Luar Biasa! Kepala SMP Plus Reformasi Noelbaki Bersama Para Guru Antar Hasil Kelulusan Hingga Ke Rumah Siswa

Daerah Figur Pendidikan

NOELBAKI, TOP News NTT||Kasek SMPN Reformasi Plus Noelbaki,Yorris Judianto Ludji.,S.Pd.dan staf  patut diapresiasi karena menyampaikan langsung amplop kelulusan ke siswa ke rumah-rumah, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini diungkapkan langsung Yudi kepada media ini dalam wawancara via telepon seluler pada Jumat, 6 Juni 2020.

“Untuk TA 2019/2020, di SMP Reformasi Plus Noelbaki terdapat 81 siswa yang dinyatakan lulus. Dan karena kondisi pandemi dan harus taati protokol kesehatan, tidak boleh adakan kegiatan dengan konsentrasi massa, menjaga social dan pshysical distance dan banyak jumlah siswa yang tidak memiliki hp android, maka saya sebagai kepala sekolah dan para guru berinisiatif membawa langsung amplop pengumuman kelulusan kepada para siswa kami ke rumah masing-masing.  Sekalian  kami  bersilaturahmi dengan siwsa dan orangtua, karena setelah melaksanakan ujian sekolah sebelum isolasi diri, para siswa sudah berdiam di rumah dan tidak berjumpa dengan kami. Dan karena masa stay at home masih berlanjut,  tidak ada acara perpisahan antara siswa dan pihak sekolah sehingga pengantaran amplop kelulusan juga sebagai acara perpisahan dengan mereka.” Ujarnya menjelaskan.

Saat di wawancara via telepon selular, Yudy dan para guru serta staf berada di atas kendaraan yang membawa mereka bertemu dengan para sisws yang kebanyakan tinggal di kabupaten Kupang seperti Noelbaki, Oebelo, Oelpuah, dan daerah sekitar.

Kepedulian Yudy dan para guru ini patut diapresiasi, karena pengumuman ini dilakukan di tengah pandemi dan lahir dari rasa cinta dan pengabdian kepada profesi dan anak didik.

Yudy menjelaskan juga terkait standar penilaian nilai kelulusan di masa pandemi adalah 75 point, yang diperoleh dari nilai Ujian sekolah dan nilai prestasi semester akhir di kelas 9. Dengan menggunakan ketentuan Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dan sekolah.

Ia berharap agar situasi pandemi cepat selesai dan sekolah bisa beraktifitas kembali, karena pertemuan PKBM sangat dibutuhkan siswa dan guru untuk bersosialisasi di lingkungan pendidikan.

Diungkapkannya,  kendala utama belajar online dari rumah bagi sekolah-sekolah yang terletak di  kabupaten adalah kondisi siswa yang kebanyakan berasal dari keluarga petani sehingga rata-rata  belum mampu memberi fasilitas HP Android bagi anak mereka.

“Hanya sekitar satu persen saja dari siswa kami yang memiliki android, selebihnya tidak punya. Ini yang menjadi kendala penyampaian materi pelajaran dan tugas, selama belajar online.” Keluhnya.

Untuk mengatasinya, Yudi dan para guru  mendatangi langsung siswa ke rumah-rumah mereka untuk menyampaikan materi pelajaran, tugas serta mengambil langsung hasil kerja para siswa.

“Makanya untuk tetap mencerdaskan anak bangsa di tengah pandemi ini, dengan sistem BDR (Belajar Dari Rumah) kami sudah melakukan yang mampu kami lakukan. Nah tinggal bagaimana pemerintah provinsi NTT dan kabupaten Kupang lebih memperhatikan kesejahteraan para guru honor di sekolah-sekolah swasta misalnya dengan pemberian insentif dan pengangkatan sebagai honor atau kontrak daerah. Kalau kesejahteraan meningkat, bukankah kinerja lebih baik?” Usulnya.

Ia memberi apresiasi kepada para siswa yang sudah bekerja sama dengan belajar keras sehingga mencapai nilai maksimal sehingga presentase kelulusan tinggi.

“Anak-anakku, harus tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA agar mencapai cita-cita hidup ke depan. Walau masih dalam masa pandemi.” Ujarmya menyemangati.

