huru Doko dll.
Dan berharap pemkot Kupang dapat memberikan perhatian pemugarab serta menjadikan sebagai objek wisata sejarah.
Kegiatan Festival Kelurahan Fontein digelar dengan dasar pertimbangan untuk mengangkat ragam budaya, seni dan tradisi yang ada di tengah masyarakat Kelurahan Fontein untuk lebih dicintai, dimaknai nilainya, dipromosikan dan dilestarikan serta dipromosikan sebagai kekayaan budaya. Juga ingin ajak masyarakat terutama generasi muda agar lebih mencintai budaya, seni dan tradisi. Lewat festival budaya ini diharapkan budaya NTT lebih terangkat dan diwariskan kepada generasi muda NTT.
Festival akan berisi berbagai atraksi seni dan budaya, berbagai lomba seni budaya dan fashion show busana tradisional NTT, pameran UMKM.
Festival dibuka oleh Kadis Pariwisata Kota Kupang Josefina Getha mengatakan Festival Budaya bukan hanya untuk menonton seni dan budaya tetapi untuk merayakan siapa kita.
“Budaya itu bukan sekedar pakaian adat atau seni, kuliner, tetapi budaya adalah identitas, budaya adalah cara kita mengenal siapa diri kita dan ketika kita tahu siapa diri kita, kita tidak akan mudah kehilangan arah. Tetapi tentunya ada satu hal yang lebih penting di kota Kupang. Kita memang berbeda, ada banyak suku, banyak bahasa dan tradisi dan juga banyak keyakinan.” Ujarnya.
Josefina mengingatkan walau berbeda dalam berbagai hal, jangan menjadi alasan untuk tidak saling mengenal. “Dengan hadir di sini, kita saling mengenal, saling menyapa, saling menghargai, saling melengkapi.
“Di Festival Budaya ini segala perbedaan dan beragam akan diramu menjadi sebuah pertunjukan, sajian seni dan budaya yang indah dan kita bersatu larut dalam keindahan itu. Maka perbedaan itu menyatukan kita semua dalam sebuah sukacita, silaturahmi terjalin lewat pertemuan di sini. Inilah bukti festival budaya menjadi wadah dan alat mempersatukan banyak perbedaan.” Kata Josefina
Ia berpesan kepada peserta lomba dapat mengikuti dengan baik dan menjaga keamanan, serta sportifitas selama lomba.|| jbr