Hebat, Dokter Novi Lewowerang perempuan pejuang kemanusiaan Dari Timur Flores 

Flores Timur, TopNewsNTT.Com||Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKA.RI) tentang program zero buta huruf, wajib belajar 12 tahun, pengembangan life skill mata pencaharian, serta pengelolaan lahan pertanian bagi warga binaan. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan kesiapan reintegrasi sosial warga binaan, Selasa (3/2/2026).

Penandatanganan MoU oleh Kepala Lapas Kupang Antonius Hubertus Jawa Gili dan Direktur LKA.RI dr.Bernadina Novindra Surat Lewowerang,S.Ked ini di saksikan langsung oleh Kepala Kanwil Dirjen Pemasyarakatan NTT Ketut Akbar Herry Achjar,A.Md.IP,SH,MH.LKA.RI di dirikan untuk membangun kesadaran kritis masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan,cerdas partisipasi,mandiri dan berdaya saing untuk mencapai kesejahteraan umum.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan NTT Ketut Akbar Herry Achjar dan Kepala Lapas Kupang Antonius Hubertus Jawa Gili mengatakan sejak bertugas di Nusa Tenggara Timur ini baru bertemu seorang dokter yang harusnya terpaku pada tugas mengobati pasien tetapi berani berpikir out of the box dan keluar dari zona nyaman untuk melaksanakan misi sosial dan kemanusiaan untuk menonolong orang-orang kecil dan terpinggirkan seperti dalam penjara Lapas Kupang ini. “Ini ciri pemimpin dan perempuan tangguh untuk Nusa Tenggara Timur hari ini dan ke depan.Nusa Tenggara Timur mesti berbangga akan karakter dokter pemimpin seperti ini yang penuh inovasi dan kelemahlembutan.” Ungkapnya memuji.

dr.Bernadina Novindra Surat Lewowerang, S.Ked, dalam pidatonya menegaskan bahwa pembangunan bangsa merupakan tanggung jawab bersama empat elemen utama, yakni pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, sektor swasta, dan masyarakat. Atas dasar tersebut, LKA.RI menjalin kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Kupang dalam bidang pendidikan nonformal guna memberdayakan warga binaan agar memiliki pengetahuan, keterampilan hidup, serta kemandirian ekonomi setelah bebas nanti. “Pemerintah bukan satu-satunya agen pembangunan. Sinergi semua elemen sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.sebagaimana amanat UUD 1945,” ungkapnya.

Menurut Kepala Kantor dirjen Pemasyarakatan NTT Ketut Akbar,dokter Novi Lewowerang

di kirim Tuhan untuk menolong masyarakat Warga binaan yang di anggap sampah masyarakat agar kelak menjadi permata masyarakat di Lapas Kupang.

dr.Bernadina Novindra Surat Lewowerang,S.Ked manusia langka karena berani memilih jalur pengabdian out of the box untuk orang terpinggirkan.

Semoga dengan Karya mulia dr.Novi Lewowerang ini menginspirasi semua orang untuk tetap berkarya penuh karismatik walau dalam situasi terpuruk sekalipun.

dr.Novi Lewowerang mengangkat warga binaan dari anggapan sampah masyarakat menjadi Permata Masyarakat.(**)