FKIP Sejarah UNDANA & SMAS St.Familia Kupang Raih Juara 1 Lomba Pembuatan Video Pendek Upacara Tradisional NTT 2023

Birokrasi Museum Regional

NTT, TOPNewsNTT|| Mahasiswa FKIP Jurusan Sejarah UNDANA dan Pelajar SMAS St.Familia Kota Kupang  menyabet Juara 1 Lomba Pembuatan Video Pendek 2023 tentang  Upacara Adat NTT yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Daerah Provinsi NTT. Lomba berlangsung selama 2 hari (Senin dan Selasa, 22–22 Mei 2023).

Pemenang lomba diumumkan sebelum penutupan lomba hari kedua antar peserta mahasiswa dari 3 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang hadir dari undangan 6 peserta PTN dan PTS serta 6 SMA/SMK (Selasa, 23/5).

Dalam keputusan dewan juri yang terdiri dari Budayawan NTT Piter Kembo, Dra.Rosalia Idam dan Flayis Rato,S.Fis,S.Pd juara 2, 3, dan 4 dari kedua kategori masing diraih oleh : antar mahasiswa (PTN/PTS) se kota Kupang,  juara 2 diraih oleh Jurusan Ilkom UNWIRA Kupang, Juara 3 UPG 1945, dan Juara Harapan 1 Jurusan Ilkom UNDANA san Harapan 2 Universitas Muhammaddiyah Kupang.

Sementara juara 2.3.4 dan 5 antar pelajar SMA/SMK,  juara 2 diraih oleh SMAN 6 Kupang, juara 3 diraih SMKN 3 Kupang.

Kepala Seksi Edukasi dan Publikasi, Dr. Wenseslaus Gampur, M.Si mewakili Kepala UPTD  Museum Daerah Provinsi NTT dalam sambutan sekaligus menutup kegiatan mengatakan lomba pembuatan video pendek Upacara Tradisional antar mahasiswa dan pelajar se-kota Kupang ini merupakan6 keputusan mutlak dewan juri dengan pertimbangan dan penilaian sesuai ketentuan penilaian yang ditentukan panitia.

Ia menekankan bahwa lomba pembuatan film pendek tentang upacara tradisional bukan sekedar sebuah berkompetisi untuk meraih juara atau menang kalah, tapi sejatinya bertujuan untuk mempelajari sejarah dan melakonkan nilai-nilai yang terkandung di dalam upacara tradisional masyarakat NTT.

“Tentu diharapkan lewat lomba ini peserta yang merupakan generasi muda akan lebih mengenal tata nilai upacara tradiaional di NTT. Kita lihat ada video yang ditampilkan bagus twtapi ketika dipeetanggungjawabkan tidak bisa. Kita harus menginternalisasikan isi video dalam kehidupan kita.” Ungkap Wens.

“Saya memberikan apresiasi, terlepas jadi juara atau tidak peserta yang melakonkan sendiri upacara tradisional. Terlepas dari penilaian bapa juri Piter Kembo sebagai seniman perfileman, tapi dari cara mereka melakonkannya memperlihatkan bagaimana peserta menginternalisasikan tata nilai dari upacara tradiaional itu sendiri dilaksanakan dan mereka bisa belajar tata nilai budaya.” Ujarnya.

“Yang penting dari lomba ini adalah bagaimana semua peserta dan kita semua dapat menginternalisasikan tata nilai budaya didalam upacara tradisional di NTT.” Ujarnya.

Diakhir kegiatan diserahkan hadiah uang tunai dan Piala.|| jbr