Korinus Masneno : “3 Langkah Strategis Kami, Tangani Dampak Bencana Seroja di Kabupaten Kupang”

Uncategorized Bencana Alam Birokrasi Daerah Hukum & Regulasi

OELAMASI, TOPNewsNTT||Kabupaten Kupang, yang beribukota kabupaten Oelamasi, dengan 24 kecamatan dengan luas wilayah 5,431,23 Km² atau 543,123 Ha ini juga merupakan salah satu wilayah yang dilintasi oleh badai angin topan siklon seroja Senin, 5/4 lalu. Hantaman badai Seroja menimbulkan dampak bencana antara lain angin topan, tanah longsor dan banjir dibeberapa wilayah, terutama daerah aliran sungai yang menimbkan banjir bandang.

Data terakhir Selasa, 27/04 yang diperoleh media ini dari posko bencana kabupaten Kupang, terdata : masyarakat terdampak sebanyak 15.710 kk dengan total 46.704 jiwa yang tersebar di 24 kecamatan.

Total korban meninggal sebanyak 12 jiwa, 26 orang luka-luka, 3 orang hilang dan belum ditemukan hingga hari ini.

Untuk mengetahui secara detil langkah-langkah strategis pemkab.Kupang dalam penanganan dampak bencana badai siklon seroja di wilayah ini, media ini mewawancarai bupati Kupang Korinus Masneno (Selasa, 27/04).

“Pola penanganan yang pertama adalah tanggap darurat yaitu bagaimana manusianya itu bisa mendapatkan bantuan konsumsi dan bantuan kesehatan. Dan keduanya sudah kami laksanakan dan selesaikan dan sampai dengan saat ini, semua pos-pos yang dianggap pos pengungsi di pinggir jalan Timor Raya sudah tidak ada lagi. Itu dapat kita buktikan mereka sudah tidak ada di gereja-gereja yang awalnya menjadi tempat awal mereka mengungsi, karena mereka sudah diambil kebijakan untuk kembali ke rumah-rumah mereka yang terkena bencana. Yang rumah hilang nereka sementara tinggal sementara bersama keluarga. Dan bantuan-bantuan yang ada sudah diserahkan langsung langsung ke mereka yang terdampak by name by addresse.” Jelas Korinus yang sebelumnya adalah wakil bupati mendampingi Ayub Titu Eky.

Pola kedua jelas Korinus adalah lakukan pendataan.

“Saya utus semua pimpinan OPD untuk wakili saya di tingkat kecamatan di kabupaten Kupang. Dan untuk satu minggu ini pendataan kita dinyatakan sudah selesai dan sudah dilaporkan baik ke posko provinsi maupun ke BNPB Pusat.” Jelasnya lagi.

Diakui Masneno bahwa saat mendiatribusi bantuan tanggap bencana, ada daerah-daerah yang sulit dijangkau kita lakukan koordinasi dengan BNPB Pusat dan BNPB Provinsi NTT, sehingga khusus untuk wilayah yang sulit dijangkau seperti Amfoang Timur, bisa dijangkau secara darat maupun laut, pemkab.Kupang peroleh sumbangan helikopter dan antar langsung bantuan ke Amfoang Timur.

Untuk wilayah Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut dan Amfoang Barat Daya yang transport  daratnya tidak bisa, digunakan pelabuhan di Amfoang Utara. Dan pemkab.Kupang, jelas Masneno menggunakan pelabuhan di Almfoang Utara bekerja sama dengan ASDP dengan menyumbangkan satu unit kapal Fery sehingga bisa digunakan untuk mengantarkan bahan pangan di Amfoang Utara.

“Kita antarkan 10 ton beras untuk ketiga kecamatan ini dan diikuti dengan pendataan. Dan sampai saat ini sudah 9.323 rumah yang dinyatakan rusak dalam berbagai kategori, yaitu ringang, sedang dan berat. Kami lakukan pendataan by name by addresse. Dan kita sedang utus tim yang terdiri dari kepolisian, TNI, Dinas Perumahan, Dinas PU, BPBD Kabupaten Kupang untuk turun ke setiap kantor desa untuk mengumumkan nama-nama yang terkena bencana sehingga jika ada yang belum terdaftar agar dapat mendaftarkan lagi. Tetapi ada masyarakat terdampak ringan yang justeru menarik diri karena sudah perbaiki sendiri rumah mereka sehingga langsung kami validasi data untuk dikirimkan ke BNPB.” Jelasnya.

