Ketua PABERSI NTT Berterima Kasih Atas pemprov.NTT dan sponsor Bagi 3 Atlet Angkat Berat NTT di Kejurnas Bali

Olah Raga Regional

NTT, TOPNewsNTT|| Ketua PABERSI (Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia)  NTT, Valentino Bambang Soetjipto sampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemerintah NTT lewat instansi dan KONI NTT serta sponsor lain baik didalam dan luar PABERSI NTT kepada tiga atlet angkat berat (Birgita Yulia Kolin, Astrid Kosat dan Jovi Molina) dalam Kejurnas Angkat Berat 2022 di Bali (3-8/7/ 2022) lalu.

Seperti diberitakan media ini Minggu, 8 Juli, bahwa ketiga atlet Angkat Berat tersebut berhasil memboyong 12 medali (5 emas, 1 perak dan 6 perunggu) di kelas 67 kg junior putera, 35 kg junior puteri dan 67 kg junior spesial olimpyc puteri.

Dan semua keberhasilan PABERSI membawa 3 atlet tersebut tidak terlepas support moril dan materil dari pemerintah provinsi NTT lewat  beberapa  instansi dan KONI NTT, serta internal PABERSI dan donatur lain.

“Kami di PABERSI NTT sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan, dukungan moril san materil pemerintah provinsi NTT lewat beberapa instansi dan KONI NTT serta donatur internal dan eksternal PABERSI NTT. Sehingga ketiga atlet dan pelatih kami bisa ikut dalam Kejurnas Angkat Berat Bali tahun 2022, dan ketiganya berhasil memperoleh 12 medali. Ini luar biasa, karena pertama kami ikut kejuaran langsung di kancah nasional dan ketiga anak kami berhasil mengharumkan nama NTT dikancah nasional. Sekali lagi terima kasih untuk dukungan pemerintah NTT lewat instansi dan KONI NTT serta donatur lainnya. Ini keberhasilan bersama dan kebanggaan bersama.” Tandas Valentino terharu.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa PABERSI (Persatuan Atlet Angkat Berat) itu merupakan cabor baru tapi lama.

‘Karena dulu PABERSI masuk dalam Induk Olah Raga PABBSI. PABERSI NTT sudah berdiri sejak 2019 setelah pisah dari PABBSI (Persatuan Angkat Besi Angkat Berat, Angkat Besi dan Bina Raga) seluruh Indonesia, yang sekarang ini ketiga cabor ini  sudah  berdiri sendiri-sendiri. Angkat berat bernaung di PABERSI (Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia) sedang Angkat Besi di PABSI, Bina Raga di IPBSI, sudah atau belum saat ini.” .

Di PABERSI NTT, lanjutnya, dilakukan pembinaan terhadap sejumlah atlet angkat berat sudah dilakukan kembali di Januari 2022, tapi hingga saat ini diakuinya PABERSI NTT belum memiliki sekretariat sendiri dan untuk sementara berlatih di Xtreme Gym di TDM.

“Kami masih gunakan alat lama untuk melatih anak-anak (atlet-red), dari pak Sun pelatih dan motivator cabor angkat berat sebelumnya,  karena PABERSI NTT hingga saat ini  belum punya alat khusus untuk melatih atlet angkat berat.” Jelasnya.

Alat itu untuk berlatih teknik, tapi kalau berlatih untuk penguatan otot penunjang dan membentuk stamina, atlet boleh masuk ke dalam gym.

Terkait kepenguerusan tingkat NTT, walau sudah terbentuk sejak 2019, dilantik 4 Desember 2022 tapi  sempat vakum di 2020-2021  dan baru aktif melatih dan membina atlet di Januari 2022.

Foto kepengurusan PABERSI NTT saat pelantikan 4 Desember 2021

Alasan cabor Angkat Berat belum didaftarkan ke KONI NTT,  menurutnya, karena KONI NTT punya regulasi sendiri untuk cabor yang bisa terdftar, yakni harus punya kepengurusan cabang di 5 wilayah kabupaten kota san maksimal sudah ikut dan punya prestasi di 2 kejurnas.

“Dan jika Angkat Berat ingin terdaftar di KONI NTT maka harus minimal punya 5 cabang di kabupaten kota. Dan karena PABERSI NTT baru terbentuk, dan sempat vakum saat masa pandemi maka masih banyak cabang yang belum terbentuk. Tapi saat ini baru Sabu Raijua yang terbentuk dan sudah ada SK tapi belum dilantik. Sedangkan di Kota Kupang sudah terbentuk dan sudah diberi SK dan sedang persiapkan pelantikan. Selanjutnga Kefa sudah ada rencana tapi belum fix kepengurusannya.” Ungkapnya.

Ia brrharap, semoga PABERSI  cabang segera terbentuk di seluruh wilayah kabupaten kota di NTT ke depannya.

