Komitmen dr.Chris Widodo Ditengah Efisiensi Gunakan APBD 2 Kota Kupang Sebesar Rp5,579 Miliar, Jalan Depan GOR Progres Capai 40%
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Progres pekerjaan Jalan Brigjend Imam Budiman atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Depan GOR mencapai 40 persen pada Minggu kedua Juni 2026.
Demikian penjelasannKepala Dinas PUPR Kota Kupang Maxi Dethan dan PPK Jack Pu’u di Kupang baru-baru ini.
Maxi Dethan mengatakan pada tahun 2026 Dinas PUPR Kota Kupang untuk pekerjaan fisik infastruktur jalan yakni jenis pekerjaan lapen dan hot mix dengan anggaran sebesar Rp60 M.
“Anggarannya berasal dari Dana DAU APBD 2 Kota Kupang tahun anggaran 2026. Tahun 2026, anggaran murni dari APBD 2 Kota Kupang sehingga hanya sedikit saja pekerjaan fisik dari usulan Musrembang 2025/2026, lantaran sejak tahun 2025 karena efisiensi anggaran 2025, maka Kota Kupang tidak lagi memperoleh anggaran dari Kementerian PUPR RI.” Jelas Maxi di Kupang baru-baru ini.
Maxi mengatakan bahwa Wali Kota Kupang sudah berusaha meloby di tingkat pusat, namun ternyata memang efisiensi membuat banyak rencana kerja fisik Dinas PUPR harus mengalami kendala.
Ia meminta media meminta keterangan spesifik tentang anggaran, titik, jenis pekerjaan, volume kepada PPK masing-masing pekerjaan.
Jack Pu’u PPK pekerjaan fisik jalan Depan GO kepada media secara detil menjelaskan bahwa hingga minggu pertama Juni 2026, pekerjaan fisik infrastruktur jalan yang tanganinya sudah berjalan 40 persen beton atau sekite 350 meter.
“Tahun anggaran 2026 ini bidang Bina Marga PUPR Kota Kupang memperoleh beberapa dua jenis pekerjaan fisik infrastruktur jalan yakni Lapen dan Hotmix, sementara Bidang Cipta Karya mengerjakan Taman dan Drainase dan Sumur Bor dikerjakan oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA).” Jelas Jack di ruang kerjanya.
Jack menjelaskan anggaran khusus pekerjaan fisik infrastruktur jalan untuk jenis pekerjaan lapen dan hotmix bernilai Rp60 milyar murni berasal dari DAU APBD 2 Kota Kupang tahun 2026.
“Tahun ini kami sementara mengerjakan lapen di Jalan Brigjend Imam Budiman atau lebih dikenal dengan nama Jalan Depan GOR yang dikerjakan CV.Tiga Putera Agung. Setelah tanda tangan kontrak dengan CV.Tiga Putera Agung pada 15 Aptil 2026 dengan waktu penyelesaian pekerjan selama 150 hari, kami targetkan akan selesai pada September 2026.” Jelas Jack.
Jack menyebut nilai kontrak pekerjaan jalan lapen Depan GOR adalah sebesar Rp5,579 M, dengan sistem jalan beton bertulang 2 lapis sama persis seperti di Jalan Anggrek Oepura yang dikerjakan pada tahun 2024 (depan PDAM Kabupatenn Kupang), disertai perbaikian saluran drainase dan trotoar di lokasi yang sama sepanjang 480 meter.
“Tapi kemungkinan besar akan terjadi perubahan panjang jalan atau bertambah sesuai hasil rekayasa di lapangan hingga ke arah jalan Kejora yang sempat terputus tahun 2024. Jadi kita akan cicil-cicil untuk perbaikannya.” Jelas Jack.
Jack mengatakan walau lapen bukan hotmix, tapi dengan ketebalan beton 20 cm dan pelebaran jalan hingga 6,5 meter maka diprediksi jalan ini akan menjadi jalan yang cukup memadai dan bertahan lama. Hal ini dilakukan karena kondisi struktur tanah yang merupakan tanah bekas tanah sawah. Jalan akan dilengkapi dengan drainase sepanjang kiri jalan dan trotoar di bagian kanan jalan.
Paket kedua adalah peningkatan jalan ke hotmix di jalan Abdurahman Wafid di kelurahan Penkase-Oeleta, Kecamatan Alak dengan nilai anggaran sebesar Rp2 M yang sudah rusak parah (peningkatan jalan).
Lalu paket ketiga adalah peningkatan jalan aspal Hot Mix dan pelebaran jalan di jalan masuk Tamnos dengan anggaran sebesar Rp2 miliar, dan paket peningkatan jalan aspal hotmix sebanyak 5 titik dalam kota Kupang, 4 titik bernilai Rp2 Miliar yakni di Kelurahan Oesapa Barat, Kelurahan Oesapa Selatan, Kelurahan Fatululi sebanyak 2 titik dan di Keluarahan TDM sebanyak 1 titik.
Jeck menyatakan di era kepemimpinan Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kuang dr.Christian Widodo dan Serena C Francis, imfrastruktur jalan merupakan program Prioritas yang diperjuangkan dengan luar biasa di pemerintah Pusat.
“Infrastruktur jalan dalam Kota Kupang, baik pemeliharaan, jalan baru ataupun peningkatan jalan, jadi program prioritas pak Wali Kota dan Ibu wakil, tapi karena sejak tahun 2025 sejak adanya efisiensi anggaran pusat sidah dihentikan maka tahun 2026 Pak Wali tetap berjuang agar tetap bisa dikerjakan. Bukan hal mudah membagi-bagi anggaran yang makin kecil sementara PAD Kota Kupang makin menurun, anggaran pusat juga dihentikan. Ini masa sulit, tapi beliau berupaya tetap harus ada yang dikerjakan dari usulan masyarakat. Dan semua proyek tahun 2026 menggunakan anggaran murni APBD 2 Kota Kupang yang seluruhnya bernilai Rp60 M.” Sebutnya mengapresiasi.
Jack menyebut untuk jalan lapen dan hotmix dari keseluruhan nilai anggaran Rp60 M menang lebih banyak untuk lapen sekitar Rp40an M dan Hot mix hanya memperoleh anggaran 18 M saja, “Karena pemerintah berusaha adil menjawab kebutuhan masyarakat. Jadi hotmix lebih kecil agar bisa mengerjakan jalan-jalan masuk yang rusak berat atau yang masih jalan tanah. Hotmix hanya dibeberapa ruas. Perhitungannya jika membangun jalan hotmix sepanjang 1 km anggarannya bisa untuk lapen sepanjang 4 Kilo meter. Makanya kami utamakan lapen agar semua terlayani.” Jelas Jack.
Jack menyebut realisasi infrasruktur jalan dari usulan muarembang baru bisa direalisasi hanya 40% dari semua usulan musrembang. “Jalan dalam kota memang masih banyak yang rusak, jika tidak dirawat akan rusak lagi. Makanya pemerintah berusaha adil membagi dengan peningkatan jalan tanah ke jalan aspal 40% paling banyak di Maulafa sekitar 6 km lebih.” Jelasnya.
Kepada masyarakat Jack meminta kesabaran karena pemerintah sudah cukup berusaha dengan memaksimalkan anggaran murni dari Kas Daerah APBD 2 Kota Kupang. Pemerintah akan tetap berusaha membagi anggaran ini agar bisa menjangkau kebutuhan jalan di Kota Kupang.|| jbr