Tarian “Ana Keka” Dari Rote Timur Membuka Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Kelapa Lima

Pariwisata Budaya UMKM Warta Kota

Kelapa Lima, TopNewsNTT||  Tarian “Ana Keka” dari Rote Timur yang dipesembahkan oleh sanggar membuka event Festival Budaya Thema  Etnis Rote Kelurahan Kelapa Lima di Lokasi Kuliner Kelapa Lima (Sabtu, 25/8).

Festival dibuka oleh plh.Sekda Kota Kupang Frangky Amalo dan didampingi oleh Kadis Kominfo Ariantje Baun, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Camat Kelapa Lima I Wayan Astawa, Lurah Kelapa Lima dan undangan lainnya.

Latar belakang mengangkat thema Etnis Rote menurut ketua panitia adalah Jefta Sooai,S.E menjelaskan seiring perkembangan jaman dan ITE dan kurangnya minat masyarakat kota Kupang dan generasi muda terhadap budaya NTT maka panitia merasa penting dan antusias menyelengarakan.

Tujuan menjaga budaya daerah NTT dan mengangkat minta terhadap budaya dan membangun kreatifitas kelapa lima dan menibgjatkan ekonomi pelaku UMKM.

Peserta adalah amsyarakat sman 2, dan semua sekolah di wilayah kelapa lima.

Pawai budaya kulti etnis dan fetival budaya.sumber dan dari DAK pemkot 15 juta dan sumbangan donatur.

Tarian tradisional Rote Ndao memeriahkan Fetival Budaya Etnis Rote di Kelapa Lima ini.

Plh.Sekda Kota Kupang dalam sambutan sekaligus membuka festival budaya mengatakan di kelurahan Kwlapa lima ada 38 RT dan 14 RW sehingga kelurahan ini cukup besar.

“Saya sangat bahagia ada di tengah fetsival budaya karena memperoleh respek dan harus ditingkatkan agar menjadi hal yang positif. Budaya kita sudah banyak disusupi budaya asing. Bukan berartinkita menolak budaya asinv masuk ke wikayah kita. Seperti contoh pukul gong saat ini hanya dilakukan oleh orangtua dan belum tentu generasi muda ada yang berminat. Kita hatus lestrikan dan pj george hadjoh meminta ada fetsival budaya di setiap keluaraham dan dakam setian atraksi budaya lunya nilai tambah otomatis pelkua usaha mikro akan terlibat san meningjatkan ekonomi.

Jadi budaya tradisional harus diangkat seperti tebe, padoa, lego-lego dan doldolu harus diangkat, diperkenalkan dan dilestarikan misalnya tarian Kebalai jika tidak kerja sama maka akan berantakan. Jadi dalam Tarian Kebalai ada nilai harmonisasi yang harus ada antara masyarakat dengan pemerintah dan sebaliknya dengan semua unsur di bumi dan terhadap Tuhan. Event budaya harus ditingkatkan dan harus bermuara kepada kebangkutan ekonomi mikro.

Sebagai pemeribtah ia meminta maaf karena saat ini pemkota Kupanh hanya bisa memberi insentif bagi pelaksanaan kegiatan ini hanya sejumlah Rp 15 juta tapi  kedepan jika keuangam daerah memungkinkan maka akan ditingkatkan.

Dilanjutkan dengan tarian Foti dari Rote Timur dipersembahkan memeriahkan pembukaan festival Budaya ini.

Pembukaan diakhiri dengan kebalai bersama dan taruan “ba pukul kaki” yang menguji kwtahana seorang laki2 rote dakam membela harga diri pria rote dan membela harga diri dan menjaga kekuarga.

Persembahan tarian tradisional berbagai daerah, tarian perjuangan dari berbagai sekolah di Kelapa Lima.|| jbr