Langkah selanjutnya usai dua tindakan diataa, ujar Korinus menjelaskan, pihak Pemkab.Kupang akan melanjutkan dengan tahapan Recorey Infrastruktur jalan, jembatan dan gedung  fasilitas umum, dan rumah masyarakat yang rusak.

“Termasuk didalamnya bagaimana kita menggalang bantuan untuk kita lakukan perbaikan jalan, jembatan, termasuk rumah masyarakat yang alami kerusakan baik ringan, sedang dan berat.” Tandasnya.

sedangkan untuk sawah yang rusak, jelas Masneno, saat ini dirinya sudah meminta BLUD menurunkan Eksa untuk membantu petani membuka kembali saluran air atau sepanjang dalam sawah yang sempat tertutup akibat banjir kemarin sehingga air kembali mengairi tanaman mereka.

“Saya lihat saat ini, hampir semua sawah yang kemarin terendam banjir, padinya sudah hampir semua yang bangkit kembali. Hanya pada lokasi tertentu saja yang benar-benar rusak. Tetapi saya sudah ke Nunkurus, Taklale, ternyata sawah mereka sudah mulai bangkit kembali lahan pertaniannya.” Tandasnya.

Bahkan, menurut Masneno, data berapa banyak korban ternak juga dimiliki oleh pemkab.Kupang, ribuan korban ternak saat banjir yang akan dimasukkan dalam program penanganan pasca bencana yang akan segera ditangani dengan bantuan dari pemerintah pusat.

“Kedepan, sepanjang masih ada bantuan dari manapun yang masuk melalui pemkab.Kupang akan tetap akan disalurkan ke masyarakat terdampak sesuai dengan data yang sudah dihimpun. Sehingga tidak ada kesan korban di lain tempat dan bantuan ke lain tempat. Bantuan yang ada di posko yang disalurkan baik oleh organisasi tertentu, itu kami langsung arahkan ke posko, dan di sana dibuatkan buku stoknya, dan alur pengeluaran bantuan dari posko ke korban siapa yang menrima juga akan dicatat dengan benar dan teliti by name by addresse sehingga memudahkan kita dalam proses pelaporan berbagai sumbangan yang kita terima dan rakyat juga tahu bahwa seperti ini kondisi yang terjadi.” Ulas Masneno.

“Untuk korban rumah yang berjumlah 9.323 unit, belum lagi sawah, belum lagi ternaknya, sehingga berjumlah ribuan masyarakat terdampak. Bahwa hari ini jika bantuan belum mencukupi dan merata dibagikan, saya pikir kita semua dalam kondisi bencana. Kita berharap bahwa masa-masa sulit ini akan menolong memperkuat kita untuk memperbaiki diri ke depan.” Ungkap Masneno mengajak.

“Tidak ada ruang untuk kita saling bertengkar, tidak ada ruang untuk kita saling menyalahkan. Karena bencana ini adalah pemberian dari yang Maha Kuasa dan bukan hal yang kita rencanakan sebelumnya. Kalau kita mengetahuinya, maka kita akan mempersiapkan segala sesuatu untukenghadapinya. Kita akan buat persiapan-persiapan tertentu. Tapi semuanya ini kita semuanya kena karena itu apapun yang terjadi selama ini, saya berpikir kita terima semuanya sebagai pemerintah. Rakyat sedang menangis, bersedih, lalu kalau sampai rakyat berteriak, ya kita sebagai pemerintah harus siap untuk menerima itu. Sambil kita melakukan berbagai perbaikan di berbagai hal. Tentunya badai, dampak dan kondisi kali ini tentu akan menjadi pengalaman berharga bagi kita semua.” Sarannya bijak.

Infrastruktur yang perlu mendapat penanganan segera, adalah jalan untuk menghubungkan kita dengan kecamatan dan desa.

Wilayah rawan kedua yang harus dapat perhatian pemerintah segera adalah bantaran sungai.