SMP Plus Reformasi Noelbaki juga siap menampung calon siswa baru untuk TA 2020/2021. Ia mengajak lulusan SD untuk segera mendaftarkan diri ke sekolah ini.

Ia berharap peran dan dukungan penuh orangtua demi masa depan pendidikan secara umum di Kabupaten Kupang, dan masa depan anak-anak pendidikan harus diutamakan. Masa pandemi memang banyak kendala, namun jika semua pihak : orangtua dan siswa, sekolah dan pemerintah bekerjasama maka akan mampu mengatasi semua ini

Ia berharap Covid segera berlalu dan KBM dilaksanakan secara offline lagi.

Sementara ketua Yayasan Pendidikan Reformasi Noelbaki Pdt.Johnson G.Dethan, S.H, M.Div,  dan Pendiri  Jemaat Ichtus Reformasi Oeba dan juga Ketua Yayasan Servas Mario yang membawahi Universitas San Pedro Kupang,  atas nama Yayasan Pendidikan Reformasi Noelbaki (YPRN) memanjatkan  pujian, syukur, terima kasih dan kejayaan kepada Allah Tritunggal yang sudah hadirkan sekolah-sekolah Kristen di Indonesi, terutama sekolah Reformasi untuk ikut ambil bagian dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

“Hari ini SMPN Reformasi Plus Noelbaki mengumumkan hasil kelulusannya dan angka kelulusan memuaskan. Semuanya berkat kerja kolaborasi dan saling mendukung antara orangtua, siswa, sekolah yakni  Kasek, guru dan staf SMP Reformasi Plus dan pemerintah.  Tanpa meraka, maka Yayasan  tidak akan  bisa capai hasil seperti hari ini. Saya sangat  apresiasi usaha mereka” ujarnya.

Terhadap inisiatif dan kerja keras kasek, para guru dan para staf mengantarkan hasil kelulusan ke rumah para siswa SMP ini, Pendeta Johnson Dethan memujinya dan berterima kasih.

“Saya ucapkan apresiasi untuk upaya pemerintah yang sudah memberikan keleluasaan kepada sekolah-sekolah negeri maupun swasta untuk mengatur  penentuan kelulusan sekolah kepada kebijakan masing-masing sekolah
“Itu merupakan kebijakan dan pemikiran serta  aksi jenius dari Presiden dan Menteri Pendidikan yang diteruskan  kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, khususnya di NTT.” Ujar Johnson.

Kepada para siswa SMP  Reformasi Noelbaki yang sudah peroleh  kelulusan mereka tahun ini, pendeta Johnson sampaikan apresiasi khusus dan ucapan selamat.

“Kelulusan ini dicapai ditengah Pandemi Covid-19.  Ini merupakan sesuatu yang indah,  karena merupakan  hasil  belajar 3 tahun siswa dan ternyata berhasil lulus semua. Semua ini adalah kerja keras dari mereka para siswa, kepala sekolah dan guru.” Ujarnya bangga.

Ia mengajak lulusan SMPN Plus Reformasi  untuk kembali melanjutkan pendidikan tingkat menengah atas dengan mendaftarkan kembali ke SMA dan SMK Reformasi.

“Di SMA ada jurusan IPA dan IPS. Di SMK ada jurusan Tekmatik, jurusan Teknologi Komputer dan ITE, atau di SMK Pertanian Reformasi, SMK Perikanan Reformasi dan SMK Theologia Reformasi. Ini adalah kesempatan emas untuk lanjutkan di sekolah-sekolah Reformasi.” Ujarnya berpromosi.

Terhadap imisitaif  kasek, guru dan staf SMP Plus Reformasi dengan  kendaraan pribadi, menjumpai para siswa mengajar, mengantar materi tugas hingga hasil kelulusan ke rumah para siswa karena kendala alat komunikasi siswa, Pendeta Johnson mengapresiasinya,
“Saya angkat jempol, hormati dan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras dari seluruh jajaran SMPN Reformasi Noelbaki. Saya doakan Tuhan memberkati dan menjaga mereka semua dari serangan virus Coid 19 ini. Tetap berjuang dan bersemangat karena dalam Tuhan tidak ada yang mustahil.” Ujarnya.■■ juli br