Sinergi Undana-Bank Indonesia 2026: Perluas Beasiswa, Literasi Keuangan, hingga Dukungan Riset Ekonomi NTT
Kupang, TopNewsNTT.Com|| – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Kolaborasi tahun 2026 ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: bantuan pendidikan (beasiswa), peningkatan literasi kebanksentralan melalui komunitas GenBI, serta penguatan ekosistem riset akademik.
Langkah ini diambil untuk memastikan mahasiswa Undana tidak hanya unggul secara teoritis di ruang kuliah, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan dukungan finansial yang menunjang daya saing mereka di era ekonomi digital.
Tiga Pilar Kolaborasi Strategis 2026
Dalam implementasi kerja sama tahun ini, terdapat tiga bentuk dukungan konkret yang menjadi sorotan utama bagi sivitas akademika Undana:
Akselerasi Bantuan Pendidikan (Beasiswa): Penyaluran bantuan pendidikan secara selektif bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Vokasi. Program ini menyasar mahasiswa berprestasi dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, guna memastikan akses pendidikan yang lebih inklusif bagi putra-putri NTT.Literasi Kebanksentralan melalui GenBI: Pengaktifan komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) sebagai garda terdepan dalam memperluas literasi keuangan. Mahasiswa penerima manfaat didorong menjadi agen edukasi mengenai peran bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem pembayaran nasional.Stimulus Riset Ekonomi dan Kebijakan: Penyediaan dukungan bagi mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan kajian ilmiah yang relevan dengan isu ekonomi keuangan daerah. Riset ini diharapkan mampu menjadi landasan inovatif bagi pengembangan kebijakan pembangunan ekonomi di NTT.
Membangun Karakter dan Daya Saing
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa sinergi ini melampaui sekadar bantuan materi. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai kebanksentralan adalah modal penting bagi SDM daerah dalam menghadapi kompleksitas ekonomi global.
“Sinergi ini sangat relevan karena tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui kapasitas akademik yang lebih mumpuni,” jelas Adidoyo.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyambut baik keberlanjutan program ini. Ia menilai keterlibatan Bank Indonesia memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan otoritas moneter.
“Manfaatnya nyata, baik bagi institusi dalam hal peningkatan kualitas pembelajaran, maupun bagi mahasiswa yang mendapatkan pengalaman di luar kelas. Program ini membentuk karakter dan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan saat ini,” ungkap Prof. Jefri.
Melalui tiga bentuk kerja sama ini, Undana dan Bank Indonesia berkomitmen menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan ekonomi daerah. Investasi pada aspek literasi dan riset diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur. (**)
pr.hms.undana.
(IyL)