“Menurut saya, kedepan ini daripada membangun jalan aspal lebih baik kita dahulukan membangun bantaran sungai  karena sangat rawan bencana. Saya khawatir karena daerah Kupang Timur itu adalah daerah dataran rendah. Tapi sekaligus di sini adalah madu bagi masyarakat. Karena wilayah ini dataran rendah, maka ketersediaan air dari perut bumi cukup banyak, demikian juga pusat kependudukan ada di sini, didua kecamatan ini. Oleh karena itu semua. Oleh karena itu, tekad saya semua wilayah bantaran sungai ke depan harus menjadi perhatian kita pemerintah kabupaten Kupang untuk diperbaiki. Karena bencana yang terjadi sekarang dan sangat merusak adalah meluapkan sungai akibat dirus hujan yang sangat tinggi yang sebabkan bencana besar. Jadi inilah langkah-langkah yang sudah kami lakukan. Mulai dari tanggap daruratnya, pendataan, validasi pendataan, sampai pada penanganan pasca bencana yaitu recovery infrastruktur jalan, pengairan (sawah) dan rumah. Ini semua akan kita laporkan dulu datanya yang nanti kita programkan dulu dengan pemerintah pusat, provinsi NTT dan pemerintah kabupaten Kupang. Kolaborasi tiga komponen struktur pemerintahan ini yang akan menolong kita mencoba menyelesaikan permasalahan yang ada sekalipun yang namanya bantuan itu tidak akan seperti semula. Tapi yang pasti secara bertahap pemerintah mampu dimana, yah kondisinya seperti itu, nanti akan berusaha lagi.” Tegas Masneno mengurai.

“Daerah terparah ada di Kupang Timur, Kupang Tengah, Amarasi Barat dan Amarasi  di Oesena. Di Oesena itu terjadi lumpur yang 23 rumahnya langsung tenggelam dalam lumpur sedalam hampir 40-50 m, tanpa korban jiwa. Hanya sempat hilang terbenam dalam lumpur namun esok harinya ditemukan dalam lumpur. Sentara di Oesena ada 220 rumah yang berada dalam wilayah patahan bumi saat hujan dan sampai sekarang tanahnya terus bergerak karena patahan dalam bumi. Tapi syukurnya rumah-rumahnya belum ada yang roboh walau terus terjadi patahan dan tanah terbelah. Patahan ini terjadi karena dirus hujan yang lebat. Wilayah desa Oesena ini berbatasan dengan desa Batuna. Dan sebagai upaya pemerintah, saya sudah koordinasi dengan kadis.Kehutanan untuk lakukan relokasi warga dari dua wilayah ini ke wilayah hutan yang berdekatan dengan dua desa ini untuk sementara sebagai upaya penyelamatan nyawa manusia. Desa Batuna yang juga masuk ke wilayah patahan bumi dan ada puluhan rumah disana,  untuk warga desa Oesena dan Batuna kami pemerintah sudah merencanakan langkah relokasi mereka ke wilayah yang sudah siapkan  sambil menunggu dana dari pemerintah provinsi dan pusat. Saya akan turun ke dua wilayah ini bersama perangkat pemerintah tetkait untuk himbau san ajak mereka untuk sementara gunakan sumber daya yang ada untuk relokasi dengan kekuatan yang ada dulu demi penyelamatan nyawa manusia dulu saat malam hari tinggal di tetangga dan keluarga di luar wilayah patahan. Tanah sudah disiapkan amsyarakat.  Kondisi yang sedang kami upayakan dilakukan sambil menunggu dana bantuan relokasi.” Ujarnya.

Kondisi tranportasi darat melalui Amfoang Tengah ke Observatorium dan lewat Lelogama sementara masih terputus akibat luapan air kali yang sangat dalam sehingga tronton juga belum bisa masuk ke sana untuk bawa alat berat karena kondisi jalan yang putus.

“Satu-satunya jalan adalahewat Amfoang Timur  sudah berhasil dibuka jalan melalui Eban jalan darat Amfoang. Sedangkan jalan ke Amfoang Barat, Amfoang Barat Laut bisa lewat jalur utara. Memang jembatan Termanu putus  tapi kami sudah usahakan jalan lewat baru lewat sungai. Walau pasirnya tebal tapi kami tempatkan eksa untuk bantu tarik kendaraan yang akan lewat jalur alternatif ini. Itu satu-satunya jalan darat ke Amfoang saat ini.” Jelas Masneno.

Dampak lain akibat Seroja ini, papar Masneno adalah kesulitan BBM di Amfoang.

