Penjabat Wali Kota Minta GMMI Fokus Berdayakan Ekonomi Jemaat

Birokrasi Religi Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT||Penjabat Walikota Kupang George M. Hadjoh, SH ajak gereja ikut mendorong pemberdayaan ekonomi jemaat. Ajakan tersebut disampaikannya ketika hadir sebagai narasumber dalam Sidang Raya VIII Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) di Gereja Baitesda Kelurahan Namosain Kecamatan Alak. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Kupang Ridhon Alexander Bire, S.IP, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang Djoni Domisius Bire, SH, para pendeta lintas gereja sahabat serta seluruh pendeta dan utusan GMMI cabang, Selasa (9/5).

Menurut George gereja berperan penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi jemaat. Gereja perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi jemaat.

“Keberadaan Gereja di tengah-tengah masyarakat harus bisa menunjukkan bahwa gereja hadir sebagai alat penyelamatan Allah bagi manusia, oleh sebab itu gereja tidak boleh hanya membangun iman jemaat saja tapi lebih dari itu gereja harus memperluas pelayanannya dalam melihat celah atau peluang untuk mendorong terciptanya pemberdayaan ekonomi jemaat”, ujar George.

Ia mengingatkan bahwa selain berkolaborasi untuk mendukung upaya-upaya tersebut gereja harus bisa memanfaatkan aset yang dimiliki secara baik dan bertanggung jawab dalam rangka meningkatkan ekonomi jemaat.

“Pemerintah dan gereja sama-sama melakukan tugas pelayanan bagi masyarakat oleh karenanya selain kerja kolaborasi yang kita akan bangun bersama, saya berharap gereja bisa memanfaatkan asetnya secara baik dan bertanggung jawab sebagai tindakan konkret membantu ekonomi jemaat”, jelas George.

Ia juga mencontohkan misalnya gereja dapat mendorong pemberdayaan ekonomi jemaat sesuai program yang telah disusun dan ditetapkan melalui usaha mikro kecil dan menengah yang diikutsertakan dalam setiap event gereja, misalnya UMKM kuliner, kerajinan tenun ikat, makanan kemasan atau merchandise lainnya yang dikerjakan oleh jemaat. Prinsipnya gereja bisa melihat secara cermat dan mendukung inisiatif usaha masyarakat untuk mendatangkan keuntungan dan meningatkan kesejahteraan dengan tidak mengabaikan tugas utama membangun iman umat. Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah terbuka dan siap bekerjasama dengan GMMI dalam mendukung setiap upaya membangun kemandirian ekonomi jemaat lewat pemberdayaan UMKM.

Sementara itu berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Pdt. Istin Hastuti, S.Th selaku Ketua Panitia, Sidang Raya Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) yang diselenggarakan di Jemaat Baitesda Namosain Kecamatan Alak tersebut bertujuan untuk mewujudkan persatuan dan persekutuan palayanan presbiter atau unsur pimpinan GMMI, musyawarah dan mufakat tentang hal-hal bersifat strategis terhadap pelayan GMMI, evaluasi kinerja pelayanan, sekaligus membubarkan dan memilih majelis sinode, konsolidasi organisasi serta menetapkan rencana induk.

Sidang Raya Sinode GMMI tahun 2023 ini diikuti oleh 300 orang peserta yang terdiri dari unsur pimpinan majelis sinode, majelis pertimbangan sinode, utusan klasis, utusan jemaat yang tersebar di daratan pulau Timor, Rote, Sabu, Sumba, Kalimantan dan Bali serta utusan lembaga gereja yang pelaksanaannya telah dimulai sejak hari tanggal 8 Mei 2023 dan akan berakhir pada tanggal 12 Mei 2023.||jbr

Sp *PKP_jms