Tutup Pameran Museum Keliling, Bupati Paulina Haning-Bulu Berharap Tahun Depan Digelar Dan Ada UPT Museum Di Rote Ndao

Birokrasi Daerah Museum

Ba’a-Rote Ndao, TopNewsNTT||Pameran Musem Keliling yang dilaksanakan oleh UPTD Museum Daerah Provinsi NTT telah sampai pada hari terakhir pelaksanaan tanggal 4 Agustus 2023.

Pameran Museum Keliling ini berlangsung di Audiotorium Ti’i Langga Di Ba’a dari tanggal 1-4 Agutus 2023 dan dimeriahkan dengan pameran benda-benda koleksi yang berasal dari Rote Ndao dan menampilkan 260 koleksi Museum NTT.

Pameran juga diisi dengan berbagai acara lomba tarian Foti, Taebenu dan Kebalai serta serangkaian acara laimnya dalam rangka memeriah Jelang HUT RI KE 78 tahun dan HUT Kabupaten Rote Ndao ke 21 Tahun bulan Agutus ini.

Bupati Rote Ndao Paulina Bulu-Haning saat melaunching kegiatan tersebut menyatakan kompetisi tentang cerita-cerita rakyat, destinasi  wisata dan budaya yang ada di Rote Nado bagi siswa SMP dan SMA bertujuan  untuk memahami tentang keberadaan tempat-tempat wisata dan budaya  yang ada di Rote ndao agar dapat dikembangkan,  lestarikan dan dipertahankan sehingga menjadi cerita lewat tulisan dan juga merupakan legenda atau mitos bagi masyarakat yang ada di Rote Ndao. Kompetisi yang berlangsung pada tanggal 4 Agustus 2023 sekaligus penutupan Pameran Museum Keliling ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati Rote Ndao diwakili oleh Wakil Bupati Rote Ndai Stefanus Sa’ek, Kepala UPTD Museum NTT dan Kepala Cabang Bank NTT Rote Ndao dan pejabat lainnya.

Sementara Aplinuksi Asamani Kepala UPTD Museum Provinsi NTT dalam sambutannya menutup Pameran Keliling ini menyatakan apresiasi dan  provisiat atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini atas dukungan ibu bupati Kabupaten Rote Ndao, Paulina Haning- Bulu bersama dengan seluruh jajaran yang begitu luar biasa telah memberikan dukungan dan support dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten Rote Ndao. Lomba-lomba yang dilaksanakan pada malam hari dan juga pada pagi hari. Semua ini sukses dilaksanakan hingga  penghujung hari yang terakhir ini yang mendapat antusias atau kunjungan yang luar biasa dari para pelajar mahasiswa dan juga masyarakat ini dengan jumlah pengunjung yang sangat banyak dan ini ini sangat luar biasa. Yang hadir sekitar 4000an orang, sementara pengunjung youtube sekitr 2 ribuan.” Ujar Aplinuksi bangga.

Pelaksaan kegiatan ini, sambungnya, “Bertujuan untuk memperkenalkan museum, mengkomunikasikan benda-benda koleksi kepada masyarakat di Kabupaten Rote Ndao untuk mengenal benda Koleksi budaya, sekaligus nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Karena museum adalah sebagai tempat untuk kita belajar,  tempat untuk kita mengenal peradaban budaya  dan peradaban kehidupan kita. Museum sebagai lembaga melakukan kajian terhadap benda budaya sebagai koleksi untuk mendeskripsikannya sehingga masyarakat bisa mengenal benda koleksi budaya dengan berbagai cerita atau deskripsi yang ada di dalamnya.  Tentu sasaran kegiatan ini kepada para pelajar dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan pameran ini, sebut Aplinuksi, kami panitia menilai bahwa sudah mencapai target seperti yang kami harapkan yakni dengan jumlah pengunjung diperkirakan sesuai dengan catatan yang ada sekitar empat ribuan pengunjung ditambah dengan pengunjung pada chanel  YouTube channel Musim provinsi NTT  tercatat sekitar 2000 lebih,  sehingga totalnya bisa mencapai 6000 pengunjung baik secara langsung ke tempat pameran muslim keliling maupun melalui YouTube channel Museum daerah provinsi Nusa Tenggara Timur.” Ujar Aplinuksi Banggsa.

Nyongki Ndun,S.H, mwakili Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao mengumumkan hasil lomba Tarian Foti, Tabenu dan Kebalai yang berlangsung di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao Peserta  Tarbenu, Foti dan Kebalali dalam  rangka HUT RI ke 78 tahun dan  HUT Kabupaten Ronda  Ndao ke 21 tahun masing-masing tarian diikuti oleh  6 peserta.

6 Peserta Tarian Tabenu yakni dari Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Landuneko, kecamatan Pantai Baru, Kecamatan Rote Barat Laut a, Kecamatan Rote Barat Laut b, Kecamatan Rote Barat Daya.