“Tapi saya sudah kerja sama dengan ASDP menggunakan kapal mereka untuk drop BBM lewat laut ke Amfoang. Sehingga saat ini Pertamina berkoordinasi dengan stakeholder dimana selama ini pertamina menjual melalui mereka, dan kapalnya kita siapkan untuk mereka bisa drop ke sana.” Ungkapnya.

Dampak yang paling berat di wilayah kabupaten Kupang, menurut Masneno adalah infrastruktur jalan dan jembatan ke arah utara. Dan di bagian tengah adalah wilayah bantaran sungai. Karena akibat meluapnya sungai maka hantaman banjir menghancurkan hampir sebagian jalan, jembatan serta sawah.

“Tapi kami akan tetap usahakan perbaikan seluruh infrastruktur yang rusak secara bersama. Kita pemkab tidak bisa sendiri tentunya. Tapi sudah arahan dari pemerintah pusat melalui BNPB tentang tingkat kerusakan dan biaya yang akan diberikan. Tapi harus dilengkapi data nama, alamat dan nik seeta nik kk untuk mencegah jangan sampai ada satu kk melaporkan dua kali. Sekalipun satu kk memiliki tiga rumah yang rusak, tapi ia hanya akan menerima bantuan hanya untuk satu rumah saja. Ini dilakukan dengan tujuan adanya pemerataan bantuan bagi semua warga terdampak.” Ungkap Masneno.

Menghadapi segala isue pemberitaan yang marak di media terkait adanya bantuan yang dibawa dari posko ke kantor bupati atau pembagian 1 kilogram beras, satu butir telur dan satu bungkus mie instan ke masyarakat terdampak, Masneno menjelaskan :

“Tidak ada bantuan yang sudah disalurkan ke posko dan dibawa ke kantor bupati oleh pemerintah. Karena kita bentuk posko hanya sebagai bagian untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat terdampak tapi tidak untuk menarik kembali bantuan ke kantor Oelamasi. Kalau ada info bantuan ditarik kembali, sebenarnya tidak ada barang yang ditarik kembali. Bahkan dari yang ada ini kita salurkan kembali. Tapi penyalurannya kita sesuaikan. Misalnya di Takari, disana sudah ada bantuan 7,5 ton beras, tidak mungkin lagi kita salurkan beras. Kita lihat tempat lain lagi yang butuh beras. Sedangkan yang ada ditempat pengungsian kita bubarkan karena memang sudah tidak ada orang yang menginap, semua sudah pulang ke rumah masing-masing bagi yang rumah masih bisa ditinggali, dan yang bisa tinggal di rumah keluarga sebagian ke sana. Jadi karena sudah tidak ada orang di tempat mengungsi maka bantuan.yang ada yang sudah dimasak ya dimakan bersama, yang masih memtah ya ditarik kemudian dilangsung dibagi habis ke warga terdampak di wilayah tersebut.” Jelas Masneno.

“Memang saya ada dengar informasi ada pengambilan  bantuan sembako oleh pihak-pihak diluar pemerintahan, tapi akan saya selidiki kebenarannya. Apakah itu orang per orang. Tapi tentunya yang pasti bukan pemerintahan, saya akan selidiki. Dan jika ada saya akan tindak, yang pasti tidak ada penarikan kembali bantuan oleh pemerintah seperti berita yang beredar. Karena akibat pemberitaan tetsebut mencoreng nama pemerintah.” Jelasnya menyayangkan.

Demikian juga berita viral warga terdampak di kecamatan Amarasi Barat, yang mengungkapkan adanya pembagian satu kilo beras, satu butir telur ayam dan satu bungkus mie instan, Korinus yang berasal dari Amarasi Barat juga ini dengan tersenyum lucu menjelaskan,