“Itu harapan kita bagi PABERSI NTT, supaya mungkin dari daerah banyak atlet yang punya potensi, bakat dan mau bergabung sehingga PABERSI NTT bisa makin besar kedepannya. Tapi di kota kita sudah punya atlet. Bisa terbentuk cabang PABERSI di 22 kabupaten kota di NTT. Itu harapanya dan sedang kami upayakan ” harapnya.

Tapi hal yang menggembirakan, walau baru aktif di Januari 2022, dengan peralatan yang terbataa,  PABERSI NTT sudah punya 12 atlet dan belum pernah satupun atlet ini ikut kejuaraan tingkat manapun.

Tapi hal yang membanggakan, ujarnya,  pertama kalinya 3 atlet angkat berat PABERSI NTT  ikut Kejurnas,  tapi langsung membawa pulang 12 medali.

“Memang sangat luar biasa ketiga atlet PABERSI NTT bisa menang di Kejurnas dan bawa pulang 12 medali. Karena itu kejuaraan pertama PABERSI NTT dan atlet kami, jangankan kejurda antar klub saja belum pernah. Ini prestasi pertama dan ini tunjukkan bakat, potensi anak-anak NTT di cabor angkat berat sangat besar. Luar biasa. Tinggal di beri ruang dan peluang serta fasilitas latihan saja mereka akan jadi lebih gemilang harumkan nama NTT di kejurnas selanjutnya.” Imbuhnya

“Saya hanya pesan ini ke atlet kami, usahakan tampil sempurna dan jangan pikir menang dulu. Saya berharap dengan adanya berita seperti ini anak-anak junior mulai menyukai cabor ini. Siapa tahu mereka yang punya potensi mau gabung di PABERSI. saya lihat di NTT banyak bakat terpendam.” Ungkapnya bangga.

Kepada pemerintah ia berharap,

“Memang dari segi regulasi kita tidak bisa ubah, tapi  kita harus komitmen untuk memenuhi syarat dan aturan itu agar bisa terdaftar di KONI NTT dan diperhatikan. Tapi saya berharap pemerintah bisa memberi dan mendukung atlet kami saat ada kesempatan dan peluang untuk kejuaraan nasional selanjutnya.” Katanyanya berharap.

Untuk Kejurnas Lampung di 2022 PABERSI NTT akan mempersiapkan atlet bisa mengikuti kejurnas. Tapi ia melihat masalah anggaran, terutama di Sumatera ini jauh dan butuh biaya lebih besar.

Untuk persiapan Atlet Angkat Berat kd Kejurnas Lamlung, Ia berharap akan mengirimkan lebih banyak atket dari berbagai daerah di NTT agar perolehan medali lebih banyak lagi.

“Tapi tentu membutuhkan anggaran lebih besar karena harus menambah jumlah atlet berarti menambah pelatih, yang tentu peluang peroleh medali lebih banyak lagi. Tapi semua butuh anggaean.” Ujarnya.

Target di Kejurnas Angkat Berat Lampung, PABERSI NTT ingin setiap kelas yang dipertandingkan ada atlet yang diikutkan sehingga potensi peroleh medali lebih banyak.

Masing-masing kelas 1 orang ada 5 kelas dan 4 medali maka akan ada 20 medali untuk NTT.

“Sebenanrnya di Kejurnas Bali bisa peroleh 20 medali, tapi karena tidak ikut semua kelas, makanya 3 atlet peroleh masing-masing medali sehingga total untuk NTT 12 medali, tapi karena anggaran yang pas-pasan sehingga hanya 3 atlet saja. yang ikut. Tapi semoga di Kejurnas Lampung makin banyak peserta.” Ujar Valentino.

Kepada semua pihak baik sponsor swasta pribadi dan pemerintah serta KONI NTT valentino mengucapkan terima kasih banyak dan berharap semoga ke depanya bisa lebih banyak dukungan ke atlet angkat berat yang akan ikut Kejurnas.

Dan semoga PABERSI NTT bisa memberikan prestasi yang besar dan membanggakan bagi provinsi NTT.

“Harapan saya kepada pemerintah NTT mudah2an di kejurnas berikutnya PABERSI NTT bisa peroleh support dari pemerintah NTT. Semoga atlet Angkat Berat bisa ikut Pekan Olah Provinsi NTT pada Oktober 2022 nanti.” Harapnya.

Diakuinya juga PABERSI NTT belum bisa menggelar kejurda karena kurangnya peminat.

“Pasa tahun 2021, PABERSI NTT sudah ingin menggelar Kejurda Angkat Berat seluruh NTT tapi karena pendaftaran tidak ada peminat, maka dibatalkan. Moga kedepannya jika kepengurusan cabang sudah terbentuk di kabupaten kota di NTT akan banyak bakal atlet menjadi anggota dan peminat kejurda akan banyak yang ikut.|| juli br