Rayakan Idul Adha 2023, Ponpes Pondok Pesantren Darul Aulia kota Kupang Sembelih 95 Ekor Hewan Qurban

Religi Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT||Pondok Pesantren Darul Aulia kota Kupang menggelar Pemotongan Hewan Qurban di momentum Idul Adha 1444 Hijriah tahun 2023. Sekitar 150 ekor sapi siap disembelih untuk dibagikan ke semua masyarakat pada moment Idul Adha tahun 2023. Ponpes Darul Aulia Kota Kupang sejak Rabu, 28/6 sudah melalukan penyembelihan hewan qurban, dan hingga Kamis, 29/6 sebanyak 95 ekor hewan qurban sudah disembelih.

“Kami sedang melangsungkan pembagian hewan kurban ke masyarakat yang sudah dimulai dari kemarin (Rabu, 28/6) sebanyak 35 ekor, kemudian hari ini (Kamis, 29/6) sebanyak 60 ekor sapi.  Besok kemungkinan akan terus bertambah dari sistem penggalangan dana yang akan dilakukan ke seluruh dunia.” Jelas Ketua Pondok Pesantren Darul Aulia Kota Kupang  Dakhrul Ikhwan Nurul Umar,S.Pd kepada media (Kamis, 29/6).

Ustad Dakhrul Ikhwan mengungkapkan, data  sementara yang mereka punya beberapa hari ke depan hingga batas waktu pemotongan hewan qurban, akan masuk lagi sekitar 150 ekor sapi dari penyumbang tetap mereka.

“Dan berpotensi besar akan terus meningkat jumlahnya sampai hari tasyrik terakhir penyembelihan hewan qurban Idul Adha.” Ungkapnya memastikan.

Sasaran penerima daging hewan Qurban Idul Adha 1444 Hijriah tahun 2023 adalah bagi seluruh masyarakat kota Kupang dan sekitarnya baik Umat Muslim maupun non Muslim, yang memang sudah terlebih dahulu komunikasi dengan pengurus Ponpes.

“Khususnya untuk keluarga di sekeliling pesantren yang memang terdiri dari berbagai macam unsur agama. Diantaranya unsur agama Katolik, agama Protestan,agama Islam dan juga dari berbagai macam lapisan masyarakat yang kami anggap layak untuk mendapatkan hewan qurban lewat penyaluran Ponpes kami.” Jelasnya.

Ia berharap  hewan qurban yang disembelih di Ponpes ini dan  kemudian disalurkan ke masyarakat dapat memupuk dan menjalin tali persaudaraan lintas agama dan lintas suku. “Yang memang secara hakikatnya kita tahu bahwa apa yang kami lakukan hari ini walaupun sedikit, tapi semoga ada manfaatnya untuk masyarakat luas. Tetapi saya yakin bahwa masyarakat tidak menilai dari quantity atas apa yang kami berikan tetapi inti dari semua ini adalah bagaimana ada saling keterikatan secara kekeluargaan antara kami dan juga masyarakat sekeliling Pondok di Kelurahan manulai 2 Kelurahan ini, bahkan mungkin juga dari kelurahan lain. Bahkan umumnya adalah satu kota Kupang yang memang kami anggap perlu untuk hewan kurban ini kami distribusikan sebagai sebuah simbol persatuan yang dimana persatuan itulah yang akan kami perjuangkan di kota Kupang ini agar momentum-mesin hari besar Islam senantiasa mampu kami berikan manfaat kepada masyarakat secara luas.” Harapnya.

Dana yang terkumpul untuk pembelian hewan qurban kali ini, menurut Ustad Dahruk Ikhwan   untuk pembelian  hewan qurban adalah berasal dari berbagai macam negara dengan berbagai macam donatur dan dengan latar belakang yang berbeda-beda.