“Yang terjadi sebenarnya untuk Amarasi Barat kita sudah drop beras 5 ton. Dan sebelum membaginya, syaratnya mereka yang ada kumpul dimana-mana ni kan masak dulu makan bersama baru besoknya baru kembali untuk dibagikan. Tapi ternyata mereka yang datang berkumpul menyatakan tidak usah lagi masak dan makan bersama karena akan merepotkan, masyarakat meminta mereka dibagi saja (jatah makan bersama masing-maaing) untuk dibagi mentah saja ke masing-masing kk dan mereka pulang untuk besoknya kembali mengambil jatah beras, telur dan mie masing-masing kk.  Jadi karena semua setuju bersama perangkat kecamatan maka masing-masing kk langsung ambil satu kilo beras, satu butir telur dan satu bungkus mie instan seperi di berita tersebut. Dan kebetulan saat itu ada orang yang hadir tidak tahu apa yang terjadi buat jadi berita viral. Waktu saya tanya ke camat kok beras 5 ton untuk apa kok bisa bagi satu kilo per kk. Mereka bilang bapa, tidak ada kami kasih satu kilo per kk, kami baru drop 200 kilo ke masing-masing desa untuk makan bersama. Nantinya dikasi lagi per kk rencananya 5 kilo atau 10 kan ada 10 desa di Kecamatan Amarasi Barat. Saya harus amankan karena yang foto ini tersebar dan jadi viral. Akhirnya, warga Amarasi Barat akhirnya marah membaca berita ini lantaran foto dan keterangan yang membuat berita negatif tersebut. Intinya kami sebagai pemerintah memaafkan bijak saja menanggapi dan membantu sebisa mungkin dengan tanpa menghiraukan semua issue tersebut. Biasalah dalam kondisi seperti ini selalu ada kesimpangsiuran informasi dan juga keluhan. Tapi sebagai pemerintah saya ingin bilang bahwa saya siap menerima semua ini karena saya adalah bupati, bapanya masyarakat dan selalu jadi sasaran protes. Tapi saat masyarakat sedang menangis seperti saat ini saya tidak ingin negatif menanggapi semua issue negatif ini malah saya menerima sebagai sebuah masukan dan ungkapan sayang masyarakat ke saya sebagai bapak mereka. Agar saya san seluruh perangkat memperbaiki diri dalam pelayanan saya kepada masyarakat yang sudah pilih saya. Intinya saya punya prinsip jangan korupsi bantuan. Dan jika ada yang korupsi bantuan entah asn maupun siapa saja, akan saya tindak tegas. Tapi saat ini kan masih kondisi dalam bencana, maka saya urus dulu warga yang menderita. Lagipula itu kan bantuan dari pemkab Kupang, yaitu kirim 2 ton, 2.t ton dan 500 kilo. Tempat kejadian tersebut tepatnya di Merbaun. Mana mungkin saya anak Amarasi saya permalukan. ” Tandas Korinus bijak.

Bantuan yang datang ke kabupaten Kupang juga bukan hanya dari pemerintah saja, tapi dari komunitas, NGO, organisasi masyarakat, parpol, dan dari bank. ”

“Tapi bantuan dari pihak swasta biaasnya langsung disalurkan ke warga terdampak di titik bencana dengan koordinasi bersama pemerintah. Dan yang masuk melalui pemerintah sudah didistribusi dengan data valid yang masuk ke pemkab.Kupang.” jelasnya.

Diakhir wawancara kami, Bupati periode 2018-2024 ini menyampaikan komitmennya

“Jadi sebagai pemerintah saya mau nyatakan disini bahwa saat ini kita sedang alami bencana yang tidak kita rencanakan sebelumnya. Tapi mau tidak mau kita harus hadapi bersama rakyat yang sedang menderita. Tidak ada pilihan bagi kita selain berusaha bersama-sama dengan masyarakat diwilayah yang jadi kewenangan pemerintahan kabupaten Kupang. Kesulitan itu pasti ada, tapi tidak ada kesitan itu yang dapat kita selesaikan dengan perpecahan dan pertengkaran, perdebatan. Suara kasih saja sudah bisa menolong mereka yang menderita untuk bangkit secara baik. Oleh karena itu jangan sekali-kali kita memberi bantuan tetapi dengan suara perpecahan, dari suara yang hanya memberi onak dan duri.” Ungkapnya Bijak.

“Saya mau katakan bahwa ada kekurangan-kekurangan dalam penanganan dampak bencana ini, tapi itu adalah kekurangan kita semua, karena bencana bukanlah hal yang direncanakan. Dan kita hentikan sudah perdebatan, pertengkaran dan ribut-ribut yang ada. Karena tidak ada solusi dalam penyelesaian masalah bencana ini dengan cara ribut-ribut selain dengan gunakan suara kasih, berikan suara kasih, perkuat mereka untuk bangkit, dengannya kita bisa bangun kembali negeri kita walaupun tidak sesempurna sebelumnya. ” juli br