Festival Budaya Naikoten 2 Etnik Flores Dibuka Oleh Pj.Walikota “Akan Jadi Event Tetap”

Birokrasi Seni Budaya Warta Kota

NAIKOTEN II, TOPNewsNTT|| Kelurahan Naikoten 2, Kecamatan Kota Raja menyelenggarakan Festival Seni dan Budaya bertempat di halaman gereja St.Yosep Kupang yang melibatkan masyarakat dan para siswa-siswi SMP dan SD sekelurahan Naikoten 2 (Senin, 7/8).

Penjabat Wali Kota Kupang,George M.Hadjoh dalam sambutan membuka Festival Seni dan Budaya Kelurahan Naikoten 2  mengapresiasi pemerintah Kelurahan Naikoten 2 bersama Gereja Paroki St.Yosep yang menyelenggarakan Festival Budaya bertempat dihalaman gereja Paroki St.Yosep ini.

“Kami sebagai pemerintah sangat mengpreasiasi dan  berterima kasih atas kerelaan Bapak Romo dan dan pihak gereja Paroki St.Yosep yang sudah memberikan gereja sebagai tempat pelaksanaan event ini. Karena itu mari kita junjung tempat ini  sebagai tempat yang sankral, kudus dan sejuk ini akan menjadi tempat pembentukan karakter anak yang ada di Naikoten 2 ini.” Ujar Pj.George mengapresiasi.

Ia mengajak semua pihak untuk bersyukur kepada Tuhan yang memberikan waktu untuk hidup dan menggelar karya-karya besar di Naikoten 2.

“Kita tahu NTT terdiri dari tiga pulau besar yakni pulau Timor, Flores dan Sumba. NTT tidak mungkin ada tanpa Pulau Flores. Maka kita akan tunjukkan kepada semua orang bahwa budaya Flores akan terjadi kolaborasi dan integrasi yang hebat di tempat ini selama dua hari hingga besok di tempat kudus dan skaral. Maka akan aman.” Ujar Pj.George Hadjoh.

Maksud menggelar event festival seni dan budaya di setiap kelurahan adalah menunjukkan ke mata dunia bahwa provinsi NTT adalah provinsi paling kaya dengan budaya, paling kaya dengan alam dan potensi laut, bahari, pariwisatanya. Kita perlu berikan ruang kepada budaya untuk menunjukkan bahwa ada 60 persen budaya NTT akan menjadi potensi sumber pendapatan bagi masyarakat NTT khususnya di kota Kupang. Harusnya kegiatan ini harus dilakukan 2018 saat gubernur NTT meletakkan Pariwisata sebagai Prime Mover Pembangunah Perekonomian Provinsi NTT. Pariwisata NTT saat ini sudah berada pada rangking ketiga penyumbang devisa tervesar di Indonesia. Oleh karena itu sebagai penerus Instruksi Dari Menteri Dagri melalui gubernur NTT saya mendorong agar semua kelurahan bangkit dengan semua potensi yang ada kita tunjukkan bahwa kita kaya dan pulau kita sangat eksotik. Oleh karena itu kota Kupang sebagai ibukota provinsi NTT harus tunjukkan bukan saja Indonesia Mini tapi NTT dengan kakayaan eksotik. Tahun depan saya jadi penjabat atau bukan program ini akan jadi program berkelanjutan pariwisata berkolaborasi dengan kelurahan, dinas Pariwisata, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat,  tokoh pemuda dan perempuan untuk mendorong terjadi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu maka terjadi kerja kolaborasi. Hari ini gereja st Yosep bahwa gereja mampu berkolaborasi dengan bertumbuhnya ekonomi masyarakat.” Ujar Pj.Geroge.

Ia ajak semua sampaikan ke semua rumah tangga di semua kelurahan Naikoten 2 untuk mebyaksikan semua atraksi budaya Flores di sini.

Festoval budaya di isi dengan pagelaran budaya, lomba, dan diramaikan dengan stand pelaku UMKM di kelurahan Naikoten 2. Akan ada fashion show dari tingkat SD, SMP dan pemuda hingga opa oma yang dinilai oleh juri puteri NTT Bredley Lerik. Pasar murah dan pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Bakunase.

Camat Kota Raja Yanto Djalil berharap lewat Festival etnik Flores ini mengenalkan budaya Fkores dan 80% masyarakat di kelurahan 2 adalah etnik Flores. || jbr