“Dontur untuk pengadaan dana pembelian hewan qurban ada yang dari Australia, Prancis, Jerman, Belanda dan juga dari Indonesia. Dari  Indonesia berasal dari seluruh provinsi yang ada di  NKRI ini. Kami gelar atau lakukan penggalangan dana dan hasilnya kami manfaatkan untuk pembelian hewan kurban yang di mana sistem yang kami gunakan adalah 7 : 1 artinya 7 orang  berpatungan atau berkontribusi untuk satu ekor sapi. Dari begitu banyak nama yang telah kami kantongi, kemudian dari nama-nama tersebut kami himpun dalam satu ekor sapi dan juga sistem yang kami gunakan ini sudah dari beberapa tahun yang lalu dan puji Tuhan, Alhamdulillah hasilnya sangat efektif. Sampai detik ini kami masih dipercaya oleh para donatur yang  berasal dari berbagai macam negara.” Kata pemimpin Pospen ini.

Lewat kegiatan ini, ia berharap semoga hubungan kerjasama ini akan terus terbangun selama Pesantren ini masih berdiri.

Ia bersyukur dari tahun ke tahun jumlah donatur mengalami peningkatan yang begitu drastis.

“Dan ini akan menjadi sebuah kepercayaan ataupun amanat yang diberikan kepada kami dan menjadi sebuah tanggung jawab yang harus kami emban. Semua tanggung jawab itu harus kami salurkan dalam bentuk hewan qurban. Jadi kami, untuk penyaluran hewan qurban tidak tidak mengenal sebuah sekat pembatas antara suku ini dan suku itu antara agama ini dan agama itu karena kami anggap bahwa sapi juga merupakan ciptaan Tuhan dan manusia juga merupakan ciptaan Tuhan sehingga Puncak tertinggi daripada penciptaan manusia ataupun makhluk yang ada di muka bumi ini adalah cinta cinta karena Tuhan yang Maha Kuasa.” Akunya.

Donasi hewan qurban yang diterima Pospen ini terdiri dsri 150 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

Hewan qurban tersebut pada hari pertama (Rabu, 28/6) disalurkan untuk  sekitar 20-an lembaga. Diantaranya juga gereja kemudian bersaudara yang dari non muslim.

“Kalau kemarin itu memang full kita salurkan gereja-gereja yang ada disekitar  Pesantren.  Kami minta kesediaan dari para pengurusnya untuk bisa hadir di pesantren agar bisa kami salurkan hewan kurban.” Jelasnya.

Ia berharap walaupun jumlahnya tidak besar, tapi daging heean qurban yang mereka salurkan dapat bermanfaat bagi penerimanya.

“Walaupun sedikit tetapi yang menjadi ukuran di sini bukanlah jumlahnya, tetapi bagaimana ketulusan hati dan niat kami untuk mempersatukan berbagai macam elemen.” Imbuhnya.

Masa pemotongan akan berlangsung hingga batasan terakhir hari tasyrik yakni sekitar 1 Juli 2023.

“Dengan perayaan Idul Adha 1444 Hijrian tahun 2023 ini, saya ingin semua orang memiliki pemahaman bahwa jika hari raya Idul Fitri itu umat Muslim merasakan hidup sebagai orang kekurangan karena menahan lapar, maka pada moment Idul Adha ini tentunya kita diajarkan untuk menikmati gaya hidupnya orang kaya yakni berbagi.  Ya karena puasa itu kita diajarkan untuk menikmati gaya hidupnya orang miskin mau presiden sekalipun pengusaha sekalipun kalau puasa dia harus puasa artinya Tuhan mencoba untuk membiarkan orang ini hidup dalam keterbatasan walaupun harta dia punya tetapi tidak boleh makan di siang hari dan saat masuk Idul Adha yang tidak makan daging kurban itu kan berarti sama halnya yang dia menolak nikmat Tuhan yang sudah diberikan kepada dia.”

Ia berpesan semua umat mari terus berbagi dan  terus tebar senyum, terus tebar kebaikan untuk sesama.

“Karena kita tidak tahu kebaikan mana ini yang akan menyelamatkan kita dihadapan Tuhan dan juga yang akan menjadikan kita ini sebagai orang-orang yang dianggap baik menurut masyarakat lain.” Ajaknya.|| jbr