Trian Foti terdiri dari 6 peserta yakni Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Landuneko, Kecamatan Pantai Baru, Kecamatan Rote Barat Laut a, Kecamatan Rote Barat Laut B dan Kecamatan Rote Barat Daya.

Tarian Kebalai  6 Peserta yakni Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Landuneko, Kecamatan Pantai Baru, Kecamatan Rote Barat a, Kecamatan Rote Barat b dan Kecamatan Rote Barat Daya,

Juara : Tarian Taebenu : juara 3 kec.Landuneko, juara 2 Rote Barat Laut b dan juara 1 Rote Barat Laut a.

Foti juara 3 Rote Barat Daya, juara 2 Rote Barat Laut b dan  juara 1 Rote Barat lLaut a.

Tarian Foti : Juara 3 Rote Timur, juara 2 Kec.Landumeko, juara 1 Kec.Pantai Baru.

Kebalai : juara 3 Kec.Rote Barat Daya, juara 2 Kec.Rote Barat Laut a dan juara 1 Kec.Rote Barat Laut b,

Juri Nehemia Pah [ketua], Eduard Pelandou, Filmon Pah dan Simson Pahsui.

Pameran  Museum Keliling yang dilaksanakan oleh PT museum provinsi Nusa Tenggara Timur dirangkai dengan  lomba tari bagi siswa siswi SMP dan SMA/SMK yang diselenggarakam oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao dihelat juga memeriahkan jelang Perayaan HUT RI Ke 78 tahun dan HUT Kabupaten Rote Ndao ke 21 tahun.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bulu dalam sambutan menutup rangkaian kegiatan ini atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur melalui UPTD  museum Daerah NTT yang sudah menggelar Pameran Museum ini di Rote Ndao selama 4 hari,

“Penyelenggaraan ini adalah harapan kita semua bahwa seharusnya memang  kita tetap mempertahankan kelestarian daripada budaya kita,  jadi terima kasih kepada museum. Saya berharap agar  kegiatan-kegiatan ini tetap dilaksanakan setiap tahun supaya anak-anak kita juga tahu budaya kita dan alat-alat yang tadi setelah diperagakan itu kami sudah gunakan masanya kami waktu kami masih kecil, kami mengalami hal-hal yang demikian.  Tetapi anak zaman sekarang tidak mengenal itu. Pelestarian ebudayaan perlu dilakukan agar semua yang tadi kita lihat itu,  yang sudah hampir punah dapat dilihat dan dikenal oleh generai muda. Karena alat-alat tersebut sangat berguna pada masa lalu, sehingga perlu kita bangkitkan kembali lewat pameran-pameran yang dilaksanakan oleh provinsi itu harapan kita. ” ujarnya.

Bupati berharap di Rote Ndao ke depanya da UPT Museum Daeran sehingga kita juga adakan kegiatan-kegiatan ini.

Dengan pameran ini ketika nelihat benda-benda sejarah masa lampau yang dipakai orang tua dimasa lalu  untuk melayani kami anak-anak yang sekarang sudah mulai punah karena memang sudah di zaman modern maka kita kembali kepada masa-masa lalu kita yang penuh kenangan.

“Saya berharap pameran seperti ini dapat dilaksanan lagi tapi  dengan topik yang berbeda lagi. Mungkin ada hal-hal yang tadi belum sempat dipamerkan itu nanti akan dimunculkan karena tadi saya lihat dari sisi  peralatan oke, tetapi sisi dari makanan itu tidak ada. Karena dulu kami mengenali itu makan seperti kacang turis, kacang nasi, jagung Rote itu seharusnya juga ada, supaya anak-anak kita tahu bahwa orang tua itu dulu hidup dan besar dari makanan-makanan tersebut tapi sekarang sudah terlupakan. Kita berterima kasih kepada gubernur yang sudah punya program yang luar biasa tentang pameran dan kembali ke basic yaitu kita dulu hidup sayuran jadi ini pameran ini mengingatkan kembali kepada kita supaya kita juga bisa kembali dan kepada anak-anak kita supaya mereka juga mengenal bahwa orang tua dulu makanannya ini.

“Kami juga berterima kasih kepada Dinas Pariwisata yang sudah mengisi acara selama 4 hari ini menjelang 17 Agustus. Memang kita perlu ada kegiatan-kegiatan untuk memeriahkan HUT RI yang ke-78 dengan tampilan-tampilan yang luar biasa dan tarian-tarian ini perlu dilestarikan dan anak-anak kita perlu tahu agar mereka mengenal tentang budaya-budaya kita.

Lewat kegiatan lomba tarian ini ia mengajak seluruh pihak untuk  memupuk persaudraan agar tetap bersatu. Kepada bank NTT bupati juga berterima kasih karena sudah mensponsori lomba  cerita berbahasa daerah Rote Ndao untuk menjaga budaya budaya tetap hidup.|| jbr