Pemkot Kupang Gelar Lomba Pidato Berbahasa Inggris dan Launching 3 Program Kolaboratif

Birokrasi Pendidikan Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT||Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggelar lomba pidato, debat Bahasa Inggris antar siswa SD/MTs se-Kota Kupang dan melaunching 3 program kolaboratif. Lomba yang dibuka oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh,SH, berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (14/2). Tiga program yang dilaunching pada acara tersebut antara lain, program hari wajib mengonsumsi makanan/minuman yang mengandung kelor di sekolah; program wajib menghafal kata dan percakapan dalam Bahasa Inggris tiap hari di sekolah dan program lonceng tanda waktu mulai belajar bagi siswa di rumah oleh RT di wilayah Kota Kupang.

Perlombaan yang digelar dan 3 program kolaboratif yang dilaunching ini merupakan komitmen untuk mengimplementasi gerakan dan program Penjabat Wali Kota Kupang, yaitu untuk membangun kerja sama (networking) dengan stakeholder terkait dalam meningkatkan kompetensi siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Selain itu kegiatan yang diselenggarakan juga merupakan wadah untuk bersama dengan pendidik serta para kepala sekolah, berkolaborasi melakukan edukasi dalam peningkatan konsumsi kelor bagi siswa di sekolah serta bekerja sama dengan pihak kelurahan khususnya para RT/RW sebagai mitra, untuk bersama mengingatkan para siswa di wilayah masing-masing, waktu belajar di rumah melalui penggunaan lonceng tanda waktu mulai belajar.

Kepala Bidang Pembinaan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho,S.Pd.,M.Pd, dalam laporannya menjelaskan, dalam kurun waktu 6 bulan sudah 4 program strategis kolaboratif yang telah dilaunching yang semuanya bertujuan untuk bersinergi secara positif demi meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kupang.

Menurutnya masih ada 2 program kolaboratif lagi yang akan dilaunching dalam waktu dekat. Antara lain, program kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Kupang untuk pemanfaatan lahan-lahan kosong di sekolah dengan tanaman produktif dan program kerja sama dengan Abacus Brain Gym untuk memberikan pelatihan matematika yang menyenangkan untuk guru dan pelatihan sempoa bagi siswa-siswa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs.Dumuliahi Djami,M.Si, menjelaskan bahwa apa yang selenggarakan merupakan gagasan yang datang dari pemikiran Penjabat Wali Kota Kupang.

“Semua gagasan brilian dari Bapak Penjabat Wali Kota dalam wujud program strategis di bidang pendidikan yang menitikberatkan pada kolaborasi, kami berupaya maksimal untuk mengimplementasikannya walaupun belum sepenuhnya terlaksana secara optimal,” ungkapnya.

Diakuinya sejak Penjabat Wali Kota dilantik, pihaknya berupaya mengikuti setiap gebrakan dari Penjabat, khususnya di bidang pendidikan seperti program lopo pintar di kelurahan, program kebersihan lingkungan sekolah, kompetisi cerdas-cermat MIPA dan Bahasa Inggris antar pelajar, tutur adat dalam Bahasa Inggris, pidato dan debat dalam Bahasa Inggris, wajib menghafal kata dan percakapan dalam Bahasa Inggris tiap hari di sekolah, lonceng tanda waktu belajar, hingga wajib mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kelor dan juga kerja sama dengan fakultas pertanian dalam pemanfaatan lahan kosong di sekolah untuk tanaman produktif.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, dalam sambutannya menyampaikan kompetisi yang digelar akan menjadi upaya paksa dan dorongan untuk memperkuat siswa bersaing secara akademik dan meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan proses pendidikan menuju pintu sukses menghasilkan generasi unggul dan hebat di Kota Kupang.

Dia mengingatkan bahwa anak – anak Kota Kupang harus menguasai bahasa dunia dimulai dari Bahasa Inggris kemudian Bahasa Mandarin, cukup dengan memulai menghafalkan dan mengucapkan maksimal 5 kata setiap harinya dan harus menjadi “habit” atau kebiasaan untuk dilakukan.

“Kalau setiap anak sekolah working together teacher and student, gurunya hafal 3 kata dan muridnya hafal 3 kata, maka guru serta muridnya sama-sama maju dan kalau ini konsisten dan setia dilakukan dengan sungguh-sungguh maka sekolah kita bisa menjajaki proses belajar mengajar secara bilingual menggunakan 2 bahasa,” ujarnya.

Penjabat menambahkan anak-anak usia sekolah juga harus diberikan makanan yang mengandung vitamin yang lengkap, seperti mengonsumsi kelor. Nono menurutnya merupakan salah satu contoh generasi brilian yang berhasil terbentuk dari upaya mendukung pemenuhan vitamin anak melalui konsumsi kelor, yang mengandung kandungan nutrisi dan protein selain kandungan vitamin yang cukup banyak.

Lomba yang berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 14 hingga 17 Februari 2023 terbagi atas 2 kategori yaitu pidato dalam Bahasa Indonesia untuk pelajar jenjang SD/MI dan debat dalam Bahasa Inggris untuk pelajar jenjang SMP/MTs. Peserta lomba pidato sebanyak 106 orang dan peserta lomba debat Bahasa Inggris 38 tim dengan mengusung tema kompetisi debat dan lomba pidato yaitu “Penanggulangan dan pemanfaatan sampah di sekolah.” Dewan juri lomba tersebut berasal dari dosen FKIP Universitas Nusa Cendana program studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.(***)

sp*PKP_rdp